Articles

BIMBINGAN ISLAM Untuk Pribadi & Masyarakat Oleh : Asyeikh Muhamad Jamil Zainu Diterjemahkan oleh DR Abddul Muhith Abdul Fattah Ali Musthofa Ya’qub Aman Nadzir Sholeh Murojaah Muh.Mu’inudinillah basri Munir Fuadi Ridhwan

In Uncategorized on 19 Mei 2011 by AHLI SUNNAH WALJAMA'AH


BIMBINGAN ISLAM
Untuk Pribadi & Masyarakat

Oleh :
Asyeikh Muhamad Jamil Zainu

Diterjemahkan oleh
DR Abddul Muhith Abdul Fattah
Ali Musthofa Ya’qub
Aman Nadzir Sholeh

Murojaah
Muh.Mu’inudinillah basri
Munir Fuadi Ridhwan

Bimbingan Islam 2

Daftar isi

Daftar isi …………………………………………………………………..
Kata Pengantar ……………………………………………………………
Pendahuluan ………………………………………………………………
Ciri-ciri yang dominan dalam Islam ………………………………….
Islam adalah peraturan hidup yang sempurna …………………..
Rukun Islam dan Iman …………………………………………………
Do’a adalah ibadah ………………………………………………………
Dimana Allah ………………………………….………………………….
Allah di atas Arsy ………………………………………………………..
Hal-hal yang membatalkan Islam Jangan percaya
Kepada peramal ………………………………………………………….
Jangan bersumpah dengan selain Allah ……………………………
Jangan beralasan dengan takdir ……………………………………..
Keutamaan shalat dan peringatan agar tidak
meninggalkannya …………………………………………………………
Belajarlah wudhu dan shalat ………………………………………….
Daftar bilangan rakaat shalat ………………………………………….
Hadits-hadits tentang shalat …………………………………………..
Wajibnya shalat juma’at dan berjamaah ……………………………
Keutamaan shalat Jum’at dan berjamaah …………………………
Adab dan tata cara shalat Jum’at ……………………………………
Tata cara shalat mayit …………………………………………………
Nasihat tentang kematian ……………………………………………..
Shalat Ied di mushalla ………………………………………………….
Berkurban pada waktu idul adha ……………………………………
Shalat Istisqa’ (meminta hujan) ……………………………………
Shalat gerhana Matahari dan Bulan ……………………………..
Awas jangan lewat di depan orang sedang shalat …………….
Puasa dan beberapa faedahnya …………………………………..
Kewajiban anda pada bulan Ramadhan ………………………..
Keutamaan Haji dan Umrah ………………………………………
Pekerjaan dalam umrah ……………………………………………
Pekerjaan dalam haji ………………………………………………..
Tatakrama haji dan Umrah …………………………………………
Sopan santun di masjid Nabawi ……………………………………
Di antara Akhlak Rasululloh  ……………………………………

Bimbingan Islam 3

Sopan santun dan kerendahan hati Rasululloh  …………
Da’wah dan Jihad Rasululloh  ……………………………….
Cinta dan mengikuti Rasululloh  ……………………………
Di antara wasiat Rasululloh  ………………………………….
Bagaimana mendidik anak-anak kita? ……………………….
Mengerjakan shalat …………………………………………………
Memperingatkan untuk menjauhi larangan …………………
Tutup aurat dan hijab ……………………………………………
Akhlak dan sopan santun ………………………………………..
Jihad dan keberanian …………………………………………….
Berbakti kepada orang tua ………………………………………
Jauhilah dosa-dosa besar ……………………………………….
Macam-macam dosa besar ………………………………………..
Syarat diterimanya taubat ………………………………………….
Ikutilah sunnah Rasul dan jangan melakukan bid’ah ……….
Macam-macam bid’ah ………………………………………………..
Ucapan“Shadaqallaahul ‘adhim” …………………………………..
Mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran ……………
Macam-macam ajakan kepada kebaikan ………………………..
Syarat-syarat penyeru kebaikan …………………………………..
Bebarapa macam kemungkaran ………………………………….
Jihad di jalan Allah ……………………………………………………
Di antara sebab-sebab kemenangan ………………………………
Wasiat setiap muslim menurut agama …………………………….
Hal-hal yang dilarang menurut agama ……………………………..
Memelihara jenggot adalah wajib …………………………………..
Hukum nyanyian dan musik dalam Islam ……………………….
Bahaya nyanyian dan musik ………………………………………..
Hakekat menusuk diri dengan besi ………………………………..
Nyanyian pada masa kini ………………………………………………
Fitnah terhadap wanita karena suara yang bagus ……………
Hindarilah bersiul dan bertepuk tangan ……………………….
Nyanyian menimbulkan kemunafikan ………………………..
Obat untuk mnghindari nyanyian dan musik …………………
Nyanyian yang diperbolehkan ………………………………………
Hukum gambar dan patung dalam Islam ………………………..
Bahaya gambar dan patung ………………………………………..
Apakah hukumnya gambar seperti patung …………………….
Gambar dan patung yang diperbolehkan ………………………..

Bimbingan Islam 4

Apakah menghisap rokok itu haram? ………………………
Para mujtahid berpegang pada hadits ……………………..
Beberapa pendapat Imam Mazhab tentang hadits ………..
Camkanlah hadits-hadits berikut ini …………………………
Kerjakan apa yang diajarkan Rasululloh  Kepadamu…..
Jadilah kamu sekalian hamba Allah yang bersaudara …..
Hadits-hadits Nabi  tentang orang Islam …………………..
Islam mengangkat derajat wanita ………………………………
Sebagian pendapat para orientalis tentang Islam ………….
Kisah masuk Islamnya seorang Amerika …………………….
Gadis Amerika memeluk agama Islam ………………………..
Pernyataan seorang mantan penyanyi internasional setelah
masuk Islam ………………………………………………………..
Do’a-do’a ……………………………………………………………..
-do’a masuk pasar …………………………………………………….
-do’a istikharah ………………………………………………………
-Do’a untuk menyembuhkan penyakit ………………………….
-Do’a bepergian dan naik kendaraan ……………………………
-Do’a Mustajab ……………………………………………………….
-Do’a orang yang kehilangan ……………………………………….
-Do’a dari Al-Qur’anul Karim ………………………………………
-Ilahi hanya Engkaulah Yang Maha Penolong ………………….

Bimbingan Islam 5

ﻢﻴﺣﺮﻟﺍ ﻦﲪﺮﻟﺍ ﷲﺍ ﻢﺴﺑ
KATA PENGANTAR

- Tulisan ini dipersembahkan bertujuan untuk
memperbaiki pribadi setiap muslim sehingga bisa
melaksanakan Islam dengan sebaik-baiknya dan ia
akan menjadi muslim yang bertaqwa kepada Allah .
- Perbaikan yang dimaksud adalah sesuai dengan apa
yang diterangkan di dalam Al-Qur’an dan As-Sunah
sebagaimana yang difahami oleh para salaf (orang-
orang terdahulu) yang sholihin.
- Para sahabat telah menjalankan Islam dengan sebaik-
baiknya, maka mereka menjadi pemimpin dan orang-
orang terhormat di muka bumi ini. Sebab itu banyak
orang yang keluar dari kekufuran menuju Islam dan
beralih dari penyembahan hamba (manusia) kepada
penyembahan Tuhannya hamba, Allah .
- Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan
suatu kaum sehingga kaum itu merubah apa yang ada
pada diri mereka. (Qur’an, Ar-Ra’ad : 11)
- Buku “BIMBINGAN ISLAM UNTUK PRRIBADI DAN
MASYARAKAT” ini telah diterjemahkan dan dicetak
ulang berkali-kali dalam berbagai bahasa dan
disebarluaskan di berbagai negara : Saudi Arabia,
Kuwait, Al-Jazair, Yordania, Mesir, libanon, India dan
Pakistan, dan lain-lain.
- Bacalah buku ini, bila anda sudah selesai membacanya
pinjamkanlah kepada teman anda agar bermanfaat
untuk semua.
- Buku terjemahan terbitan kami ini telah mengalami
penambahan dan penyempurnaan, sesuai dengan buku
aslinya cetakan terbaru.

Bimbingan Islam 6

PENDAHULUAN
Segala puji bagi Allah, kepadan-Nya kita memuji,
memohon pertolongan dan ampunan. KepadaNya kita
memohon perlindungan agar dijaga dari keburukan jiwa dan
perbuatan. Orang yang memperoleh hidayah Allah tidak akan
tersesat dan orang yang disesatkan Allah tidak ada orang yang
dapat memberi petunjuk kepadanya.
Saya bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak
disembah selain Allah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu
bagiNya. Dan saya besaksi bahwa Muhammad itu hamba Allah
dan Rasul-Nya. Allah berfirman :
  

 
        
“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada
Allah dengan takwa yang sebenarnya dan janganlah kamu
mati kecuali dalam keadaan muslim.” (Ali-Imran : 102).
  ! ”# $%&! ‘()*+
, -.””# /!0 1-.+23 )-+ 14+ 5” 
67!8″9 :
; !<2 "-? /!0 @ )-+ ?<
 
6AB!C3 -. B"D ""9 @ 0 ”Q >”Q &””Q 1”1K3 0 R! S1  -.21
-T -.” U!* V -.” D” 
WXG %3K

Bimbingan Islam 7

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada
Allah dan berkatalah yang benar, niscaya Allah akan
memperbaiki perbuatanmu serta mengampuni dosa-dosamu.
Barangsiapa taat kepada Allah dan RasulNya maka ia
beruntung dangan keuntungan yang agung.” (Ahzab : 70-71).
Selanjutnya, bahwa perkataan yang paling benar
adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk
Muhammad  seburuk-buruk masalah adalah masalah yang
diada adakan . semua yang diada-adakan adalah bid’ah,
semua yang bid’ah sesat dan semua yang sesat akan
membawa ke neraka(1)
.
Maka uraian dalam kitab ini adalah pembahasan
penting, ringkas dan menyangkut berbagai hal yang harus
diketahui oleh setiap muslim. Tujuan tulisan ini adalah untuk
memperbaiki tingkah polah manusia baik secara pribadi
maupun masyarakat, insyaallah.

Muhammad bin jamil Zainu

CIRI-CIRI YANG DOMINAN DALAM ISLAM

1 )Pembukaan khutbah ini selalu diucapkan oleh Nabi  dan para
sahabatnya.

Bimbingan Islam 8

1.Islam adalah agama Tauhid, maka iman kepada pencipta
alam merupakan kenyataan yang bisa diterima oleh setiap akal
sehat. Pencipta itu ialah Allah yang hanya Dia saja yang
berhak disembah. Oleh karena itu kalau memotong hewan
atau nadzar harus ditujukan kepadaNya saja, terutama
berdo’a. Rasululloh  bersabda :
%YAZ [ ?D& . /U  ] 3 NB^_  =& .
“Do’a itu adalah ibadah.” (Hadits hasan shahih riwayat
Turmudzi)
oleh karena itu tidak boleh ibadah itu ditujukan
kepada selain Allah.

2.Islam agama pemersatu dan bukan pemecah belah.
Islam mengajarkan agar beriman kepada semua utusan
Allah yang diutusNya untuk memberikan petunjuk kepada
semua manusia dan untuk mengatur kehidupannya dan
beriman bahwa Rasululloh Muhammad  adalah penghabisan
semua Rasul Allah, syari’atnya menggantikan semua syari’at
yang sebelumnya. Beliau diutus kepada seantero manusia
untuk menyelamatkan mereka dari kelaliman dan agama-
agama palsu. Ditegaskan pula bahwa agama Islam selalu
terpelihara kebenarannya.

3.Islam adalah agama yang mudah, jelas dan bisa
dimengerti. Islam tidak mengakui takhayul dan kepercayaan
yang merusak serta falsafah yang sulit, ia dapat diterapkan di
segala tempat dan waktu.
4.Islam tidak memisahkan antara moril dan meteril.
Ia memandang kehidupan ini sebagai kesatuan yang
meliputi keduanya. Ia tidak mengambil salah satunya dan
meninggalkan yang lain.
5.Islam mengajarkan persamaan, persaudaraan sesama
muslim. Ia anti terhadap semua yang bersifat perbedaan
daerah dan tingkat sosial. Allah berfirman :
 9  &D .U9  

Bimbingan Islam 9

“Sesungguhnya orang yang paling mulia pada sisi Allah di
antaramu adalah yang paling takwa di antaramu.” (Al-Hujurat :
13).
6.Islam tidak mengajarkan kekuasaan pendeta yang
memonopoli agama. Islam juga tidak mengenal pikiran yang
sulit dibuktikan kebenarannya. Juga tidak mengenal apa yang
disebut pembesar-pembesar agama yang dipuja. Setiap
manusia bisa mempelajari Al-Qur’an dan hadits Rasululloh 
menurut faham orang-orang shaleh dahulu, kemudian
mewarnai kehidupan masyarakat sesuai dengan Qur’an dan
Hadits.

ISLAM ADALAH PERATURAN HIDUP
YANG SEMPURNA

1.Islam mengatur berbagai aspek kehidupan manusia baik
di bidang ekonomi, politik, kebudayaan, sosial dan lain-lain.
Juga menggariskan metode yang benar dan tepat untuk
memecahkan kesulitan dalam bidang-bidang tersebut.
2.Islam berusaha mengatur kehidupan manusia. Unsur
pokok dalam hal ini adalah mengatur waktu. Islam merupakan
satu-satunya ajaran yang paling kuat untuk dapat
membahagiakan manusia di dunia dan akhirat.
3.Islam sebelum menjadi syari’at (peraturan Allah) adalah
sebagai kepercayaan atau keyakinan (bahwa Allah adalah
sembahan yang hak). Karena Rasul Allah memusatkan
upayanya di Makkah terhadap hal tauhid, baru setelah hijrah
ke Madinah, mendirikan negara dan
menerapkan/mempraktekkan syari’at Islam.
4.Islam menganjurkan untuk mencari ilmu pengetahuan
dan kemajuan ilmu yang bermanfaat. Pada abad pertengahan
muncul tokoh-tokoh ilmu modern dan ilmu agama dari
kalangan Islam seperti Al-Haitami, Al-Bairuni dan lain-lain.
5.Islam menghalkan harta yang diperoleh dengan cara
yang halal yaitu yang tidak ada penindasan, penipuan serta
mengutamakan harta yang halal itu hendaknya dimiliki oleh
orang-orang shaleh, yang mau memberikan hartanya kepada

Bimbingan Islam 10

orang kafir dan untuk perjuangan agar terealisir keadilan
sosial di kalangan umat Islam.
Rasululloh  bersabda :
`O ?U `O ab Z
. &c ] 3 NB^_ .
“sebaik-baik harta ialah harta yang halal ntuk orang yang
shaleh.” (riwayat Ahmad).
Ada orang yang mengatakan bahwa tidak mungkin harta
itu dicari dengan cara yang halal saja. Pendapat ini tidak
benar dan tidak mempunyai dasar sama sekali.

6.Islam agama perjuangan dan mencari ketenangan hidup.
Karenanya ia mewajibkan seorang muslim untuk
mengorbankan harta dan jiwa untuk menegakkannya. Ia
menghendaki agar manusia hidup tenang dalam naungan
Islam dan lebih mementingkan urusan akhirat daripada dunia.
7.menghidupkan fikiran Islam yang bebas dalam batas-
batas yang tidak bertentangan dengan norma-norma Islam
seperti menghilangkan kebekuan berfikir dan membuang
sisipan fikiran yang menodai fikiran Islam yang murni dan
menghalangi kemajuan umat Islam seperti masalah-masalah
bid’ah, takhayul dan hadits palsu.

RUKUN ISLAM

Rasululloh  bersabda : “Islam itu didirikan di atas
lima sendi yaitu :
1.Bersaksi bahwa tiada Tuhan yang hak selain Allah dan
Muhammad adalah utusan Allah.
2.Mendirikan shalat (mengerjakannya dengan memenuhi
rukun dan kewajibannya serta dengan tenang dan khusyu’).
3.Membayar zakat : (wajib membayar zakat bila seorang
muslim memiliki 85 gram emas atau uang yang senilai
dengannya, yaitu membayar 2,5 % bila sudah sampai satu
tahun. Adapun harta kekayaan selain uang, masing-masing
mempunyai ketentuan sendiri).
4.Melakukan haji ke Baitullah (bagi yang mampu pergi ke
sana).

Bimbingan Islam 11

5.Puasa pada bulan Romadhan (mencegah makan, minum
dan bercampur suami isteri mulai fajar sampai terbenam
matahari, dengan niat).

Bimbingan Islam 12

RUKUN IMAN

1.Beriman kepada Allah. Yaitu dengan mempercayai
bahwa Allah itu ada dan Maha Esa baik dalam kekuasaaNya
maupun dalam hal ibadah kepadaNya, dalam sifat dan
hukumNya.
2.Beriman kepada para Malaikat sebagai makhluk yang
diciptakan dari nur (cahaya) untuk malaksanakan perintah
Allah.
3.Beriman kepada kitab-kitab Allah. Yaitu Taurat, Injil,
Zabur, dan Al-Qur’an. Dan yang paling utama adalah Al-
Qur’an.
4.Beriman kepada para Rasul Allah. Yang pertama Nuh 
sampai yang terahir Muhammad .
5.Beriman kepada hari akhir, yaitu hari kiamat sebagai
hari pemeriksaan terhadap amal-amal manusia.
6.Beriman kepada takdir Allah. Takdir yang baik maupun
yang buruk dengan keharusan melakukan uasaha dan ridha
terhadap hasil yang diperolehnya.

DO’A ADALAH IBADAH

Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Turmudzi
menunjukkan bahwa do’a merupakan jenis ibadah yang paling
penting. Karena shalat tidak boleh ditujukan kepada Rasul
atau wali. Demikian pula do’a.
1.Orang yang mengatakan “ya Rasululloh” atau “Hai orang
yang ghaib, berilah aku pertolongan dan anugrah”, berarti
berdo’a kepada selain Allah, meskipun niatrnya bahwa yang
memberi pertolongan itu Allah.
Demikian pula orang yang berkata,”saya shalat untuk
Rasul atau wali” meskipun dalam hatinya untuk Allah, shalat
seperti itu tidak akan diterima, karena ucapannya berlawanan
dengan hatinya. Ucapan harus sesuai dengan niat dan
keyakinan. Bila tidak demikian maka perbuatannya termasuk
syirik yang tidak diampuni selain dengan taubat.
2.Apabila ia mengatakan yang diniatkan adalah Nabi atau
wali itu sebagai perantara kepada Allah, seperti menghadap

Bimbingan Islam 13

raja, perlu seorang perantara maka yang demikian itu
merupakan menyamakan (tasybih) Allah dengan makhluk
yang dhalim. Tasybih seperti itu akan menyeretnya kepada
kekufuran. Padahal Allah telah berfirman yang menyatakan
kesuciannya daripada penyamaan dengan makhlukNya baik
dalam dzat, sifat maupun titahNya.
Firmannya :
 7OA RB [ ?de 89 (B 
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan
Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (As-Syura :
11).
3.Orang-orang musyrik pada zaman Nabi  meyakini
bahwa Allah pencipta dan pemberi rizki, tetapi mereka berdo’a
kepada wali-wali (pelindung) mereka yang berwujud patung.
Mereka beranggapan bahwa patung-patung itu menjadi
perantara yang dapat mendekatkan mereka kepada Allah.
Ternyata Allah tidak mentolerir perbuatan mereka itu bahkan
mengkafirkan mereka dengan firmanNya :
 f"*)1> !0 f"< 
12,U"1B! 0< 1[1&1A Z
 ?B! " !<
1Y !  -g+ !0
hW!T"9 1[  /!&  " 0 0< "-*! g !B!Q 1[  d!Q 1 B2 1-. ^ 0 0< 
h30*"9  )i ( UX %3K
“Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah
berkata: kami tidak menyembah mereka kecuali hanya agar
mereka dapat mendekatkan diri kami kepada Allah sedekat-
dekatnya. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara
mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh Allah
tidak memberikan petunjuk kepda orang-orang yang dusta dan
sangat ingkar.” (Az-Zumar ; 3).

Allah itu dekat dan mendengar, tidak perlu perantara.
Firmannya :
 jUC klQ /YAD mnK T 
“Apabila hambaKu bertanya kepadamu tentang diriKu,
maka sesungguhnyaAku dekat.” (Al-Baqarah : 186).

Bimbingan Islam 14

4.ang-orang musyrik apabila berada dalam bahaya berdo’a
hanya kepada Allah saja, tetapi setelah selamat dari bahaya
mereka berdo’a kepada pelindung-pelindungnya berupa
patung-patung, sehingga Allah menyebut mereka sebagai
orang kafir.
Firmannya :
 @ )1DY <<2 "oB!- 1+
" )5"p $ ". qr-9 ! 1s ) 11[?;
B"t" !u" ,& 1" v!O! g1 <U!9+w ! ,
-." !]![ !   ) xx ( %3K
(

“Dan apabila gelombang dari segenap penjuru menimpanya
dan mereka yakin bahwa mereka dalam kepungan bahaya,
mereka berdo’a kepada Allah dengan ikhlas semata-mata
kepadanya. Mereka berkata :sesungguhnya jika Engkau
menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan
termasuk orang-orang yang bersyukur.”(Yunus : 22).

Maka kenapa sejumlah orang Islam berdo’a kepada para
rasul dan orang-orang shaleh (selain Allah). Mereka meminta
pertolongan daripadanya, baik di waktu susah maupun
gembira. Apakah mereka tidak membaca firman Allah :
 !yB!) <E f"< 1" 1jB<z  0  !0 ! 1Y ! 1D & +! {r|" 
"-!Q"} <!~D1Y D 1[ {)€( 1
"9 ?& D" 1" 1
"9 14+ U!w1 "T<
<U!Q"9 <!YA!Z<2  G %3K
“Siapa gerangan yang lebih sesat daripada orang yang
berdo’a kepada selain Allah, yaitu kepada orang yang tidak
dapat memberikan pertolongan sampai hari kiamat, sedangkan
mereka sendiri lalai akan do’a mereka. Dan apabila mereka
dikumpulkan pada hari kiamat, niscaya sesembahan mereka
akan menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan
mereka.” (Al-Ahqaf : 5-6).

Bimbingan Islam 15

5.Banyak orang yang menyangka bahwa kaum musyrikin
yang disebut dalam Al-Qur’an itu adalah orang yang
menyembah patung yang terbuat dari batu. Anggapan itu
keliru, sebab patung-patung itu dahulunya adalah nama-
nama orang shaleh. Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu
Abbas  mengenai firman Allah dalam surat Nuh :
 ‚1Z "ƒ1V " 6D1K " „Y 013"  " -. ! 013" " -"C
6U 
  ) xi ( …
%3K
“Dan mereka berkata : jangan sekali-kali kamu
meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhanmu dan jangan pula
meninggalkan WADD, SUWA, YAGHUTS, YA’UQ dan NASR. (Nuh
: 23).

Ibnu Abbas mengatakan bahwa nama-nama tersebut
adalah nama-nama orang-orang shaleh umat nabi Nuh .
Setelah mereka mati, setan membisikkan kepada para
pengikutnya agar di tempat duduk mereka, didirikan
monumen-monumen yang diberi nama dengan nama mereka.
Mereka melaksanakannya namun patung-patung itu belum
sampai disembah. Setelah pembuat patung-patung itu mati
dan generasi berikutnya tidak lagi mengetahui asal-usulnya,
patung-patung itu ahirnya disembah.

6.Allah membantah orang-orang yang berdo’a kepada para
Nabi dan wali:
 "
 -.D ,U5† ‡ w"9 "-.!  "ˆ"Q ! !0 )1D Y <r-C
:ˆ< ^ ) €‰ ( 1WU)C" 15" "y"B!K) 1<,23 f"< "1V A "1D & !0 m!u" -
"D 0< 12"D "-Qg 1  3 "1; U 63 - ^ ""9 m,23 W  %3K
?UKŠ
“Katakanlah, panggillah mereka yang kamu anggap tuhan
selain Allah. Mereka tidak mempunyai kekuasaan untuk
menolak bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya.
Orang-orang yang mereka seru itu sendiri justru mencari jalan

Bimbingan Islam 16

kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat
dengan Allah dan juga mengahrapkan rahmatNya serta takut
akan Adzabnya. Sungguh adzab Tuhanmu itu sesuatu yang
patut ditakuti.” (Al-isra’ : 56-57).

Imam ibnu Katsir menafsirkan bahwa ayat ini turun
mengenai sekelompok manusia yang menyembah jin dan
berdo’a kepadanya. Jin tersebut kemudian masuk Islam. Ada
juga yang mengatakan bahwa ayat ini turun mengenai orang-
orang yang berdo’a kepada Isa Al-Masih dan malaikat. Dari
keterangan-keterangan di atas telah jelas bahwa ayat ini
membantah dan mengingkari orang-orang yang berdo’a kepada
selain Allah, meskipun kepada Nabi atau wali.

7.Ada orang yang menyangka bahwa minta tolong (istighatsah)
kepada selain Allah itu boleh dengan alasan bahwa yang
memberi pertolongan sebanarnya adalah Allah, seperti
istighatsah kepada Rasul dan wali-wali. Ini dikatakan boleh,
seperti ada orang yang berkata : saya disembuhkan oleh obat
dan dokter. Pendapat ini salah dan dibantah oleh firman Allah
yang mengisahkan do’a Nabi Ibrahim  :
 & Q ‹#  . v ‹ZS [  . Œ|U T
v*w Q 
“ Allah lah yang menciptakan aku maka Dialah yang
memberikan petunjuk kepadaku. Dialah yang memberi makan
dan minum aku, dan apabila aku sakit Dialah yang
menyembuhkanku.” (Asy-syuaraa’ : 78-80).

Ayat ini menerangkan bahwa pemberi petunjuk, rezki dan
kesembuhan adalah Allah saja bukan yang lain, sedangkan
obat hanyalah sebagai sebab saja dan tidak menyembuhkan.

8.Banyak orang yang tidak dapat membedakan antara
istighatsah kepada orang hidup dan istighatsah kepada orang
mati. Firman Allah :
 G
?BG /   

Bimbingan Islam 17

“Tidaklah sama orang yang hidup dengan orang yang mati.”
(Fathir : 22).
 ] &D   fD  ZBe  / ŽV KQ 
“Nabi Musa dimintaitolong oleh seorang dari golongannya
untuk mengalahkan musuh orang itu.” (Al-Qashah : 15).

Ayat ini menceritakan tentang seorang yang minta tolong
kepada Musa agar melindunginya dari musuhnya dan Musa
pun menolongnya:
 BD f†Q fK ]X9Q 
“Dan Musa meninjunya sehingga matilah musuh itu.” (Al-
Qashash : 15)

Adapun orang mati tidak boleh kita meminta tolong
kepadanya karena ia tidak dapat mendengar do’a kita.
Andaikata mendengar pun ia tidak akan dapat memenuhi
permintaan kita karena ia tidak dapat melakukannya. Firman
Allah :
 1Z!K " -9?D1Y 1Z  " 1[1D &  < E  -." 12z K  
7<A# -r)8! m-u,A1 " -.!9 U!w<2 " 1U-*) . !yB!)  ) I ( U‘Q %3K
“Apabila kamu berdo’a kepada mereka, mereka tidak dapat
mendengar do’a kamu dan seandainya mereka dapat
mendengar, mereka tidak dapat memenuhi permintaanmu. Dan
pada hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu.”
(Fathir : 14).
 ’ [ uBe ’
  Y  D&  . 7} 
8ZA   UZw  ?B 
“dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah itu
tidak dapat membuat sesuatu apapun sedang mereka sendiri
dibuat orang. Mereka itu benda mati, tidak hidup dan mereka
itu tidak dapat mengetahui kapan akan dibangkitkan.” (An-Nahl
: 20-21).

Bimbingan Islam 18

8.Dalam hadits-hadits shahih terdapat keterangan bahwa
menusia pada hari kiamat nanti mendatangi para Nabi untuk
minta syafaat, sampai mereka mendatangi Nabi Muhammad 
untuk meminta syafaat agar segera dibebaskan. Nabi
Muhammad menjawab : ya, memang saya dapat memberi
syafaat, kemudian beliau sujud di bawah Arsy dan memohon
kepada Allah agar mereka segera dibebaskan dan dipercepat
proses penghisabannya. Syafaat ini adalah permintaan Nabi
Muhammad  dan waktu itu beliau dalam keadaan hidup
dimana beliau dapat berbicara dengan mereka lalu beliau
memohonkan syafaat. Itulah yang diperbuat Rasululloh .
9.Argumen yang paling tepat untuk membedakan antara
memohon kepada orang mati dan orang hidup adalah apa
yang dikatakan Umar bin Khatthab pada waktu terjadi
kekeringan dimana beliau meminta kepada Al-Abbas paman
Rasululloh  untuk mendo’akan mereka, dan Umar tidak
pernah minta tolong kepada Nabi  setelah beliau wafat.
10.Ada sejumlah ulama yang menyangka bahwa tawassul
itu sama dengan istighatsah, padahal perbedaan antara
keduanya besar sekali. Tawassul adalah berdo’a kepada Allah
melalui perantara seperti, wahai Allah, dengan perantaraan
cintaku kepadamu dan cintaku kepada Rasulmu bebaskanlah
kami. Do’a dengan cara tawassul seperti ini boleh. Istighatsah
adalah berdo’a kepada selain Allah seperti, wahai Rasululloh,
bebaskanlah kami. Ini tidak boleh, bahkan termasuk syirik
besar berdasarkan firman Allah :
 T m
lQ ŒZQ lQ “U†
mZ*
   Y  ”&

vbP  
“Dan janganlah kamu berdo’a kepada selain Allah, yang
tidak memberi manfaat dan tidak pula memberi madharat
kepadamu, sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka
sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang zalim
(musyrik).” (Yunus : 106).

Bimbingan Islam 19

DIMANA ALLAH?

Allah yang menciptakan kita, mewajibkan kita untuk
mengetahui di mana Dia, sehinga kita dapat menghadap
kepadaNya dengan hati, do’a dan shalat kita. Orang yang tidak
tahu di mana tuhannya akan tersesat, tidak tahu kemana ia
menghadap kepada sembahannya, dan tidak dapat
melaksanakan ibadah (penghambaan) kepadaNya dengan
sebenar-benarnya. Sifat Mahatinggi yang dimiliki Allah atas
makhluknya tidak berbeda dengan sifat-sifat Allah yang lain
sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Qur’an dan hadits
shahih, seperti : mendengar, melihat, berbicara, turun dan
lain-lainnya.
Aqidah para ulama salaf yang shaleh dan golongan
yang selamat “Ahlussunnah wal Jamaah” telah mengimani apa
yang diberitakan Allah dalam Al-qur’an dan apa yang
diberitakan Rasulnya dalam hadits, tanpa ta’wil (menggeser
makna yang asli ke makna yang lain). Ta’thil (meniadakan
maknanya sama sekali) dan tasybih (menyerupakan Allah
dengan makhluknya). Hal ini berdasarkan firman Allah :
 7OA RB [ ?de 89 (B 
“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan
Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syuura :
11).

Sifat-sifat Allah ini, antara lain Mahatinggi dan bahwa Dia
berada di atas makhluk, adalah sesuai dengan keagungan
Allah. Oleh karena itu iman kepada sifat-sifat Allah tersebut
wajib, sebagaimana juga iman kepada dzat Allah, Imam Malik
ketika ditanya tentang firman Allah :
 • K –UZ fD cU 
“Allah Yang Maha Pemurah bersemayam di atas Arsy.”
(Taha : 5).

Beliau menjawab : Istiwa itu sudah dimaklumi artinya
(Yaitu : bersemayam atau berada di atas). Tetapi bagaiamana

Bimbingan Islam 20

hal itu tidak dapat diketahui. Kita hanya wajib mengimaninya
dan mempertanyakannya adalah bid’ah.”
Perhatikanah jawaban Imam Malik tadi yang
menetapkan bahwa iman kepada “istiwa” itu wajib diketahui
oleh setiap muslim, yang berarti : bersemayam atau berada di
atas.tetapi bagaimana hal itu, hanya Allah saja yang
mengetahi. Orang yang mengingkari sifat Allah yang telah
ditetapkan dalam Al-Qur’an dan hadits –antara lain sifat
Mahatinggi Allah mutlak dan Allah di atas langit- maka orang
itu berarti telah mengingkari ayat Al-Qur’an dan hadits yang
menetapkan adanya sifat-sifat tersebut. Sifat-sifat tersebut
meliputi sifat-sifat kesempurnaan., keluhuran dan keagungan
yang tidak boleh diingkari oleh siapapun.
Usaha orang-orang yang datang belakangan untuk
mentakwilkan ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan
sifat-sifat Alah, karena terpengaruh oleh filsafat yang merusak
aqidah Islam, menyebabkan mereka menghilangkan sifat-sifat
Allah yang sempurna dari dzatNya. Mereka menyimpang dari
metode ulama salaf yang lebih selamat, lebih ilmiah dan lebih
kuat argumentasinya. Alangkah indahnya pendapat yang
mengatakan :
Segala kebaikan itu terdapat
Dalam mengikuti jejak ulama salaf
Dan segala keburukan itu terdapat
Dalam bid’ah yang datang kemudian.

KESIMPULAN :
Beriman kepada seluruh sifat-sifat Allah yang telah
diterangkan Al-Qur’an dan hadits adalah wajib. Tidak boleh
membeda-bedakan antara sifat yang satu dengan sifat yang
lain, sehingga hanya mau beriman kepada sifat yang satu dan
ingkar kepada sifat yang lain. Orang yang percaya bahwa Allah
itu Maha mendengar dan Maha Melihat, dan percaya bahwa
Allah itu Maha tinggi di atas langit sesuai dengan keagungan
Allah dan tidak sama dengan tingginya makhluk, karena sifat
MahatinggiNya itu adalah sifat yang sempurna bagi Allah. Hal
itu sudah ditetapkan sendiri oleh Allah dalam kitabnya dan
sabda Rasululloh  Fitrah dan cara berfikir yang sehat juga
mendukung kenyataan tersebut.

Bimbingan Islam 21

ALLAH DI ATAS ARASY

Al-Qur’an, hadits shaheh, naluri dan cara berfikir yang
sehat telah mendukung kenyataan bahwa Allah berada di atas
arasy.
1. Firman Allah :
 • K –UZ fD cU 
“Allah Yang Maha Pemurah bersemayam di atas Arasy.”
(Thaha : 5)

Pengertian ini sebagaimana diriwayatikan bukhari dari
beberapa tabi’in.

2. Firman Allah :
 — 3FG 1-."n e 1]&  10 U!9-T ”T< "T< !%U!#›)<2 "1! œ1 " 
" 1U!w A  1[ "T< !<
1Y ! !0 U! 9-T  ) € ( UX %3K
“Dan apabila hanya nama Allah saja yang disebut, kesallah
hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat,
dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang
disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati.” (Az-Zumar : 45).

Ayat ini juga berlaku terhadap mereka yang memusuhi
orang yang hanya meminta tolong kepada Allah saja, yang
mereka sebut “WAHABI”, jika mereka tahu bahwa WAHABI itu
mengajak kepada tauhid.

3.Menyembelih binatang untuk/karena seorang Rasul atau
wali. Berdasarkan firman Allah :

Bimbingan Islam 25

 U m2U rOQ 
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan sembelihlah
(binatang).” (Al-Kautsar : 2).

4.Bernadzar untuk makhluk sebagai pendekatan dan
penghambaan kepadanya. Padahal semestinya hanya untuk
Allah saja. Firman Allah :
  m 3
k W3 RB Œ
m
 ‹ rA Q 3Už ‹S2 š
BZ 
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menadzarkan kepada
Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang
shalih dan berkhidmat. Karena itu terimalah (nadzar) itu dariku.
Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.” (Al-Imran : 35).

5.Melakukan thawaf di sekeliling kuburan dengan niat
ibadah. Karena thawaf hanya dilakukan di sekeliling Ka’bah,
berdasarkan firman Allah :
 <B! Z) !Œ BA)<2 -Q+0SB)  ) xŸ (  ¡¢ %3K
“…dan hendaklah mereka berthawaf di sekeliling Baitul
‘atiq (Ka’bah).” (Al-Hajj : 29).

6.Tawakkal dan berserah diri kepada selain Allah,
firmanNya :
 v  9  9 BZQ 
“… maka bertawakkallah kepadaNya saja jika kamu benar-
benar orang yang berserah diri.” (Yunus : 84).

7.Ruku’ atau sujud dengan niat mengagungkan raja atau
para pemimpin, baik yang masih hidup maupun yang sudah
mati, kecuali yang melakukan hal itu bodoh (tidak tahu).
Karena ruku’ dan sujud adalah ibadah untuk Allah saja.
8.Mengingkari salah satu rukun Islam, seperti : shalat,
zakat, puasa dan haji. Atau mengingkari salah satu rukun

Bimbingan Islam 26

iman, yaitu : iman kepada Allah, Malaikat, Kitab-kitab, para
Rasul, hari Ahir dan iman kepada takdir yang baik dan yang
buruk. Atau mengingkari hal-hal yang sudah jelas dalam
agama.
9.Membenci Islam atau sebagian dari ajaran Islam yang
sudah merupakan ijma’ para ulama, baik yang menyangkut
masalah ibadah, mu’amalah, ekonomi atau akhlak. Firman
Alah :
 £D oAnQ  aX¡
 [U9 ¤n2 mT 
“Yang demikian itu sebenarnya mereka benci kepada apa
yang diturunkan Allah (Al-Qur’an), lalu Allah menghapuskan
pahala amal mereka.” (Muhamad : 9).

10.Berolok-olok dengan ayat Al-Qur’an, hadits shahih atau
salah satu hukum Islam yang telah disepakati. Firman Allah :
  ¥X   9 K3 ? 2 rC . &Z2 ¦U*9 &C  3 Z

.
§ 
“Katakanlah : apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan
RasulNya? Kamu selalu berolok-olok. Tidak usah kamu minta
maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman …” (At-Taubah
: 65-66).

11.Mengingkari Al-Qur’an, meskipun sedikit saja, atau
hadits shahih. Ini dapat menyebabkan riddah (keluar) dari
Islam apabila dilakukan dengan sadar dan sengaja.
12.Mencela Allah, mengutuki Islam, menghina Nabi  atau
memperolok keadaan beliau, atau mengkritik ajaran yang
dibawanya. Itu semuanya menyebabkan kafir.
13.Mengingkari salah satu asma’, sifat atau af’al
(perbuatan) Allah yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an dan
Sunnah yang shahih, apabila dilakukan bukan karena tidak
tahu atau karena takwil.
14.Tidak mengimani seluruh rasul yang di utus oleh Allah
untuk menyampaikan petunjuk kepada manusia, atau
mengurangi jumlah mereka. Firman Allah :

Bimbingan Islam 27

 !!1K53 , $&"  B2 1‚,U"*1
"
 ) x¨€ ( "%UA %3K
“…Kami tidak membeda-bedakan antara seorangpun
(dengan yang lain) dari Rasul-RasulNya…” (Al-Baqarah : 285).

15.Memutuskan perkara dengan selain hukum Allah,
dengan meyakini bahwa hukum Islam tidak sesuai untuk
diterapkan, atau membolehkan berhukum dengan selain
hukum Islam. Firman Allah :
 © ª   UQ. [ mu nQ  aX¡
« . 
“…Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut
apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-
orang yang kafir.” (Al-Maidah ; 44).

16.Menjadikan selain Islam sebagai hakim (pemutus
perkara), tidak rela atau menolak hukum Islam, atau merasa
keberatan dengan hukum Islam. Firman Allah :
 š  &¬
­ B2 Uze BQ “.© ® œ
m23 ˆQ
B  ŒB†C ¯ ;U *

“Maka demi Tuhanmu, mereka pada hakikatnya tidak
beriman sehingga menjadikan kamu hakim terhadap perkara
yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa
keberatan terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka
menerima dengan sepenuh hati.” (An-Nisaa’ : 65).

17.Memberikan hak membuat undang-undang dan hukum
kepada selain Allah, seperti sistim kedikatatoran atau sistim
yang lain dimana mereka membolehkan untuk menentukan
hukum yang bertentangan dengan hukum Allah. Firman Allah
:
  2 Tn ª  &  £ DUe ?9Ue £ E 
“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain
Allah yang mensyariatkan agama yang tidak diizinkah Allah
untuk mereka…” (As-Syu’ara : 21).

Bimbingan Islam 28

18.Mengharamkah sesuatu yang dihalalkan Allah atau
menghalalkan sesuatu yang diharamkanNya. Seperti
menghalalkan zina atau riba bukan karena ta’wil. Firman
Allah :
 2U EU RBA  r 
“…Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…”
(Al-Baqarah : 275).

19.Percaya terhadap ajaran-ajaran yang merusak Islam,
seperti komunisme, atheisme, freemasonry yahudi, sosialisme,
marxisme, sekularisme, nasionalisme yang lebih
mengutamakan orang arab non Muslim daripada orang non
arab yang muslim. Firman Allah :
  š [  rA Q Y EˆKŠ 7} ° A   %U#±
UK² 
“Barangsiapa mencari agama selain Islam maka tidak akan
diterima sama sekali agamanya itu dan dia di akhirat termasuk
orang yang rugi.” (Ali-Imran : 85).

20.Merubah agama dan pindah dari Islam ke agama lain.
Firman Allah :
 &U  £D ŒSA mu nQ UQ9 [ ŒBQ Y D . Y
%U#± & š 
“Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya
dan mati dalam keadaan kafir, mereka itulah yang sia-sia
amalnya di dunia dan akhirat…” (Al-Baqarah : 217).
Sabda Nabi  :
“Barangsiapa yang merubah agamanya maka ia harus
dibunuh.” (Riwayat Bukhari).

21.Membantu orang yahudi, nasrani atau komunis serta
bahu-membahu dengan mereka dalam melawan orang Islam.
Firman Allah:

Bimbingan Islam 29

 †Z2 ?B •3O YB  g 
    ?B
 
lQ . £   ³Z2 
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mengambil orang yahudi dan nasrani menjadi walimu. Mereka
itu satu sama lain saling menjadi wali. Barangsiapa di antara
kamu mengambil mereka menjadi walinya, maka
sesungguhnya orang ittu termasuk golongan mereka.” (Al-
Maidah : 51).

22.Tidak mau mengkafirkan orang komunis yang tidak
percaya kepada Tuhan, atau orang yahudi dan nasrani yang
tidak percaya kepada Nabi Muhammad . Padahal Allah
sendiri telah mengkafirkan mereka. FirmanNya :
 &# ; 3
š v9Uwb W . r[   U*9  
y´ Ue [ mu BQ 
“Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahli Kitab dan orang
musyrik akan masuk neraka Jahannam; mereka kekal di
dalamnya. Meraka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (Al-
Bayyinah : 6).

23.Pendapat sekelompok orang sufi tentang wihdatul-
wujud (union mistik), yaitu bahwa apa yang ada di bumi ini
adalah Allah. Sampai ada pemimpin mereka yang mengatakan:
Anjing dan babi itu tiada lain
Kecuali tuhan kita
Dan Allah itu tiada lain
Kecuali pendeta dalam gereja.
Dan pemimpin mereka, (Al-Hallaj, mengatakan : “Aku
adalah Allah dan Allah adalah aku”. Maka para ulama
memutuskan hukuman mati terhadap dirinya.
24.Berpendapat bahwa agama terpisah dari negara dan
bahwa Islam tidak mempunyai teori politik, sebab pendapat ini
adalah pendustaan terhadap Al-Qur’an, hadits dan sirah
(sejarah kehidupan) Nabi.

Bimbingan Islam 30

25.Berpendapat, sebagaimana yang dianut oleh
sekelompok orang sufi, bahwa Allah menyerahkan kunci-kunci
semua urusan kepada tokoh-tokoh wali. Ini merupakan syirik
dalam af’al (perbuatan) Allah, bertentangan dengan firmannya
:
 —3G   &B  
“Allah yang memiliki kunci-kunci (perbendaharaan) langit
dan bumi …” (Az-Zumar : 63).

Hal-hal yang membatalkan ke-Islaman ini serupa dengan
hal-hal yang membatalkan wudhu’. Apabila seorang muslim
melakukan salah satu hal tersebut, maka hendaklah ia
memperbaharui keislamannya, meninggalkan hal yang
membatalkannya dan bertaubat kepada Allah sebelum mati.
Bila tidak demikian, maka akan sia-sia dan terhapuslah
amalnya serta akan kekal di dalam neraka jahannam.
Firman Allah “
 u UK²  
.  mD SA^B Œ9Ue  
“Jika kamu mempersekutukan (Allah); niscaya akan
hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang
yang merugi.” (Az-Zumar : 65).

Rasululloh  pun telah mengajarkan kepada kita agar
brdo’a :
TZ

 
b “U*V 
µZ
uBe m2 “Uw
  m2
Z
. &c EŠ ] 3 .
“Ya Allah, kami memohon kepadaMu perlindungan dari
perbuatan syirik apapun yang kami ketahui. Dan kami
memohon kepada-Mu ampunan atas perbuatan (dosa) yang
tidak kami ketaui.” (Riwayat Imam Ahmad, dengan sanad
hasan).

Bimbingan Islam 31

JANGAN PERCAYA KEPADA PERAMAL
Rasululloh  bersabda :
“Barangsiapa bertanya kepada peramal atau ahli nujum,
kemudian ia percaya apa yang dikatakannya, berarti ia telah
mengingkari apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (Hadits
shahih riwayat Ahmad).
Haram hukumnya mempercayai ahli nujum, dukun,
peramal, tukang sihir, orang yang mengaku mengetahui jiwa
orang atau peristiwa-peristiwa yang lalu yang tidak diketahui
orang atau mengetahui apa yang akan terjadi di masa yang
akan datang. Sebab hal-hal tersebut adalah khusus ilmu Allah
saja. Allah berfirman :
 3 &O 2 BD [ 
“Dan Dia Maha Menetahui apa yang tersimpan dalam hati.”
(Al-Hadid : 6).
Dan firman-Nya pula :
 
 jBV —3G  š  Z
rC 
“Katakanlah: tidak ada seorangpun di langit dan di bumi
yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” (An-Naml
: 65).
Rasululloh  bersabda :
“Barangsiapa mendatangi seorang peramal dan
menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima baginya
shalat selama empat puluh hari.” (riwayat Muslim).
Apa yang dikatakan oleh para peramal itu sebenarnya
hanyalah dugaan dan kebetulan saja. Umumnya tidak lebih
dari dusta Karena bisikan setan dan tidak ada orang yang
terbujuk kecuali orang yang kurang akalnya saja. Andaikata
mereka mengetahui hal-hal yang ghaib, niscaya mereka akan
mengambil harta yang tersimpan dalam perut bumi ini
sehingga mereka tidak lagi menjadi orang fakir yang kerjanya
mengelabui orang lain hanya mencari sesuap nasi dengan caa
yang batil. Kalau mereka benar-benar mengetahui hal-hal yang
ghaib, maka beritahulah kami apa rahasia-rahasia yahudi
sehingga dapat ditumbangkan.

Bimbingan Islam 32

JANGAN BERSUMPAH DENGAN SELAIN ALLAH

1.sabda Rasululloh  :
“Janganlah kamu bersumpah dengan nama bapakmu.
Barangsiapa bersumpah dengan nama Allah maka supaya
berkata benar, barangsiapa diberi sumpah dengan nama Allah
maka supaya menerima, dan barangsiapa yang tidak menerima
maka terlepas dari Allah.” (Shahih, riwayat Ibnu Majah. Lihat
Shahih al-Jami’ No. 7124).

2.Sabda Rasululloh  :
“Janganlah kamu bersumpah dengan nama bapakmu, atau
ibumu, atau sekutu-sekutu. Janganlah kamu bersumpah kecuali
dengan nama Allah. Dan janganlah kamu bersumpah kecuali
dengan berkata benar.” (Shahih, riwayat Abu Daud. Lihat
Shahih al-Jami’ No. 7126)

3.Sabda Rasululloh  :
“Barangsiapa bersumpah dengan selain Allah maka ia telah
berbuat syirik.” (Hadits shahih, riwayat Imam Ahmad dan
periwayat lainnya)

4.Sabda Rasululah  :
“Barangsiapa melakukan sumpah yang diharuskan
kepadanya (oleh penguasa) untuk mengambil harta kekayaan
seorang Muslim, tetapi dia dusta, maka ketika berjumpa Allah
(pada hari kiamat) Dia akan murka kepadanya.” (Muttafaq
Alaih)

5.Sabda Rasululah  :
“Barangsiapa bersumpah, lalu memandang lebih baik
membatalkan sumpahnya, maka hendaklah ia mengambil yang
lebih baik dan melaksanakan kaffarat atas sumpahnya itu.”
(Riwayat Muslim).

6.Sabda Rasululloh  :
“Barangsiapa bersumpah, tetapi mengatakan : “insyaallah”,
maka jika dia mau, boleh melaksanakan sumpahnya; dan jika
tidak, boleh tidak melaksanakan tanpa harus membayar

Bimbingan Islam 33

kaffarat.” (Hadits Shahih, riwayat An-Nasa’i. Lihat Shahih al-
Jami’ No. 6082).

7.Abdullah ibnu Mas’ud berkata :
“Bersumpah dengan nama Allah tapi dusta, lebih baik
bagiku daripada bersumpah dengan selain nama Allah
meskipun benar.”

8.Sabda Rasululloh  :
“Barangsiapa di antara kamu bersumpah dengan menyebut
nama Al-Laata dan Al-Uzza, maka hendaklah ia mengatakan :
Laa Ilaaha Illallah.” Dan barangsiapa berkata kepada
sahabatnya : “Mari kita berjudi”, maka hendaklah ia
mensedekahkan sesuatu.” (Muttafaq Alaih)

9.Sabda Rasululloh  :
“Barangsiapa bersumpah dengan (menyebut) agama selain
Islam, sekalipun dusta, maka ia adalah sebagaimana yang
dikatakannya.” (Muttafak Alaih).
Maksudnya : apabila seorang muslim mengatakan bahwa
jika ia berbuat demikian maka ia adalah orang yahudi, atau
nasrani. Dalam masalah ini, apabila maksudnya
mengagungkan hal itu adalah kafir. Tetapi apabila yang
dimaksud hanyalah pengandaian, maka perlu diteliti; jika ia
ingin menjadi seperti itu adalah kafir, tetapi jika ia ingin
menjauhi hal yang demikian maka tidak kafir. (lihat Fathul
Bari, jiz 11, hal. 536)

KESIMPULAN
1.Hukumya haram bersumpah dengan makhluk, seperti
Nabi, Ka’bah, amanat, tanggung jawab, anak, orang tua,
kehormatan, seorang wali dan lain sebagainya. Hal ini adalah
termasuk syirik Ashghar, karena mempersekutukan Allah
dengan mengagungkan selainNya ketika bersumpah dengan
namanya. Dan termasuk dosa besar yang wajib dilarang,
ditinggalkan dan bertaubat darinya. Tetapi sumpah dengan
selain Allah bisa menjadi syirik akbar, jika orang yang
bersumpah dengan wali, umpamanya, mempunyai
kepercayaan bahwa wali tersebut akan melakukan balas

Bimbingan Islam 34

dendam kepadanya bila ia dusta dalam sumpahnya, karena
dia telah mempersekutukan Allah dengan si wali dalam
melakukan balas dendam dan mendatangkan madharat.

2.Sumpah dengan selain Allah bukan sumpah yang
dibenarkan agama. Orang yang bersumpah demikian tidak
harus melaksanakannya dan tidak wajib baginya kaffarat.

3.Barangsiapa bersumpah dangan memutuskan
silaturrahim, atau berbuat maksiat, maka tidak boleh ia
melaksanakan sumpahnya dan hendaklah membayar kaffarat.
Kaffarat sumpah diterangkan dalam firman Allah :
 " FG 15&0D <2 -9-!#œ1 !." -.<
 " d!Q < V0<2 1@ 1-9-!#œ1 "

11 !9 " -.B! [" "1!Z)S1  !oK " ! v!9 !%UwD 1EZ)‘< 1130*"."Q
"Q &<z 0 "Q $yA"C3 1U<U ^ " 1 )*" "T< -.<
 " -%30*"9 m!"T 'E+" !y"Ž"ˆ"Ž 1EB!O
" 1U-. w -.0Z" !! -." 1@ 1,BA1  m!""9 -.
 " )-P"*   ) ¨Ÿ ( %3K
%&~b
“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-
sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia
menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu
sengaja, maka kaffarat (melaggar) sumpah itu, ialah memberi
makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa
kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian
kepada mereka atau memerdekakan seorang budak.
Barangsiapa yang tidak sanggup melakukan yang demikian,
maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu
adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan
kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah
menerangkan kepadamu hukum-hukumNya agar kamu
bersyukur (kepadanya).” (Al-Maidah : 89)

Bimbingan Islam 35

JANGAN BERALASAN DENGAN TAKDIR

Setiap muslim harus berkeyakinan bahwa segala
kebaikan dan keburukan terjadi menurut takdir Allah dan
kehendakNya. Serta diketahui dengan ilmunya. Namun
menjalankan perbuatan baik atau buruk itu timbul atas
pilihan hambanya sendiri, sedang memperhatikan perintah
dan laranganNya adalah wajib bagi seorang hamba. Oleh
karena itu ia tidak boleh berbuat maksiat dengan dalih bahwa
yang demikian itu sudah ditakdirkan oleh Allah. Allah telah
mengutus Rasul-rasulNya serta menurunkan kitab-kitab agar
rasul-rasul itu menjelaskan jalan yang menuju kebahagiaan
dan yang menuju kesengsaraaan.
Demikian pula Allah telah memuliakan manusia
dengan akal fikiran dan menerangkan kepadanya jalan yang
sesat dan benar.
Firman Allah :
 3*9  U9e  rBA ]&[ 
 
“Sesunggunya Kami telah menunjukkan jalan yang lurus
ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.” (Al-Insan : 3)

Oleh karena itu apabila meninggalkan shalat atau minum
arak ia berhak dihukum karena melanggar perintah/larangan
Allah dan waktu itulah ia perlu sekali bertaubat dan menyesali
perbuatan maksiatnya.

Bimbingan Islam 36

KEUTAMAAN SHALAT DAN PERINGATAN
AGAR TIDAK MENINGGALKANNYA

1.Allah berfirman :
 "-P!Q^1 <!"_ f"D 1[ !0 )Ÿ ( " - "-Ž<3) 11[ m!u ) IM (
" 1&!# B!Q 1[ 4 Y U!*) "-Ž3 ‹QD k&[ ‹c3 ½U*} W3
“Wahai Robbku limpahkan ampunan, kasih sayang,
petunjuk, kesejahteraan dan rizki kepadaku.”

7.Sujudlah di atas lantai yang kedua kalinya seraya
membaca takbir, lalu bacalah :
fDG ¼3 ^AK
“Maha suci Tuhanku Yang Maha Luhur.” (tiga kali).

8.Duduklah di atas kaki kirimu dan tegakkan jari-jari kaki
kananmu. Duduk ini disebut duduk istirahat.

Raka’at kedua.
1.Bangkitlah dari raka’at pertama lalau bacalah ta’awuzd
dan basmalah. Kemudian bacalah surat Al-Fatihah dan surat
yang pendek, atau surat lainnya yang bisa dibaca.
2.Ruku’lah kemudian sujudlah seperti yang lalu, kemudian
duduklah dan genggam tangan kananmu, angkat dan gerak-
gerakkan telunjukmu sambil membaca :
 B^   yc3 ¾  mBD Eˆ µABS O

 
 &e µv¢O  YAD fD BD Eˆ µ9U2
µ&ž a fD &ž fD r_  µK3 ]&AD &ž  &e
a fD &ž fD “32 µB[U2 a fD B[U2 fD ŒB_ 9
9 µ&ž  µ&B¿ &Bc m
 µB[U2 a fD B[U2 fD Œ932 
b BÀ y Q  ´ WD  ; WD  m2 TD k
a;& NBb y Q  .

Bimbingan Islam 41

“Segala pengagungan adalah bagi Allah, begitu pula segala
do’a dan puja serta kebaikan. Kedamaian semoga selalu
dilimpahkan kepadamu wahai Nabi, begitu pula rahmat dan
berkat Allah. Semoga kedamaian dilimpahkah kepada kita dan
hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada
ilah yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi
bahwa Muhammad itu hamba dan utusanNya. Ya Allah,
limpahkanlah rahmatMu kepada Muhammad dan keluarganya
sebagaimana Kau limpahkan rahmatMu kepada Ibrahim dan
keluarganya. Ya Allah, limpahkanlah berkahMu kepada
Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Kau
limpahkan berkahMu kepada Ibrahim dan keluarganya.
Sesungguhnya Engkau Dzat yang senantiasa dipuji dan
diagungkan.
Ya Allah, aku mohon perlindungan kepadaMu dari siksa
neraka jahannam, dari siksa kubur, fitnah hidup dan mati dan
daripada fitnah dajjal.

3.Kemudian menoleh ke kanan dan ke kiri sambil
membaca masing-masing :
 yc3 .BD Eˆ
“Semoga kedamaian dan rahmat Allah dilimpahkan
kepadamu.”

DAFTAR BILANGAN RAKAAT SHALAT

Nama
shalat
Sunnah
qabliyah
Fardh
u
Sunnah
Ba’diyah
Shubuh 2 2 -
Dhuhur 2 + 2 4 2
Ashar 2 + 2 4 -
Maghrib 2 3 2
Isya 2 4 2 + 3 witir
Jum’at 2tahiyatul
masjid
2 2 di rumah
atau 2 + 2 di
masjid

Bimbingan Islam 42

HUKUM-HUKUM SHALAT

1. Sunnah qabliyah dikerjakan sebelum shalat fardhu
dan sunnah ba’diyah dikerjakan sesudahnya.
2. Pelan-pelanlah dan arahkan pandangan ke tempat
sujud dan jangan menoleh.
3. Diamlah apabila mendengar bacaan imam dan bacalah
surah-surah apabila tidak mendengar bacaan imam.
4. Shalat fardhu Jum’at dua rakaat dan tidak boleh
dikerjakan kecuali di masjid setelah mendengar khutbah.
5. Shalat fardhu maghrib tiga rakaat. Caranya, shalatlah
dua rakaat dulu seperti shalat subuh. Setelah selesai
membaca tahiyat semuanya jangan bersalam, tetapi berdiri
untuk melakukan rakaat ketiga sambil mengangkat kedua
tangan sampai batas pundak. Kemudian bacalah Al-Fatihah
saja kemudian selesaikanlah shalat seperti pada shalat subuh
tersebut diatas.
6. Shalat dhuhur dan ashar masing-masing empat
rakaat, lakukanlah seperti pada shalat maghrib dan berdirilah
untuk rakaat ketiga dan keempat. Bacalah surat Al-Fatihah
kemudian selesaikan shalat seperti yang anda sudah ketahui.
7. Shalat witir tiga rakaat, lakukanlah dua rakaat dulu
kemudian salam. Setelah itu shalat lagi satu rakaat kemudian
salam.
8. Apabila anda menjadi makmum, berdirilah dan
bacalah takbir meskipun imam sudah ruku’. Dalam hal ini
anda tetap memperoleh satu rakaat, tetapi kalau imam sudah
bangkit dari ruku’, anda tidak mendapat satu rakaat.
9. Apabila anda ketinggalan satu rakaat atau lebih dari
imam maka ikutilah shalat imam. Setelah imam salam anda
tidak ikut salam tetapi berdiri lagi untuk menambah rakaat
yang ketinggalan.
10. Jangan shalat dengan tergesa-gesa karena hal itu
dapat membatalkan shalat. Rasululloh  pernah melihat
seorang mengerjakan shalat dengan tergesa-gesa, maka beliau
bersabda kepadanya, “ulangilah shalatmu, karena kamu
belum shalat.” Lalu, ketiga kalinya, berkatalah orang itu :
“ajarilah aku ya Rasululloh!” beliau bersabda :

Bimbingan Islam 43

“Ruku’lah sehingga kamu dalam keadaan tenang, kemudian
bangkit berdirilah sehingga kamu dalam keadaan tegak lurus,
lalu sujudlah sehingga kamu dalam keadaan tenang.
Kemudian bangkit duduk sehingga dalam keadaan tenang …
dan sebagainya.” (Hadits Muttafaq alaih).
11. Apabila anda terlupa salah satu kewajiban shalat,
seperti lupa tidak duduk atau tahiyat awal atau ragu tentang
jumlah rakaat yang telah dikerjakan, maka ambillah jumlah
yang sedikit lalu sujudlah dua kali pada akhir shalat,
kemudian salam. Sujud ini disebut “sujud sahwi.”
12. Jangan banyak bergerak dalam shalat, karena hal ini
menghilangkan kekhusyu’an, bahkan bisa membatalkan
shalat apabila dilakukan berulang kali (banyak) dan bukan
karena terpaksa.

HADITS-HADITS TENTANG SHALAT

1. Shalatlah kamu seperti kamu lihat aku shalat (riwayat
Bukhari).
2. Apabila kamu masuk masjid maka shalatlah dua
rakaat sebelum duduk (riwayat Bukhari).
3. Jangan engkau duduk di kuburan dan janganlah
shalat menghadap kepadanya (riwayat Muslim).
4. Apabila sudah iqamat tidak boleh mengerjakan shalat
lain kecuali shalat fardhu (Riwayat Muslim).
5. Saya diperintahkan untuk tidak menyingsingkan
lengan baju dalam shalat (Riwayat Muslim).
6. Luruskan shaf dan himpitkan barisan dalam shalat.
Dalam satu riwayat ada yang mengatakan : “diantara kami ada
yang menempelkan bahu dan telapak kaki kanannya ke bahu
dan telapak kaki sahabatnya(Riwayat Bukhari).
7. Apabila sudah iqamat maka datanglah dengan berjalan
tenang tidak berlari. Apa yang kamu peroleh dari sholat
bersama imam kerjakanlah, dan apa yang ketinggalan dari
rakaat lengkapilah (Muttafaq Alaih).
8. Ruku’lah sampai tuma’ninah (tenang sesudah
bergerak) lalu angkat kepalamu sampai tegak berdiri sesudah
itu sujudlah sampai thuma’ninah (riwayat Bukhari).

Bimbingan Islam 44

9. Apabila kamu sujud letakkanlah kedua telapak
tanganmu dan angkatlah sikumu (riwayat Muslim).
10. Sesungguhnya saya adalah imammu, janganlah kamu
mendahului aku dalam ruku’ dan sujud (riwayat Muslim).
11. Pada hari kiamat nanti pertama kali akan dihisab
adalah mengenai shalatnya. Apabila shalatnya baik maka
baiklah seluruh amalnya dan apabila jelek maka jeleklah
seluruh amalnya (Hadits shahih riwayat Thabrani).

WAJIBNYA SHALAT JUM’AT DAN BERJAMAAH

Shalat Jum’at dan shalat berjamaah hukumnya wajib
bagi laki-laki, dalilnya sebagai berikut :
1. Allah berfirman :
 <U)9!T f"<  Z K"Q !yZ11z) <E  ! !%"+O! /!Y1
"T< 1 !0 5" 
"1" Z 1 -9  Q yB E 93; Q à b y~T (*
r9
3 UV ” 
 B
& %B¢  >Q &Q yÁ r#Y 3 D 
“Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati dan
sesungguhnya pada hari kiamat sajalah pahala-pahalamu
disempurnakan barangsiapa yang diselamatkan dari neraka
dan dimasukkan ke dalam surga maka sesungguhnya dia telah
beruntung. Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah
kesenangan yang menipu.” (Ali-Imran : 185).

Ada serangkai sya’ir berkilah :
Siapkan pundi-pundi bekalmu
Untuk masa yang pasti menantimu
Bila kematian datang menjemputmu
Sampailah sudah batas hayatmu
Tibalah saatnya kau bertaubat
Dari segala perilaku jahat
Hendaklah waspada wahai umat
Sebelum ajalmu dijemput malaikat
Di hari kiamat kau akan menyesal
Karena kau pergi tanpa bekal
Di tempat yang selalu dirundung sial
Peristiwa yang menanti di balik ajal
Tidakkah anda merasa kecewa
Sahabatmu yang senyum ceria
Karena bekal yang cukup tersedia
sedang dirimu haus dahaga

Bimbingan Islam 50

SHALAT IED DI MUSHALLA

1. Apabila Rasululloh  keluar pada hari raya fitri dan
Adha ke Mushalla (lapangan tempat shalat), maka pertama kali
yang beliau mulai adalah shalat. (Riwayat Al-Bukhari).
2. Rasululloh  bersabda :
“Takbir dalam shalat Ied : tujuh kali pada rakaat pertama
dan lima kali pada rakaat terakhir, kemudian membaca (Al-
Fatihah dan surah) setelah takbir pada setiap rakaat.” (Hadits
hasan riwayat Abu Dawud).
3. Rasululloh  memerintahkan kepada kita “agar
membawa keluar kaum wanita pada saat idul fitri dan idul
Adha : para gadis remaja, wanita haid dan wanita pingitan.
Adapun wanita haid, maka tidak mengerjakan shalat, tapi
menyaksikan kebaikan dan do’a kaum muslimin.” Ditanyakan
kepada beliau : “Ya Raasulullah, bagaimana bila seorang
wanita tidak mempunyai jilbab? Jawabnya : “Supaya
saudaranya memberikan jilbab kepadanya untuk dipakainya.”
(Hadits Muttafaq Alaih)

KESIMPULAN DARI HADITS-HADITS TERSEBUT :
1. Shalat ied adalah dua rakaat, pada permulaan rakaat
pertama bertakbir tujuh kali dan pada permulaan rakaat
kedua bertakbir lima kali. Kemudian imam membaca Al-
Fatihah dan surat. Dan shalat ied dilakukan dengan
berjamaah.
2. Shalat ied di laksanakan di mushalla (lapangan untuk
shalat), yaitu tempat dekat kota madinah dimana Rasululloh 
keluar ke sana untuk shalat iedul fitri dah iedul Adha. Dan
keluar bersama beliau anak-anak kecil, gadis-gadis remaja
sampai para wanita yang berhalangan karena haid. Kata Al-
Hafidh Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari “hadits ini
menunjukkan supaya keluar ke mushalla, dan bukan di
masjid, kacuali karena darurat.”

Bimbingan Islam 51

BERKURBAN PADA WAKTU IEDUL ADHA

1. Sabda Rasululloh  :
“Pertama kali yang kita mulai pada hari kita ini ialah
shalat, kemudian pulang dan menyembelih (kurban).
Barangsiapa yuang melakukan yang demikian itu, maka telah
mendapatkan sunnah kami. Tetapi barangsiapa menyembelih
kurban sebelum shalat, maka hal itu adalah daging yang dia
berikan kepada keluarganya dan sama sekali tidak termasuk
ibadah kurban.” (Muttafaq Alaih).

2. Sabda Rasululloh  :
“Hai orang-orang, sesungguhnya setiap rumah (keluarga)
harus berkurban.” (Hadits riwayat Imam Ahmad dan empat
periwayat. Dikuatkan oleh Al-Hafidh dalam fathul Bari).
3. Sabda Rasululloh  :
“Barangsiapa mempunyai kelongaran (rizki) tetapi tidak
berkurban, maka jangan dekat-dekat dengan mushalla kita.”
(Riwayat Ibnu Majah dan Al-Hakim. Dinyatakan shahih oleh
Al-Albani dalam Al-Jami’).

SHALAT ISTISQA’
(MEMINTA HUJAN)

1. Rasululloh Keluar  ke mushalla (lapangan) untuk
shalat istisqa’. Maka beliau berdo’a dan meminta hujan,
kemudian menghadap kiblat dan shalat dua rakaat, beliau
memutar (membalik) selendangnya dan menjadikan yang di
sebelah kanan berada di sebelah kiri. (Riwayat Al-Bukhari).
2. Dari anas bin Malik RA bahwa Umar bin Khattab
apabila mendapat orang-orang tertimpa kemarau panjang,
memohon turun hujan melalui (do’a) Abbas. Kata Umar :
Ya Allah, bahwa kami dahulu bertawassul dengan (do’a)
NabiMu kapadaMu, maka sekarang kami bertawasul dengan
(do’a) paman Nabi-Mu maka curahkanlah hujan untuk kami.”
Mereka pun mendapat curahan hujan. (Riwayat Al-Bukhari).
Hadits ini menunjukkan bahwa kaum muslimin pada
saat hidupnya Rasululloh  bertawassul dengan beliau,

Bimbingan Islam 52

memohon kepada beliau agar berdo’a meminta curahan hujan.
Setelah beliau wafat, mereka tidak lagi memohon do’a kepada
beliau, tetapi memohon kepada Abbas paman Nabi  yang
masih hidup. Maka berdirilah Abbas seraya berdo’a kepada
Allah untuk kaum muslimin.

Bimbingan Islam 53

SHALAT GERHANA MATAHARI

1. Dari Aisyah RA, ia berkata :
“Telah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasululloh 
maka beliau mengutus seorang penyeru untuk mnyerukan “As-
shalatu jaami’ah.” Lalu berdirilah Rasululloh  melaksanakan
shalat dengan empat ruku’ dalam dua rakaat dan empat
sujud.” (Riwayat Al-Bukhari).
2. Dari Aisyah RA, ia brkata :
“Terjadilah gerhana matahari pada zaman Nabi , maka
berdirilah beliau dan shalat mengimami orang-orang, beliau
panjangkan bacaan, kemudian ruku’ dengan
memanjangkannya, lalu mangangkat kepala. Beliau
panjangkan lagi bacaan tetapi lebih pendek dari bacaan
pertama, kemudian ruku’ dengan memanjangkanya- tetapi lebih
pendek daripada ruku’ pertama. Lalu mengangkat kepala.
Kemudian melakukan sujud dua kali. Setelah itu, beliau berdiri
dan melakukan pada rakaat kedua seperti yang beliau lakukan
pada rakaat pertama. Kemudian salam. Dan ketika itu matahari
sudah kelihatan terang. Lalu beliau berkhutbah, sabdanya :
“sesungguhnya, tidaklah terjadi gerhana matahari dan bulan
karena matinya seorang atau lahirnya seseorang. Akan tetapi
keduanya merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah yang
Dia perlihatkan kepada para hamba-Nya. Maka apabila kalian
melihat kejadian tersebut, segeralah bershalat …” dalam
riwayat lain : “Apabila kalian melihat kejadian tersebut, maka
berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, bershalatlah dan
bersedaklah.” Sabda beliau selanjutnya “Hai umat Muhammd,
tiada seorangpun yang lebih cemburu daripada Allah bila
berzina seorang hamba-Nya yang laki-laki, atau berzina hamba-
Nya yang perempuan, Hai umat Muhamad, Demi Allah
andaikata kalian mengetahui apa yang kuketahui niscaya
kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Ketahuilah,
bukanlah telah kusamapikan?” (Riwayat Al-Bukhari dan
Muslim, secara ringkas dari kitab Jami’ Al-Ushul 6/156-158).

Bimbingan Islam 54

AWAS JANGAN LEWAT DI DEPAN
ORANG YANG SEDANG SHALAT

Rasululloh  bersabda :
“Andaikata orang yang berjalan di depan orang yang
sedang shalat mengetahui apa dosanya, tentu ia berhenti empat
puluh dan itu lebih baik baginya daripada lewat di depan orang
tersebut.” Abu Nadhar berkata : saya tidak tahu apakah
Rasululloh bersabda empat puluh hari, atau bulan atau tahun.
(riwayat Bukhari).

Hadits tersebut menunjukkan bahwa lewat di depan (di
tempat bersujud) orang yang sedang shalat akan mendapatkan
dosa dan ancaman, sehingga jika orang yang lewat tersebut
mengetahui dosa yang akan di tanggung tentu ia akan
berhenti ampat puluh hari, bulan atau tahun. Sedang jika ia
lewat agak jauh dari tempat sujud orang tersebut maka tidak
apa-apa, hal ini sesuai dengan pemahaman hadits di atas yang
menyebutkan tempat kedua tangan waktu sujud.
Bagi yang melaksanakan shalat hendaknya meletakkan
tanda batas di depannya, sehingga orang yang lewat tahu dan
tidak lewat di depannya, sebagaimana sabda Rasululloh  :
“Jika salah seorang di antara kamu shalat menghadap ke
suatu yang membatasinya dari orang, kemudian ada yang
lewat di depannya hendaknya ia mencegah orang tersebut,
sedang jika orang tersebut menolak, maka perangilah dia
karena sebenarnya orang tersebut adalah setan.” (Mutafaq
Alaih).
Hadits shahih yang diriwayatkan Bukhari dan yang
memperingatkan lewat di depan orang yang shalat ini
termasuk perbuatan serupa di Masjidil Haram dan Masjid
Rasul karena keumuman hadits tersebut, dan karena
Rasululloh mengucapkan hadits tersebut di Makkah dan
Madinah. Dalilnya :
1. Bukhari menyebutkan dalam bukunya : “Ibnu Umar
pernah mencegah orang yang lewat di depannya ketika ia
sedang melakukan tasyahud di Ka’bah, kemudian berkata :
Jika ia tetap menolak kecuali jika engkau bunuh, maka
bunuhlah. Alhafidz Ibnu Hajar Al-Asqalany dalam “Fathul Bari

Bimbingan Islam 55

berkata : penyebutan “Ka’bah” secara khusus agar tidak
terbayang bahwa melewati orang shalat di Ka’bah diampuni
karena ramai.
2. Sedang hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud
bukanlah hadits shahih karena ada perawi yang tidak
diketahui. Hadits tersebut adalah sebagai berikut : Ahmad bin
Hambal meriwayatkan kepada kami, Sufyan bin Uyainah
meriwayatkan kepada saya dari sebagian keluarga dari
kakeknya bahwa ia melihat Nabi  shalat di depan pintu Bani
Sahm (di Masjid Haram) dan orang-orang lewat di depannya
sedang antara keduanya tidak ada tanda batas. Sufyan
berkata : antara beliau dengan Ka’bah tidak ada tanda batas.
Sufyan berkata : ibnu Juraej pernah menceritakan kepada
kami dari ayahnya. Kemudian saya tanyakan kepadanya,
maka ia berkata : saya tidak pernah mendengarnya dari
ayahku, tetapi dari sebagian dari keluargaku dari kakek saya.
Dan Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalany mengatakan dalam
bukunya “Fathul Bari” bahwa hadits tersebut “Ma’lul”.
3. Dalam kitab Bukhari disebutkan : dari Abu Juhaifah
berkata bahwa Rasululloh  bepergian kemudian shalat
dhuhur dan asar dua rakaat di Batha’ (Makkah) dan
mendirikan tongkat berkepala besi di depannya.

KESIMPULAN :
Melewati tempat sujud orang yang sedang shalat adalah
haram dan mendapatkan dosa serta ancaman, jika orang yang
shalat tersebut meletakkan tongkat/tabir di depannya, baik di
tanah Haram maupun di tempat yang lain sebagaimana
disebutkan dalm hadits-hadits shahih di atas. Tapi bisa juga
bagi orang yang terpaksa ketika dalam keadaan amat sesak
dan penuh sama sekali.

PUASA DAN BEBERAPA FAEDAHNYA

Allah  berfirman :

Bimbingan Islam 56

   fD j 9 9 EBO .BD j 9    
  .Z .AC 
“Hai orang-orang yang beriman telah diwajibakan atas
kamu puasa sebagaimana diwajibakan atas orang-orang
sebelum kamu, semoga kamu bertaqwa.” (Al-Baqarah : 183)
Rasululloh  bersabda :

 aK3 aC  : y; EBO . BD * 
“Puasa itu tameng (untuk menghindari api neraka).”
(Muttafaq Alaih).

Ketahuilah wahai saudaraku seagama, bahwa puasa itu
adalah ibadah yang berfaedah banyak, di antaranya :
1. Puasa mengistirahatkan pencernaan dan perut dari
kelelahan kerja yang terus menerus, mengeluarkan sisa
makanan dalam tubuh, memperkuat badan dan bermanfaat
pula bagi penyembuhan beberapa penyakit. Disamping
mengistirahatkan kaum perokok dari kecanduan rokok dan
dapat membantu dalam upaya meninggalkannya.
2. Puasa merupakan latihan dan pembiasaan jiwa untuk
berbuat kebaikan dan disiplin, ketaatan dan kesabaran.
3. Orang yang berpuasa merasakan adanya persamaan
dengan saudaranya yang berpuasa, ia berpuasa bersama,
berbuka bersama, merasakan adanya kesatuan Islam yang
menyeluruh, dan merasakan lapar sehingga dapat ikut
prihatin terhadap saudara-saudaranya yang mengalami
kelaparan dan mempunyai kebutuhan.
4. Rasululloh  bersabda :
a. Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan
penuh iman dan mencari ridha Allah, maka ia akan diampuni
dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq alaih).
b. Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan,
kemudian diikuti dengan enam hari pada bulan syawal, maka
puasanya seperti puasa setahun. (Riwayat Muslim).
c. Barangsiapa yang bangun pada bulan
Ramadhan (untuk shalat tarawih). dengan penuh keimanan dan

Bimbingan Islam 57

mencari ridha Allah, maka ia akan diampuni dosa-dosanya
yang telah lalu (Muttafaq Alaih).

KEWAJIBAN ANDA PADA BULAN RAMADHAN

Ketahuilah wahai saudaraku seagama, bahwa Allah
mewajibkan kepada kita berpuasa untuk beribadah kepada-
Nya.
Agar puasamu diterima oleh Allah dan bermanfaat, maka
kerjakankah hal-hal berikut ini :
1. Jaga shalatmu, karena banyak orang yang berpuasa
meremehkan shalat, padahal shalat adalah tiang agama.
2. Berakhlaklah yang baik, jauhilah kekufuran, mencela
agama dan bersikap tidak baik dengan sesama manusia,
karena puasa melatih jiwa dan memperbaiki moral, sedang
kekufuran menyebabkan kemurtadan.
3. Janganlah berbicara yang tidak baik meskipun
bergurau karena dapat menghapuskan puasa anda, dan
dengarlah sabda Rasululah  :
“Jika seseorang di antara kamu suatu hari berpuasa
hendaknya jangan berbuat keji atau berteriak-teriak pada
waktu itu. Jika dicaci atau diajak berantem, maka hendaknya
ia berkata “saya sedang berpuasa.” (Muttafaq Alaih).
4. Ambillah manfaat dari puasa untuk meninggalkan
rokok yang menyebabkan kangker dan penyakit paru-paru,
dan usahakan agar anda mempunyai kemauan kuat untuk
meninggalkannya pada waktu berbuka sebagaimana anda
tinggalkan pada waktu siang, sehinga anda dapat menghemat
kesehatan dan harta benda.
5. Jangan berlebih-lebihan dalam makanan ketika
berbuka sehingga hilang faedah puasa, dan merusak
kesehatan anda.
6. Janganlah pergi ke bioskop atau menonton TV/Video
agar anda terhindar dari hal-hal yang merusak akhlak dan
bertentangan dengan puasa.
7. Janganlah banyak bergadang sehingga anda tidak
sahur dan shalat fajar, dan hendaklah anda bekerja pada pagi-
pagi hari, sebagaimana sabda Rasululloh :

Bimbingan Islam 58

[3.2 š ÅG “32  . &c ] 3 NB^_
“Ya Allah, berikanlah kepada umatku keberkahan di pagi
hari mereka.” (riwayat Ahmad).
8. Perbanyaklah sedekah pada sanak kerabat dan orang
yang membutuhkan, kunjungilah sanak kerabat, dan
selesaikanlah pertikaian di antara mereka.
9. Perbanyaklah zikir kepada Allah, membaca Al-Qur’an
dan mendengarkannya, menghayati maknanya, dan
laksanakan perintah-perintahnya, pergilah ke masjid untuk
mendengarkan pelajaran-pelajaran yang bermanfaat dan
beriktikaf di masjid pada bulan Ramadhan merupakan
perbuatan sunnah.
10. Bacalah tulisan-tulisan tentang puasa dan hal-hal lain
untuk mengetahui hukum-hukumnya, sehingga anda tahu
bahwa makan dan minum karena lupa tidak membatalkan
puasa, bahwa janabat pada waktu malam tidak menghalangi
puasa meskipun tetap wajib mandi besar untuk bersuci dan
shalat.
11. Jagalah puasa Ramadhan, biasakan anak-anak anda
berpuasa ketika mereka mampu, dan hindarilah berbuka
tanpa uzur, maka barangsiapa yang membatalkan puasa
dengan sengaja, ia harus menggantinya di hari lain dan
bertaubat. Dan barangsiapa menggauli isterinya di saat puasa,
maka harus membayar kaffarat(1)
.
12.Waspadalah wahai saudaraku seagama, dalam berbuka
pada bulan Ramadhan, jangan berbuka terang-terangan di
depan orang karena terang-terangan berbuka merupakan
keberanian di depan Allah, mempermudah Islam dan tidak
mempunyai malu kepada orang lain. Ketahuilah bahwa orang
yang tidak berpuasa, maka ia tidak berhari raya. Karena hari
raya merupakan kegembiraan yang besar dengan
sempurnanya puasa dan diterimanya ibadah.

(1) Kaffaratnya yaitu memerdekakan seorang hamba sahaya, bila tidak
mendapatkan maka berpuasa dua bulan berturut turut, dan bila tidak
mampu maka memberi makan kepda enam puluh orang miskin.

Bimbingan Islam 59

KEUTAMAAN HAJI DAN UMRAH

1. Allah  berfirman :
  lQ U*9  ˆBAK B ”S K  ŒBA   4 fD 
vZ D ‹} 
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap
Allah yaitu (bagi) orang yang sanggup melaksanakan
perjalanan ke Baitullah. Dan barangsiapa mengingkari
(kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak
memerlukan) dari semesta alam.” (Ali-Imran : 97)
2. Rasululloh  bersabda :
“Umrah ke umrah adalah penghapus dosa antara
keduanya, dan haji yang mabrur tidak mempunyai pahala
selain surga.” (Muttafaq alaih).
3. Rasululloh bersabda :
“Baragsiapa melakukan haji tanpa berbuat keji dan tidak
fasiq, maka ia kembali tidak berdosa sebagaimana waktu ia
dilahirkan oleh ibunya.” (Muttafaq alaih).
4. Rasululloh  bersabda :
“Ikutilah saya dalam ibadah haji kalian.” (Riwayat Muslim).
5. Segeralah melaksanakan ibadah haji jika anda sudah
cukup mempunyai bekal pulang pergi tanpa perlu memikirkan
pembiayaan selain haji seperti membeli hadiah, permen dan
lain sebagainya karena Allah tidak menerimanya. Segeralah
pergi haji sebelum jatuh sakit, miskin atau mati dalam
keadaan ingkar kepada Allah, karena haji merupakan salah
satu rukun Islam.
6. Harta yang dipakai untuk melaksanakan ibadah haji
dan umrah harus halal sehingga ibadah haji dan umrah
tersebut dapat diterima oleh Allah.
7. Haram bagi wanita pergi haji tanpa disertai
muhrimnya, karena Rasululloh  bersabda :
“Dan janganlah wanita pergi kecuali daengan muhrimnya.”
(Muttafaq alaih).
8. Damailah dengan lawanmu, bayar hutangmu, nasehati
keluargamu agar tidak berlebih-lebihan dalam berhias,

Bimbingan Islam 60

kendaraan, makanan manisan, pemotongan kurban dan lain
sebagainya, sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur’an :
 QU
2Ue 9 
“Makanlah, minumlah dan jangan kamu berlebih-lebihan.”
(Ah-A’raf : 30).
9. Haji merupakan konferensi besar bagi umat Islam
untuk saling berkenalan, berkasih-kasihan dan saling
membantu untuk menyelesaikan kesulitan-kesulitan mereka
dan agar mereka menyaksikan manfaat bagi mereka dalam
urusan agama dan dunia.
10.Yang penting sekali, agar kamu dapat menyelesaikan
kesulitan kamu dengan minta pertolongan dan berdo’a hanya
kepada Allah semata. Allah berfirman :
 2 “Ue
¼3 DY Ã rC & 
“Katakanlah : sesunguhnya aku hanya berdo’a kepada
Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun
denganNya.” (Al-Jin : 20).
11.Umrah bisa dilaksanakan seetiap waaktu, tapi jika
dilaksanakan pada bulan Ramadhan lebih utama,
sebagaimana sabda Rasululloh  :
 aK3 aC  yz a&Z †3 %UD . BD *  .
“Umrah pada bulan Ramadhan seimbang nilainya dengan
haji.” (Muttafaq alaih).
12.Shalat di masjid Ka’bah lebih baik dari seratus ribu
shalat di tempat lain, sebagaimana sabda Rasululloh  :
š %ˆ_
 &;b  ]K BQ %ˆ_ ‡  r†Q /&z
yAZ. &z .  ] 3 .
“Shalat di masjidku lebih utama dari seribu shalat di
masjid lain kecuali masjid Ka’bah.” (Riwayat Muslim).
Sabda beliau juga :
y~« [ /&z š %ˆ_  r†Q EU¢ &zb š %ˆ_ %ˆ_ .
&c ] 3 NB^_

Bimbingan Islam 61

“Shalat di masjid haram lebih utama seeratus kali daripada
shalat di masjidku.” (Riwayat Ahmad)
jadi 1000 x 100 shalat = 100.000 shalat.
13.Hendaklah anda mengerjakan haji tamattu’, yaitu
umrah, lalu tahallul, kemudian haji. Berdasarkan sabda Nabi
 :
“Wahai pengikut Muhammad, barangsiapa di antara kamu
yang mengerjakan haji maka supaya memulai dengan umrah
dalam hajinya itu.” (riwayat ibnu Hibban dan dinyatakan
shahih oleh Al-Albabani)

Bimbingan Islam 62

PEKERJAAN DALAM UMRAH

1. Ihram : pakailah pakaian ihram di miqat(1)
sambil
mengucapkan :
%UD  mBA
“Dan keraskan suaramu dengan membaca talbiyah”
mBA  mBA
2. Tawaf ; jika anda sudah sampai di Makkah, pergilah ke
masjid Haram dan lakukan tawaf keliling Ka’bah tujuh kali
dimulai dari Hajar Aswad sambil mengucapkan :
´9   2
Ciumlah Hajar Aswad jika dapat, kalau tidak dapat maka
tunjuklah dengan jari-jari kananmu.. usaplah rukun Yamani
dengan tangan kananmu setiap kali kalau dapat, tanpa
mencium atau menunjuk dengan jari-jari tangan. Ucapkanlah
antaran dua rukun (Yamani dan Hajar Aswad) do’a berikut ini
:
3 WD C y %U#± š y B
& š  23 .
“kemudian shalatlah dua rakaat di belakang maqam
Ibrahim dengan membaca surat Al-Kafirun pada rakaat
pertama dan membaca surat Al-Ikhlas pada rakaat ke dua.

3. Sa’i : naiklah ke shafa. Menghadaplah ke kiblat sambil
mengangkat tangan ke langit dan mengucapkan :

(1 Miqat bagi orang Syam : Juhfah (Rabigh), bagi orang Nejed :
Qarnul manazil, bagi orang yaman : Yalamlam, bagi orang
Mmadinah : Dzul Hulaifah (Abyar Ali), bagi orang Iraq : Dzat ‘Irq.
Dan miqat ini berlaku bagi siapa saja yang melewatinya.

Bimbingan Islam 63

 U~Ze  % Ub *O  . 2  &2 « &2 .
“dan bertakbiralah tiga kali, tanpa menunjuk dengan jari-
jari tangan, kemudian ucapkan tiga kali kalimat berikut :
?de r9 fD [ &¢  mb   mUe
]& 
 

]& WXG EX[ ]&D ‚&_ ]&D Xt ]& 
 
U&C .
Ucapkan hal ini di shafa dan marwa berkali-kali dengan
do’a. berjalan cepat antara shafa dan marwa antara dua garis
hijau. Sa’i dilakukan tujuh kali, berangkat dihitung sekali dan
pulang dihitung sekali.
4. Cukurlah semua rambutmu atau potonglah pendek.
Bagi wanita cukup dipotong sedikit saja. Hal ini disebut
tahallul.

PEKERJAAN DALAM HAJI(1)

Ihram, bermalam di Mina, Wukuf di Arafah, bermalam
di muzdalifah, melempar jumrah, menyembelih kurban,
memotong rambut, Tawaf dan Sa’i.
1. Berpakaianlah pakaian ihram di Makkah pada hari ke
tujuh pada bulan Zul Hijjah sambil mengucapkan :
yz  mBA .
Pergi ke mina dan bermalam di sana, kemudian shalat
lima waktu dengan di qashar sehingga shalat zuhur, Asar dan
Isya’ kamu kerjakan masing-masing dua rakaat, pada
waktunya.
2. Pergi ke Arafah pada hari ke sembilan setelah terbit
matahari, shalat dzuhur dan Asar di jama’ taqdim dengan

1 (Haji tamattu’ ialah yaitu berihram dengan niat umrah pada bulan haji, lalu
tahallul. Kemudian pada tanggal 8 Dzulhijjah berihram untuk haji. Ini yang
lebih mudah dan paling utama, dan inilah yang deperintahkan oleh
Rasulullah  kepada para sahabat dengan sabdanya : “Barangsiapa di
antara kalian yang tidak membawa binatang kurban maka supaya
bertahallul dan menjadikannya sebagai umrah.” (riwayat Mulslim).

Bimbingan Islam 64

sekali azan dua iqomat tanpa shalat sunnat. Perhatikan bahwa
kamu benar-benar berada di Arafah, sedang dalam keadaan
tidak berpuasa, mengucapkan talbiyah dan hanya memanggil
Allah semata, karena wuquf di Arafah merupakan rukun yang
paling pokok.
3. Tinggalkan Arafah setelah tenggelam matahari dengan
tenang menuju muzdalifah. Shalat maghrib dan isya’ dengan
jama’ ta’khir. Bermalam di muzdalifah untuk dapat shalat
subuh dan dzikir kepada Allah di Masy’aril haram. Bagi kaum
lemah diperbolehkan untuk tidak bermalam(1).
4. Tinggalkan Muzdalifah sebelum terbit matahari dengan
berangkat menuju ke Mina pada hari raya dan lemparlah
jumrah kubra dengan tujuh batu kerikil sambil bertakbir,
waktunya setelah terbit matahari sampai malam.
5. Potonglah kurban di Mina atau di Makkah pada hari
raya dan tasyriq, makanlah daging kurban tersebut dan
berikan kepada kaum fuqara. Jika tidak bisa membeli kurban,
maka berpuasalah tiga hari pada waktu haji dan tujuh hari
jika kamu telah pulang ke keluargamu. Seorang perempuan
mempunyai kewajiban menyembelih kurban atau berpuasa
sama dengan kewajiban lelaki. Dan ini untuk tamattu’.
6. Cukurlah rambutmu atau potong pendek dan
mencukur semua rambut lebih utama. Kemudian
berpakaianlah dengan pakaian biasa, dan dihalalkan bagimu
segala sesuatu kacuali bergaul dengan perempuan.
7. Kembalilah ke Makkah, melakukan tawaf tujuh kali,
dan sa’i antara shafa dan Marwa tujuh kali (pergi dihitung
sekali dan pulang dihitung sekali). Setelah itu kamu boleh lagi
bergaul dengan isterimu. Boleh juga mengakhirkan thawaf
sampai hari tasyriq yang terakhir.
8. Kembalilah ke Mina pada hari raya dan wajib bermalam
di sana. Kemudian lemparlah ketiga jumrah dimulai dari
jumrah kecil setiap hari setelah zuhur sampai malam dengan
tujuh kerikil pada setiap jumrah. Setiap melemparkan satu
kerikil mengucapkan takbir dan tahu bahwa lemparannya
jatuh pada sasaran, jika tidak sampai agar diulangi.
Disunatkan untuk wuquf setelah melempar jumrah sughra

1
)dengan meninggalkan Muzdalifah setelah pertengahan malam

Bimbingan Islam 65

dan wustha untuk berdo’a dengan mengangkat kedua belah
tangan. Diperbolehkan bagi kaum wanita, orang-orang sakit,
anak-anak kecil dan orang-orang yang lemah untuk
mewakilkan kepada orang lain dalam melempar jumrah
tersebut. Sebagaimana diperbolehkan mengakhirkan waktu
melempar jumraah sampai hari kedua atau ketiga dalam
keadaan terpaksa.
9. Tawaf wada’ adalah wajib, dan bepergian dilakukan
langsung setelah tawaf wada’ (bagi yang meninggalkannya
wajib membayar dam begitu juga bagi yang tidak melempar
jumrah atau tidak bermalam. Pent.).

ADAB-ADAB DALAM HAJI DAN UMRAH

1. Ikhlaskan hajimu hanya untuk Allah semata sambil
mengucapkan :
yZ¹
BQ ?3
yz ][ 
2. Kawanilah para ahli kebaikan dan berbaktilah kepada
mereka serta sabarlah terhadap gangguan tetanggamu.
3. Waspadalah dalam mengisap dan membeli rokok. Hal
itu adalah haram, membahayakan badan, tetangga, harta dan
merupakan maksiat kepada Allah.
4. Pergunakanlah siwak ketika shalat dan ambillah siwak,
air zam-zam dan korma sebagai hadiah, karena banyak hadits-
hadits shahih yang menyebutkan keutamaannya.
5. Waspadalah dalam menyentuh kaum wanita dan
melihat kepada mereka. Tutupilah isterimu dari kaum lalaki.
6. Janganlah melangkahi kepala orang yang shalat
sehingga menyakiti mereka, dan duduklah sedekat mungkin.
7. Hati-hati lewat di depan orang yang sedang shalat
meskipun di tanah Haram, karena itu merupakan parbuatan
setan.
8. Perlahan-lahanlah dalam shalatmu, dan shalatlah
menghadap ke pembatas (seperti tembok, punggung orang
atau tas) dan pembatas makmum cukup dengan imam
mereka.

Bimbingan Islam 66

9. Berlemah lembutlah dengan orang-orang di sekitarmu
ketika tawaf, sa’i, melempar jumrah dan mencium hajar
aswad, karena hal itu diperintahkan.
10.Janganlah berdo’a kepada selain Allah seperti kepada
orang-orang yang sudah mati karena hal itu perbuatan syirik
yang dapat membatalkan haji dan amal baik. Allah berfirman :
G rC ¾  
B3 3*}  9 Tœ ˆQ QUZ  ÈY mT AB2ˆ; 
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak
perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin; hendaklah
mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang
demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena
itu mereka tidak diganggu. Sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab : 59).

AL-Qur’an juga melarang kaum wanita terlalu bertingkah
dan berhias di luar rumah. Allah berfirman :
 ¸ G yB[Á s´ ;´


Bimbingan Islam 81

“Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti
orang-orang jahiliyah yang dahulu.” (Al-Ahzab : 33).

2. Mewasiatkan kepada anak untuk memakai pakaian
sesuai jenisnya sehingga pakaian wanita tidak sama dengan
pakaian lelaki, juga mewasiatkan kepada mereka untuk
menjauhi pakaian asing seperti celana sempit, memanjangkan
kuku dan rambut serta memendekkan jenggot. Dalam hadits
shahih disebutkan :
¾ Z  ?  Aw b ?2 a;U  vAw b
 Z a;U2 ?  ˆ;U b a;U  v8gb . /3gA ] 3 .
“Nabi Muhammad  melaknat kaum lelaki yang memakai
pakaian seperti kaum wanita dan kaum wanita yang memakai
pakaian seperti kaum lelaki, serta kaum waria baik laki-laki
maupun perempuan.” (riwayat Bukhari).
 Q E2 Aw  . Y Y 2 ] 3 .
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum berarti ia telah
termasuk di dalam kaum tersebut.” (riwayat Abu Daud).

AKHLAK DAN SOPAN SANTUN

1. Kita biasakan anak untuk menggunakan tangan
kanan dalam mengambil, memberi, makan, minum, menulis
dan menerima tamu, dan mengajarkannya untuk selalu
memulai setiap pekerjaan dengan basmalah terutama untuk
makan dan minum dan harus dilakukan dengan duduk serta
di akhiri dengan membaca hamdalah.
2. Membiasakan anak untuk selalu menjaga kebersihan ,
memotong kukunya, mencuci kedua tangannya sebelum dan
sesudah makan, dan mengajarinya untuk bersuci ketika
buang air kecil maupun air besar sehinga tidak membuat najis
pakaiannya dan shalatnya menjadi sah.
3. Berlemah lembut dalam memberi nasehat kepada
mereka dengan secara diam-diam, tidak membuka kesalahan

Bimbingan Islam 82

mereka di depan umum, jika mereka tetap membandel maka
kita diamkan selama tiga hari dan tidak lebih dari itu.
4. Menyuruh anak-anak untuk diam ketika azan
berkumandang dan menjawab bacaan-bacaan muazin
kemudian bershalawat atas Nabi dan berdo’a :
yBK &ž  y~ %ˆO y  %D& ][ W3 
&D / Yž  8Z2 yB†* . /3gA ] 3
5. Memberi kasur pada setiap anak jika memungkinkan,
jika tidak maka setiap anak diberikan selimut sendiri-sendiri.
Akan lebih utama jika anak perempuan mempunyai kamar
sendiri dan anak laki-laki mempunyai kamar sendiri, guna
menjaga akhlak dan kesehatan mereka.
6. Membiasakan mereka untuk tidak membuang sampah
dan kotoran di tengah jalan dan menghilangkan hal yang
menyebabkan mereka sakit.
7. Waspada terhadap persahabatan mereka dengan
kawan-kawan yang nakal, mengawasi mereka, dan melarang
mereka untuk duduk-duduk di pinggir jalan.
8. Memberi salam kepada anak-anak di rumah, di jalan
dan di kelas dengan lafadz :
9U2  yc3 .BD Eˆ
9. Berpesan kepada anak untuk berbuat baik kepada
tetangga dan tidak menyakiti mereka.
10. Membiaskan anak untuk bersikap hormat dan
memuliakan tamu serta menghidangkan suguhan baginya.

JIHAD DAN KEBERANIAN

1. Harus di adakan pertemuan khusus bagi keluarga dan
palajar untuk dibacakan riwayat hidup Rasululloh  dan para
sahabatnya agar mereka tahu bahwa Rasululloh  adalah
pemimpin yang berani dan para sahabatnya seperti Abu
Bakar, Umar, Utsman, Ali dan Mu’awiyah telah membuka
negeri kita, merupakan faktor penyebab ke-Islaman kita dan
telah mendapat kemenangan dengan iman, jihad, amal dan
akhlak yang tinggi.

Bimbingan Islam 83

2. Mendidik anak-anak berani menyeru kebaikan dan
mencegah kemungkaran, tidak takut kecuali kepada Allah dan
tidak menakut-nakuti mereka dengan cerita-cerita dan
dongeng-dongeng yang manakutkan.
3. Menanamkan pada anak kecintaan balas dendam
kepada orang-orang yahudi dan kaum zalim. Pemuda-pemuda
kita akan membebaskan Palestina dan Masjid Aqsa ketika
mereka kembali kepada Islam dan jihad di jalan Allah serta
mendapat kemenangan dengan izin Allah.
4. Memberikan cerita-cerita yang mendidik, bermanfaat
dan Islami, seperti serial cerita-cerita dalam Al-Qur’an, sejarah
Nabi, pahlawan dan kaum pemberani dari para sahabat dan
orang-orang Islam lainnya, seperti kitab :
a. Asy-syamaail Al-Muhamadiyah Wal akhlaaq An-
Nabawiyah Wal Adaab Al-Islamiyah.
b. Al-Aqidah Al-Islamiyah Min Al-Kitab Was-
Sunnah Ash-Shahihah.

Bimbingan Islam 84

BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA

Jika kamu ingin berhasil di dunia dan akhirat, maka
kerjakanlah beberapa pesan sebagai berikut :
1. Berbicaralah kepada kedua orang tuamu dengan sopan
santun, jangan mengucakan “ah” kepada mereka, jangan
hardik mereka dan berkatalah kepada mereka dengan ucapan
yang baik.
2. Taati selalu kedua orang tuamu selama tidak dalam
maksiat, karena tidak ada ketaatan pada makhluk yang
bermaksiat kepada Allah.
3. Berlemah lembutlah kepada kedua orang tuamu,
jangan bermuka masam di depannya, dan janganlah
memelototi mereka dengan marah.
4. Jaga nama baik, kehormatan dan harta benda kedua
orang tua. Dan janganlah mengambil sesuatu pun tanpa seizin
keduanya.
5. Lakukanlah hal-hal yang meringankan keduanya meski
tanpa perintah seperti berkhidmat, membelikan beberapa
keperluan dan bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu.
6. Musyawarahkan segala pekerjaanmu dengan orang tua
dan mintalah maaf kepada mereka jika terpaksa kamu
berselisih pendapat.
7. Segera penuhi panggilan mereka dengan wajah yang
tersenyum sambil berkata : ada apa, bu! Atau ada apa, pak!
8. Hormati kawan dan sanak kerabat mereka ketika
mereka masih hidup dan sesudah mati.
9. Jangan bantah mereka dan jangan persalahkan
mereka, tapi usahakan dengan sopan kamu dapat
menjelaskan yang benar.
10. Jangan kau bantah perintah mereka, jangan kamu
keraskan suaramu atas mereka, dengarkanlah pembicaraanya,
bersopan santunlah terhadap mereka, dan jangan ganggu
saudaramu untuk menghormati kedua orang tuamu.
11. Bangunlah jika kedua orang tuamu masuk ke
tempatmu dan ciumlah kepala mereka.
12. Bantulah ibumu di rumah dan jangan terlambat
membantu ayahmu di dalam pekerjaannya.

Bimbingan Islam 85

13. Jangan pergi jika mereka belum memberi izin meski
untuk urusan penting, jika terpaksa harus pergi maka
mintalah maaf kepada keduanya dan jangan sampai
memutuskan surat menyurat dengannya.
14. jangan masuk ke tempat mereka kecuali setelah
memdapat izin terutama pada waktu tidur dan istirahat
mereka.
15. Jangan makan sebelum mereka dan hormatilah mereka
dalam makanan dan minuman.
16. Jangan berbohong dengan mereka dan jangan cela
mereka jika mereka berbuat yang tidak menarik anda.
17. Jangan utamakan isterimu atau anakmu atas mereka.
Mintalah restu dan ridho dari mereka sebelum melakukan
segala sesuatu, karena ridho Allah terletak pada ridha kedua
orang tua dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan
mereka.
18. Jangan duduk di tempat yang lebih tinggi dari mereka
dan jangan menselonjorkan kedua kakimu dengan congkak di
depan mereka.
19. Jangan congkak terhadap nasib ayahmu meski engkau
seorang pegawai besar, dan usahakan tidak pernah
mengingkari kebaikan mereka atau menyakiti mereka meski
hanya dengan satu kata.
20. Jangan kikir untuk menginfakkan harta kepada
mereka sampai mereka mengadu padamu dan itu merupakan
kehinaan bagimu dan itu akan kamu dapatkan balasannya
dari anak-anakmu. Apa yang kamu perbuat akan mendapat
balasan.
21. Perbanyak melakukan kunjungan kepada kedua orang
tua dan memberi hadiah, sampaikan terima kasih atas
pendidikan dan jerih payah keduanya, dan ambillah pelajaran
dari anak-anakmu yaitu merasakan beratnya mendidik
mereka.
22. Orang yang paling berhak mendapat penghormatan
adalah ibumu, kemudian ayahmu. Ketahuilah bahwa surga
ada di bawah talapak kaki ibu.
23. Usahakan untuk tidak menyakit kedua orang tua dan
menjadikan mereka marah sehingga kamu merana di dunia

Bimbingan Islam 86

dan akhirat, dan anak-anakmu akan memperlakukan kamu
sebagaimana kamu memperlakukan kedua orang tuamu.
24. Jika meminta sesuatu dari kedua orang tuamu maka
berlemah-lembutlah, berterima kasihlah atas pemberian
mereka dan maafkan jika menolak permintaanmu serta jangan
trelalu banyak meminta agar tidak mengganggu mereka.
25. Jika kamu sudah mempu mencari rizki maka
bekerjalah dan bantulah kedua orang tuamu.
26. Kedua orang tuamu mempunyai hak atas kamu, dan
isterimu mempunyai hak atas kamu, maka berilah hak
mereka. Jika keduanya berselisih usahakan kamu pertemukan
dan berilah masing-masing hadiah secara diam-diam.
27. Jika kedua orang tuamu bertengkar dengan isterimu,
maka bertindaklah bijaksana, dan beri pengertian kepada
isterimu bahwa kamu berpihak padanya jika ia benar, hanya
kamu terpaksa harus merupakan penolong yang paling baik.
28. Jika kamu berselisih dengan kedua orang tua tentang
perkawinan dan talak maka kembalikan pada hukum Islam
karena hal itu merupakan penolong yang paling baik.
29. Do’a orang tua untuk kebaikan dan kejelekan diterima
Allah, maka hati-hatilah terhadap do’a dari kejelekan mereka .
30. Bersopan santunlah dengan orang, karena barangsiapa
mencela orang tua seseorang maka orang tadi akan mencaci
orang tuanya. Rasululloh  bresabda :
 j ]2 jBQ r;U 2 j & r;U  e U~A. 
 jBQ .
“Diantara dosa-dosa besar adalah cacian seseorang
terhadap kedua orang tuanya; mencaci ayah orang maka ia
mencaci ayahnya sendiri, mencaci lbu orang maka ia mencaci
ibunya sendiri.”
31. Kunjungilah kedua orang tuamu ketika masih hidup
dan sesudah matinya, bersedekahlah atas nama mereka dan
perbanyaklah do’a untuknya sambil berkata :
7V_ kB23 9 c3 W3 /& ½ U*} W3 .

Bimbingan Islam 87

JAUHIALH DOSA-DOSA BESAR

1. Allah berfirman :
 .#&
.uBK .D U*.
D   U~A9 A É 
§U9 ˆ#& 
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa
yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami akan
hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan
Kami masukkan kamu ke tempat mulia (surga).” (An-Nisa’ : 31).
2. Rasululloh  bersabda :
4 &AD . E3À  . NB^_ YKl2 &c ] 3
“Jauhilah perbuatan yang dilarang Allah tentu engkau akan
menjadi orang yang paling banyak ibadahnya.” (riwayat
Ahmad)
3. Dosa besar adalah : setiap maksiat yang mempunyai
hukuman had di dunia atau ancaman di akhirat.
4. Jumlah dosa-dosa besar : disebutkan oleh Ibnu Abbas,
bahwa jumlahnya sampai tujuh ratus macam, lebih dekat
daripada tujuh macam. Hanya tidak ada yang dinamakan dosa
besar jika diikuti dengan istighfar dan tidak ada yang
dinamakan dosa kecil jika dilakukan terus-menerus.

MACAM-MACAM DOSA BESAR

1. Dosa besar dalam akidah : syirik kepada Allah, yaitu
beribadah atau berdo’a kepada selalin Allah . Rasululloh 
brsabda :
%YAZ [ ?D& .
“Do’a adalah ibadah.” (riwayat Tirmidzi).
Mengerjakan syareat untuk dunia saja,
menyembunyikan ilmu, khianat, mempercayai dukun atau
peramal, menyembelih kurban dan bernadzar kepada selain
Allah, menggambar orang atau hewan, mambuat atau
menggantungkan patung, memanjangkan baju atau celana ke

Bimbingan Islam 88

bawah tumit untuk kesombongan, bersumpah selain kepada
Allah, tidak mengkafirkan orang kafir, medustakan Allah dan
Rasulnya, aman terhadap azab Allah , menampar muka dan
meratap pada waktu kematian, tidak mengakui adanya Qadar
dan menggantungkan jimat seperti kalung, tulang atau telapak
tangan yang digantungkan pada anak-anak, mobil atau
rumah.
2. Dosa besar dalam jiwa dan akal; membunuh orang
dengan tanpa alasan yang benar, membakar orang dan hewan
dengan api dan mengulur-ulur waktu pemberian hak orang
lemah, istri, murid, pembantu dan binatang melata, belajar
sihir, melakukan ghibah dan menyebar fitnah, minum
minuman yang memabukkan dengan segala bentuknya
(seperti khamar, perasan anggur, wisky, bir dan lain
sebagainya), minum racun, makan daging babi dan bangkai
tanpa sebab yang mendesak, minum minuman yang
berbahaya (seperti rokok, ganja dan lain sebagainya), bunuh
diri meski dengan palan-pelan seperti merokok, berkelahi
mempertahankan yang batil, menganiaya dan melawan orang,
menolak kebenaran dan marah karenanya, sombong,
berperasangka buruk kepada orang Islam, mengkafirkannya
tanpa alasan atau memcercanya atau mencerca salah seeorang
di antara sahabat Rasululloh, sombong dan bangga, selalu
mencari rahasia orang, menjatuhkan nama baik hakim untuk
menyakitinya, dan berbohong pada hampir seluruh
ucapannya.
3. Dosa besar dalam harta; makan harta anak yatim,
main judi dan buntut, mencuri, malakukan penodongan,
perampasan, sogok, pengurangan timbangan, sumpah palsu,
penipuan dalam jual beli, tidak memenuhi janji, memberi
kesaksian palsu, monopoli, wasiat palsu, menyembuyikan
kesaksian, tidak rela dengan pembagian Allah dan pemakaian
perhiasan emas bagi kaum lelaki.
4. Dosa besar dalam ibadah; meninggalkan shalat atau
melaksanakan di luar waktunya tanpa uzur, tidak
mengeluarkan zakat, berbuka puasa pada bulan Ramadhan
tanpa uzur, tidak haji padahal mampu malaksanakannya, lari
dari jihad di jalan Allah, meninggalkan jihad dengan jiwa,
harta atau lidah bagi yang diwajibkan, meninggalkan shalat

Bimbingan Islam 89

jum’at atau jama’ah tanpa uzur, meninggalkan menyeru
berbuat baik dan mencegah kemungkaran bagi yang mampu,
tidak membersihkan kencingnya dan tidak mengamalkan
ilmunya.
5. Dosa besar dalam keluarga dan keturunan; zina,
homoseksual, menjatuhkan kehormatan orang-orang
mukminat yang terjaga baik dengan tuduhan-tuduhan yang
tidak benar, berhias yang berlebihan bagi wanita,
menampakkan rambutnya, wanita menyerupai lelaki dan laki-
laki menyerupai wanita, menyakiti kedua orang tua,
menjauhih keluarga tanpa alasan syara’, wanita menolak
ajakan suaminya tanpa alasan seperti haid atau nifas,
perbuatan orang yang mengawini wanita setelah talak tiga,
wanita bepergian sendirian, menggunakan nasab selain
ayahnya padahal tahu nasab ayahnya, rela terhadap
keluarganya yang melakukan zina, menyakiti tetangga,
mencabut rambut di wajah atau alis.
6. Taubat dari perbuatan dosa besar : wahai saudaraku
seagama, jika anda berbuat dosa besar maka tinggalkanlah
segera, bertaubat dan minta ampunlah kepada Allah serta
jangan diulangi lagi, sebagaimana firman Allah :
 jUC  2  ­ yÊ ? Z   fD y2  Ã
B. BD  9 BD  W  mu nQ 
“Sesunggunhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi
orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kebodohan,
yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka
itulah yang diterima Allah taubatnya. Dan Allah Maha
Mengetahui dan Maha Bijaksana.” (An-Nisa’ : 17).

Berkata Mujahid dan yang lainnya : “Setiap orang yang
bermaksiat kepada Allah baik tidak sengaja maupun sengaja
maka ia adalah bodoh (jahil)” Tafsir Ibnu Katsir juz 1 hal. 464,
penerbit)

Bimbingan Islam 90

SYARAT DITERIMANYA TAUBAT

Adapun syarat diterimanya taubat yaitu :
1. Ikhlas : artinya taubat pelaku dosa harus ikhlas,
semata-mata karena Allah, bukan karena lainnya.
2. Menyesal : atas dosa yang telah diperbuatnya.
3. Meninggalkan sama-sekali maksiat yang telah
dilakukannya.
4. Tidak mengulangi : artinya seorang mslim harus
bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut.
5. Istighfar : memohon ampun kepada Allah atas dosa
yang dilakukan terhadap hakNya.
6. Memenuhi hak bagi orang yang berhak, atau mereka
melepaskan haknya tersebut.
7. Waktu diterimanya taubat itu dilakukan di saat
hidupnya sebelum tiba ajalnya. Sabda Nabi  :
“Sesungguhnya Allah akan menerima taubat seseorang
hambanya selama belum tercabut nyawanya.” (hadits hasan
riwayat Turmudzi).

Bimbingan Islam 91

IKUTILAH SUNNAH RASUL DAN
JANGAN MELAKUKAN BID’AH

Bid’ah ada dua macam : duniawi dan keagamaan :
1. Bid’ah duniawi ada dua macam : bid’ah yang negatif,
seperti bioskop, TV, Vedeo dan sejenisnya yang dapat merusak
akhlak dan membahayakan masyarakat. Bahaya tersebut
terjadi akibat film-film yang ditampilkannya. Tapi ada bid’ah
yang positif seperti kapal terbang, mobil, telepon dan lain-
lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat dan mempermudah
urusannya.
2. Bid’ah keagamaan; yaitu yang tidak pernah ada pada
zaman Rasululloh dan para sahabat sesudahnya. Bid’ah ini
dilakukan dalam ibadah dan agama. Bentuk bid’ah ini
merupakan bentuk bid’ah yang ditolak oleh Islam dan
dihukum dengan sesat.
a. Allah berfirman :
  2 Tn ª  &  £ DUe ?9Ue £ E  .
“Apalah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain
Allah yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak
diizinkan Allah.” (syura : 21).
b. Rasululloh  bersabda : barangsiapa yang
melakukan pekerjaan yang tidak ada pada sunnahku, maka
pekerjaan tersebut tidak diterima. (riwaayat Muslim).
c. Rasululloh  bersabda : hati-hatilah terhadapa
hal-hal yang baru, karena setiap hal yang baru itu bid’ah dan
setiap bida’ah itu kesesatan. (riwayat Ahmad).
d. Rasululloh  bersabda : sesungguhnya Allah
menutup taubat setiap orang yang melakukan bid’ah sampai
ia meninggalkannya. (riwayat Tabranai dan yang lainnya).
e. Ibnu Umar berkata : setiap bid’ah itu kesesatan
meski dianggap orang sebagai hal baik.
f. Imam Malik berkata : barangsiapa yang
mengadakan dalam Islam suatu bid’ah yang dianggapnya baik,
maka ia telah menuduh bahwa Muhammad telah melakukan
penghianatan terhadap risalah, karena sesungguhnya Allah
berfirman :

Bimbingan Islam 92

 . ŒB|3 ÅZ
.BD Œ .Y . Œ9 EB
Y EˆKŠ  
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu
dan telah kucukupkan kepadamu ni’matKu dan telah Kuridhoi
Islam itu jadi agama bagimu.” (Al-Maidah : 3).
g. Imam Syafi’i berkata : barangsiapa yang
melakukan istihsan berarti telah membuat syariat, jika
istihsan diperbolehkan dalam agama, tentu hal itu
diperbolehkan juga bagi kaum intelektual yang tak beriman,
dan diperbolehkan pula dilakukan dalam setiap masalah
agama serta setiap orang dapat membuat syariat baru bagi
dirinya.
h. Ghadlif berkata : suatu bid’ah tidak akan
muncul kecuali ditinggalkanya sunnah.
i. Hasan Basri mengatakan : janganlah kamu
bersahabat dengan ahli bid’ah sehingga hatimu sakit.
j. Huzaifah berkata : setiap ibadah yang tidak
dilakukan oleh para sahabat Rasululloh  jangan kamu
lakkukan.

MACAM-MACAM BID’AH

Bida’h adalah setiap hal yang tidak mempunyai dasar
dalam agama, seperti :
1. Upacara maulid Nabi, Isra’ mi’raj dan malam nisfu
sya’ban.
2. Berdzikir dengan tarian, tepuk tangan dan pukulan
terbang, begitu juga meninggikan suara dan mengganti nama-
nama Allah seperti dengan ah, ih, aah, hua, hia.
3. Mengadakan acara selamatan dan mengundang para
kyai untuk membaca Al-Qur’an setelah wafatnya seseorang
dan lain sebagainya.

Bimbingan Islam 93

UCAPAN SHADAQALLAHUL AZHIEM

1. Para Qurra’ biasa mengucapkannya setelah membaca
Al-Qur’an padahal ini tidak berasal dari Rasululloh .
2. Membaca Al-Qur’an adalah ibadah, maka tidak boleh
ditambahi. Sabda Nabi  :
“Barangsiapa mengada-adakan dalam agama kita (suatu
amalan) yang bukan berasal darinya, maka ditolak (amalannya
itu). (Muttafaq alaih)
3. Apa yang mereka lakukan itu tidak ada dalilnya, baik
dari Al-Qur’an, sunnah Rasul maupun amalan para sahabat.
Akan tetapi termasuk bid’ah orang-orang yang datang
kemudian.
4. Rasululloh  mendengarkan bacaan Al-Qur’an dari
Ibnu Mas’ud, tatkala sampai ke firman Allah :
 ?
1œ[ f"D m<2 )u<; $&B<w<2 $y+ qr-9 !  )u<; "T< ‡ B"."Q
6&B<e  ) I ( ? %3K
Beliau bersabda : “cukuplah”. (riwayat Al-Bukhari).
Jadi beliau tidak mengucapkan ‘Sahadaqallahul Azhiem’,
dan juga tidak memerintahkannya.
5. Orang yang tidak mengerti dan anak-anak kecil
mengira bahwa bacaan tersebut adalah salah satu ayat Al-
Qur’an, maka mereka membacanya di dalam dan di luar
shalat. Ini tidak boleh, karena bacaan tadi bukanlah ayat Al-
Qur’an. Apalagi, kadang-kadang, ditulis di akhir surat dengan
kaligrafi Mushaf.
6. Syekh Abdul Aziz bin Baz, ketika ditanya tenatang
bacaan tersebut, beliau menegaskan bahwa hal itu adalah
bid’ah.
7. Adapun firman Allah Ta’ala :
“Katakanlah : ‘Benarlah (apa yang difirmankan) Allah’.
Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus …” (Ali Imran : 95).
Maka ayat ini merupakan bantahan terhdap orang-orang
Yahudi yang berdusta,berdasarkan ayat sebelumnya :
“Maka barangsiapa mengadadakan dusta terhadap Allah …
(Ali-Imran : 94).

Bimbingan Islam 94

Rasululloh  pun telah mengetahui ayat ini, meski
demikian beliau tidak mengucapkan hal tersebut setelah
membaca Al-qur’an. Begitu pula para sahabat dan salaf
shaleh.
8. Bid’ah ini sesugguhnya mematikan sunnah, yaitu do’a
setelah membaca Al-Qur’an, berdasarkan sabda Nabi  :
“Barangsiapa membaca Al-qur’an, hendaklah ia meminta
kepada Allah dengan (bacaannya) itu.” (hadits hasan riwayat
Turmudzi).
9. bagi Qari’ hendaklah dia berdo’a kepada Allah sesuka
hatinya, setelah membaca Al-Qur’an, dan bertawassul kepada
Allah dengan yang dibacanya itu. Karena hal ini termasuk
amal shaleh yang menjadi sebab dikabulkannya do’a. dan yang
tepat adalah membaca do’a berikut ini :
m. š — “&B2 ÅB_
m  2 “&AD 2 “&AD k 
š  X
µm*
2 ŒB¹ m [ K r.2 mnK “¥†C š a&D
µ“&D jBV D š 2 UŽn K µm#  &  D µm2 9
d} dË W[T kX ?ˆ; /UO2 3
¾C RB23 U rZÉ  .
“Ya Allah, sungguh aku adalah hambaMu, anak hambaMu
yang laki-laki dan anak hambaMu yang perempuan. Ubun-
ubunku berada di tanganMu. Pasti terjadi keputusanMu pada
diriku dan adillah ketentuanMu pada diriku. Aku memohon
kepadamu dengan segala asma milikMu, yang Engkau
sebutkan untuk diriMu, atau Engkau turunkan dalam kitabMu,
atau Engkau ajarkan kepada salah seorang makhlukMu, atau
masih dalam perkara ghaib yang hanya Engkau sendiri yang
mengetahui. Jadikanlah Al-Qur’an penyejuk hatiku, cahaya
penglihatanku, pembebas kesedihanku dan pengusir
kegelisahanku.”

Tiada lain, Allah pasti akan menghilangkan kesulitan dan
kesedihannya, dan menggantikannya, dengan kemudahan.”
(hadits shahih riwayat imam Ahmad).

Bimbingan Islam 95

MENGAJAK KEBAIKAN DAN MENCEGAH
KEMUNGKARAN

Keduanya merupakan tiang pokok yang menjadi
tumpuan tegaknya kepentingan masyarakat yang baik, dan
merupakan ciri dari masyarakat Islam. Allah berfirman :
 U.b D   UZb2  Un 4 Œ;U# y 7#  9
2 œ 
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk
manusia, menyuruh kepada yang baik dan mencegah dari yang
mungkar, dan beriman kepada Allah.” (Ali-Imran : 110).

Jika kita meninggalkan tugas “mengajak kepada kebaikan
dan mencegah kemungkaran” maka rusaklah masyarakat,
hancurlah akhlak dan jeleklah pergaulan…
Upaya mengajak kepada kebaikan dan mencegah
kemungkaran tidak merupakan kewajiban individu tertentu
saja, tetapi merupakan kewajiban bagi setiap orang muslim
laki-laki atau perempuan, alim atau awam sesuai dengan
kemampuan dan ilmunya. Rasullah  bersabda :
RS  ª lQ 
AQ RS  ª lQ ]&B2 ]7VBQ U. . • 3 
§Š ‡Z| mT AAQ .  ] 3 .
“Barangsiapa melihat kemungkaran maka rubahlah dengan
tangan, jika tidak mungkin maka dengan lisan, jika tidak
mungkin maka dengan hati, dan itulah selemah-lemah iman.”
(riwayat Muslim).

MACAM-MACAM AJAKAN
KEPADA KEBAIKAN
1. Khutbah pada hari Jum’at dan dua hari raya, di mana
khatib menjelaskan macam-macam kemungkaran.
2. Ceramah dan artikel di majalah atau surat kabar yang
menjelaskan panyakit-penyakit masyarakat dan memberikan
obat yang tepat untuk penyembuhan.

Bimbingan Islam 96

3. Buku dimana penulis hendak memaparkan hal-hal
yang hendak dijelaskan kepada masyarakat tentang ide-ide
untuk memperbaiki masyarakat.
4. Peringatan pada majlis taklim dimana salah seorang
yang hadir umpamanya berbicara tentang bahaya rokok
terhadap akal fikiran maupun keuangan.
5. Nasihat dilakukan antara seorang saudara dengan
saudara seagama yang lain secara diam-diam, seeperti nasihat
untuk menanggalkan cincin emas pada tangan seseorang laiki-
laki atau memperingatkan untuk tidak meninggalkan shalat.
6. Surat, merupakan sarana yang paling berfaedah,
karena setiap orang dengan surat dapat membaca beberapa
halaman tentang shalat, jihad, zakat, dan dosa-dosa besar
umpamanya.

SYARAT-SYARAT PENYERU KEBAIKAN

1. Perintah dan larangannya diberikan secara halus dan
lemah lembut sehingga bisa diterima oleh jiwa. Allah 
berfirman kepada Musa dan Harun :
 fV"‘ 1+
< " D U!Q f"< A[)T ) i ( " 1U09"  10Z0 6,B0 : "C 1" "- "Q
fw g  ¡‘ %3K 
“Pergilah kamu berdua kepada fir’aun karena
sesungguhnya ia sangat zhalim, maka berkatalah kamu berdua
kepadanya dengan perkataan yang lemah lembut, mudah-
mudahan ia ingat dan takut.” (Taha : 43-44)

Jika anda melihat orang yang mencaci maki atau kafir
maka nasehatilah dengan lemah lembut dan mintalah ia
memohon perlindungan Allah dari godaan syetan yang menjadi
penyebab caci maki tersebut, dan sesungguhnya kita dengan
ni’mat yang banyak perlu disyukuri dan karena kekafiran itu
tidak memberi manfaat bahkan menjadi penyebab
kesengsaraan di dunia dan azab akhirat kemudian kamu
memintanya untuk bertaubat dan beristighfar.

Bimbingan Islam 97

2. Agar mengetahui yang halal dan yang haram sehingga
seruannya dapat bermanfaat dan tidak memberi akibat negatif
dengan kebodohannya.
3. Penyeru wajib melaksanakan apa yang diperintahnya
dan menjauhi apa yang dilarangnya sehingga faedahnya lebih
sempurna dan bermanfaat. Allah berfirman kepada yang
menyeru kebaikan tapi tidak melaksanakannya :
  .   
.*
 ´2 4  Un ˆQ W
Z 
“Apakah engkau menyeru manusia untuk berbuat baik dan
kamu melupakan dirimu sendiri, sedangkan kamu membaca Al-
Kitab (Al-Qur’an) apakah kamu tidak berfikir.” (Al-Baqarah : 44)

Dan orang yang berdosa hendaknya waspada terhadap
dosa yang pernah dilakukannya sambil mengakui
kesalahannya.
4. Agar kita ikhlas dalam bekerja, berdo’a agar orang-
orang yang berselisih dengan kita diberi petunjuk, dan kita
dimaafkan oleh Allah. Allah berfirman :
 6 "C "-P!Z ! 1 , Ìy+- Œ""C "T<  62"D 112qZ1 " 1-.! 1 1@
"-+  10Z" -.,23 f"< :%3! Z )-"C 6&!&e  ) I‰ ( UDG %3K
“Dan (ingatlah) ketika suatu umat diantara mereka berkata :
“mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan
membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab
yang amat keras? Mereka menjawab : Agar kami mempunyai
alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya
mereka bertakwa …” (Al -A’raf : 164).
5. Penyeru hendaknya berani, tidak takut pada celaan
dan hinaan orang tapi hanya takut kepada Allah dan sabar
terhadap segala cobaan yang menimpanya.

Bimbingan Islam 98

BEBERAPA MACAM KEMUNGKARAN

1. Kemungkaran di masjid : ukir-ukiran dan hiasan,
banyak menara, pemasangan papan yang bertuliskan di depan
orang shalat karena hal itu dapat mengganggu kekhusyu’an
shalatnya terutama tulisan syair-syair yang mengandung
makna meminta tolong kepada selalin Allah, lewat di depan
orang yang sedang shalat, melangkahi kepala dua orang yang
duduk dalam shalat, membaca wirid Al-Qur’an dan berbicara
dengan suara keras sehingga mengganggu orang-orang yang
sedang shalat. Rasululloh  bersabda :
U š ³Z2 fD .†Z2 U¬
. &c ] 3
“Janganlah kamu saling mengeraskan suara dalam
membaca Al-Qur’an.” (riwayat Ahmad).

Termasuk pula kemungkaran di masjid : meludah, batuk
dengan suara keras, menyebutkan beberapa hadits dhaif
(lemah) dalam khutbah dan ceramah tanpa menyebutkan
derajat kebenaran hadits tersebut padahal masih banyak
hadits-hadits shahih, meminta pertolongan kepada selain
Allah ketika memperdengarkan azan dan menyanyikan lagu-
lagu pada acara peringatan, bau rokok dari sebagian orang
yang shalat, shalat dengan pakaian kotor dan berbau tidak
enak, bersuara keras, menari dan bertepuk ketika zikir,
mengumumkan barang yang hilang, tidak merapatkan pundak
dengan pundak dan kaki dengan kaki dalam shalat
berjamaah.
2. Kemungkaran di jalan : Para wnita keluar tanpa
penutup kepala atau dengan pakaian tidak menutup aurat,
atau berbicara dengan tertawa keras, orang laki-laki
bergadengan tangan dengan orang perempuan dan ngobrol
berdua tanpa malu, menjual kertas undian, menjual khamer di
warung-warung, gambar laki-laki atau perempuan porno yang
merusak akhlak, mambuang sampah di jalan, anak muda
nongkrong untuk mengganggu wanita, dan campur baurnya
wanita dengan laki-laki di jalanan, pasar dan mobil.
3. Kemungkaran di pasar : bersumpah dengan selain
Allah seperti kahormatan, tanggung jawab dan sebagainya,

Bimbingan Islam 99

penipuan, bohong dalam masalah keuntungan dan barang
dagangan, meletakkan sesuatu di jalanan, kekufuran dan
cercaan, mengurangi takaran dan timbangan, serta memanggil
seseorang dengan suara keras.
4. Kemungkaran umum : mendengar musik dan lagu-lagu
porno, campur aduk antara laki-laki dan perempuan yang
bukan muhrim meskipun dari keluarga dekat seperti anak
paman, bibi, saudara suami atau isteri yang lain,
menggantungkan gambar atau patung makhluk hidup di atas
tembok atau meletakkannnya di atas meja meskipun untuk
dirinya atau bapaknya, berlebih-lebihan dalam makanan,
minuman, pakaian dan perabotan rumah tangga dan
membuang sisanya atau yang tidak terpakai di tempat
sampah, padahal semestinya dibagikan kepada para fakir-
miskin agar di manfaaatkan, menghidangkan rokok, main
dadu, menyakiti orang tua, membeli majalah-majalah porno,
menggantungkan jimat-jimat pada anak atau pintu rumah,
atau di mobol-moil dan keyakinan bahwa hal itu bisa menolak
penyakit dan marabahaya, menghina salah seorang sahabat,
dan merupakan kekufuran, mengejek ketaatan seseorang
kepada Allah seperti shalat, hijab, jenggot dan lain-lainnya
yang diajarkan agama Islam.

JIHAD DI JALAN ALLAH

Jihad merupakan kewajiban bagi setiap muslim, baik
dengan harta benda (infaq), dengan jiwa (perang) atau dengan
lisan dan tulisan yaitu mengajak jihad dan
mempertahankanya. Jihad ada beberapa macam :
1. Fardhu ain; yaitu berjuang melawan musuh yang
menyerbu ke sebagian negara kaum muslim seperti jihad
melawan kaum yahudi yang menduduki negara Palestina.
Semua orang muslim yang mampu berdosa sampai mereka
dapat mengeluarkan orang-orang yahudi dari negeri tersebut.
2. Fardhu kifayah; yaitu jika sebagian telah
memperjuangkannya, maka yang lain sudah tidak berkewjiban
untuk melakukan perjuangan tersebut, yaitu berjuang
menyebarkan dakwah Islam ke seluruh negara sehingga
malaksanakan hukum Islam, dan barangsiapa yang masuk

Bimbingan Islam 100

Islam serta berjalan di jalan Islam kemudian terbunuh
sehingga tegak kalimat Allah, maka jihad ini berjalan terus
sampai hari kiamat.
Jika orang-orang Islam meningalkan jihad dan tertarik
oleh kehidupan dunia, pertanian dan perdagangan maka ia
akan tertimpa kehinaan, sebagimana sabda Rasululloh  :

“jika anda jual beli ‘inah (seseorang menjual sesuatu
dengan tempo dan menyerahkannya kepada pembeli.
Kemudian ia membelinya kembali dari si pembeli tersebut
sebelum lunas pembayarannya dengan harga yang lebih murah
dan dibayar langsung) kamu berjalan di belakang ekor-ekor
sapi (membajak di sawah) dan kamu puas dengan pertanian
kemudian kamu tinggalkan jihad di jalan Allah,maka Allah
menimpakan kepada kamu sekalian kehinaan dan tidak akan
melepaskannya darimu sehingga kamu kembali kepada
agamamu.” (riwayat Ahmad).

3. Jihad terhadap pemimpin lslam, yaitu dengan
memberikan nasihat kepada mereka dan pembantu mereka,
sebagaimana sabda Rasululloh  :
“Agama adalah nasihat, kami bertanya, untuk, siapa wahai
Rasululloh? Beliau menjawab : untuk Allah, kitabNya,
Rasulnya, pemimpin-pemimpin Islam dan orang-orang muslim
awam.” (riwayat Muslim).
Dan juga sabda beliau :
“Jihad yang paling mulia adalah menyampaikan kebenaran
pada pemimpin yang zhalim.” (riwayat Abu Daud dan
Turmudzi).

Adapun cara untuk menghindarkan diri dari penganiayaan
pemimpin kita sendiri yaitu agar orang-orang Islam bertaubat
kepada Tuhan, meluruskan akidah mereka, mendidik diri dan
keluarga mereka atas dasar ajaran-ajaran Islam yang benar,
sebagai pelaksanaan dari firman Allah :
 *
n2   7V ® E2  7V
  

Bimbingan Islam 101

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum
sehingga mereka merubah keadaan mereka sendiri.” (Ar-Ra’d :
12).

Untuk itu salah seeorang da’i masa kini pernah
mengatakan : “dirikanlah negara Islam dalam hatimu, mesti
akan berdiri di atas bumimu.”
Dan juga harus memperbaiki fondasi bengunan yang
didirikan, yaitu masyarakat. Allah berfirman :
 d!Q 1+"*! g B" !^!+O -!D -.! 1 !0 10 &D
 K "9 <— 3"n) f† 3 /!0 11!Y 1" +q.1B" <! A"C ! !0 ‡" g
U"*"9  :u Be d<2 "-9<U w1 " d<
1&1 A Z 6 " <!Q # !& Z2 , 1+",&A1B" 1"
"-!K"*) 11[ m!u" -n"Q m!"T & Z2  ) €€ (  %3K 3¡¡
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman
di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh
bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka
berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-
orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan
meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhainya untuk
mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka,
sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman
sentausa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada
mempersekutukan sesuatu pun dengan Aku. Dan barangsiapa
yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-
orang yang fasik.” (An-Nur : 55)

4. Berjihad melawan orang-orang kafir, komunis dan
penyerang dari kaum ahli kitab, baik dengan harta benda, jiwa
dan lisan sebagaimana sabda Rasululloh  :
 aK3 aC  .  .*
.n2 v9Uwb  &[; .
&c ] 3
“Dan berjihadlah menghadapi orang-orang musyrik dengan
harta bendamu, jiwamu dan lisanmu.” (riwayat Ahmad)

Bimbingan Islam 102

5. Berjihad melawan orang-orang fasik dan pelaku
maksiat dengan tangan, lisan dan hati, sebagaimana sabda
Rasululloh  :
RS  ª lQ 
AQ RS  ª lQ ]&B2 ]7VBQ U. . • 3 
§Š ‡Z| mT AAQ .  ] 3 .
“Barangsiapa melihat kemungkaran maka rubahlah dengan
tangan, jika tidak mungkin maka dengan lisan, jika tidak
mungkin maka dengan hati, dan itulah selemah-lemah iman.”
(riwayat Muslim).

6. Berjihad malawan setan; dengan selalu menentang
segala kamauannya dan tidak mengikuti godaannya. Allah
berfirman :
 Í 1&D -." ""S B+w 0< ! 1
-.B! 12 X! 1D & +
< „ 1&D 1] -!g+"Q
<7!Z+ X* K 
“Hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka
dengan suaramu.” (Al-Isra : 64)
Yang dimaksud dengan “shaut” ialah nyanyian dan
seruling.

3. Rasululloh  bersabda :
>Zb U² UU¢ U¢ ^  EC Å  
.B . ] 3
/3gA
“Nanti pasti ada beberapa kelompok dari umatku yang
menganggap bahwa zina, sutra, arak dan musik hukumnya
halal, (padahal itu semua hukumnya haram).” (hadits shahih
diriwayatkan Al-Bukhari dan Abu Daud).

Al-ma’azif adalah sesuatu yang besuara merdu seperti
kecapi, seruling, genderang, terbang dan lain-lain. Lonceng
pun termasuk ma’azif. Sabda Rasululloh  :

Bimbingan Islam 113

SBw 7X 4UÁ .  ] 3
“Lonceng adalah seruling setan.” (riwayat Muslim).
Hadits ini menyatakan kemakruhannya disebabkan
suaranya. Karena itu mereka menggantungkannya pada leher
binatang dan juga karena suaranya serupa dengan lonceng
(kelontong yang dipakai orang nasrani, sedangkan suara bel
juga dapat mengantikan suara kelontong tersebut).
Diriwayatikan dari Imam syafi’i dalam kitab Al-Qadha’
bahwa nyanyian adalah sia-sia yang hukumnya dibenci (tidak
diperbolehkan) karena menyerupai barang bathil, siapa yang
memperbanyaknya adalah jahil tidak di terima persaksiannya.

BAHAYA NYANYIAN DAN MUSIK

Islam tidak melarang sesuatu kecuali jika ada
bahayanya. Dalam nyanyian dan musik terdapat bahaya
seperti yang dikemukakan oleh Ibnu Taimiyah sebagai berikut
:
1. Musik bagi jiwa seperti arak, bahkan bisa
menimbulkan bahaya yang lebih hebat daripada arak itu
sendiri. Apabila seseorang mabuk akibat suara maka ia
ditimpa panyakit syirik, karena sudah condong kepada hal-hal
yang keji dan penganiayaan. Kemudian menjadi musyriklah
dia lalu membunuh orang yang diharamkan Allah dan berbuat
zina. Ketiga perbuatan itu sering terjadi pada para pendengar
musik, nyanyian dan sejenisnya.
2. Adapun syirik sering terjadi, misalnya karena cinta
kepada penyanyinya melebihi cinta kepada Allah.
3. Adapun hal-hal yang keji terjadi karena nyanyian bisa
menjadi penyebab perbuatan zina, bahkan merupakan
penyebab terbesar untuk menjerumuskan orang ke jurang
kekejian. Orang laki-laki maupun perempuan, para remaja
yang semula sangat patuh kepada agama, setelah mereka
mendengar nyanyian dan musik, rusaklah jiwa mereka serta
mudah melakukan perbuatan keji.

Bimbingan Islam 114

4. peristiwa pembunuhan juga sering terjadi karena
pertunjukan musik. ini disebabkan Karena ada kekuatan yang
mendorong berbuat begitu, sebab mereka datang ke tempat itu
bersama setan. Setanlah yang lebih kuat yang akhirnya bisa
membunuh orang.
5. Mendengarkan nyanyian dan musik tidak ada
manfaatnya untuk jiwa dan tidak mendatangkan
kemaslahatan. Bahkan kerusakannya lebih besar daripada
manfaatnya. Nyanyian dan musik terhadap jiwa seperti arak
terhadap badan yang dapat membuat orang mabuk. Bahkan
mabuk yang ditimbulkan oleh musik dan nyanyian lebih besar
daripada mabuk yang ditimbulkan oleh arak.
6. Setan-setan merasuki mereka dan membawa mereka
masuk ke dalam api. Ada seseorang di antara mereka
membawa besi panas lalu diletakkan di atas badan atau
lidahnya. Hal ini hanya terjadi di arena musik dan tidak akan
terjadi di jamaah shalat atau pembaca Al-Qur’an, karena
perbuatan shalat dan membaca Al-Qur’an adalah ibadah yang
sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad  yang dapat mengusir
setan, kebalikan dari perbuatan syirik yang mengundang
setan.

HAKEKAT MENUSUK DIRI DENGAN BATANG BESI

Menusuk diri dengan batang besi adalah perbuatan
yang belum pernah dilakukan oleh Rasululloh dan para
sahabatnya. Kalaupun perbuatan ini membawa kebaikan
niscaya mereka telah lebih dahulu melakukannya. Tetapi itu
perbuatan para ahli tasawwuf dan ahli bid’ah. Sungguh saya
telah menyaksikan ketika para ahli tasawwuf berkumpul di
masjid, mereka memukul terbang sambil menyanyikan lagu ini
:
…&CG K …U 49 [
“Bawah ke sini gelas arak isilah gelas ini untuk saya.”
Mereka tidak merasa malu menyebut arak dan gelas
yang diharamkan itu di baitullah (masjid), kemudian mereka
memukul terbang (rebana) dengan keras seraya meminta
pertolongan kepada selain Allah dengan teriakan :

Bimbingan Islam 115

]&;  ” Hai kakek “
Demikianlah terus-menerus mereka perbuat sehingga
datang syaitan-syaitan kepada mereka. Kemudian salah satu
dari mereka melepas bajunya, mengambil sebatang besi yang
tajam lalu menusukkannya ke dalam perutnya. Setelah itu
salah satu dari mereka berdiri mengambil kaca lalu
dipecahkannya lantas dikunyah-kunyahnya dengan giginya.
Saya berkata dalam hati Kalau memang benar apa yang
mereka perbuat, mengapa mereka tidak berperang melawan
orang yahudi yang telah menjajah negara kita dan membunuh
anak-anak kita. Pekerjaan semacam ini sebenarnya dibantu
oleh setan-setan yang berada di sekeliling mereka dan memang
mereka sudah berpaling dari dzikir kepada Allah, bahkan
mereka berbuat syirik kepada Allah ketika mereka memohon
bantuan kepada selain Allah yaitu yang disebut sebagai kakek
mereka, sesuai firrman Allah  :
 ¤ UC  Q 
SBe  ³B
cU U9T D ÓZ 
 &  ¤ A© rBA D  &OB 
“Baragsiapa berpaling dari peringatan Dzat Yang Maha
Pemurah (Al-Qur’an) Kami ikatkan dengannya syaitan, maka
syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.
Syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan
kebenaran dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat
petunjuk.” (Az-Zumar : 36-37).

Tidak aneh kalau syaitan-syaitan itu membantu mereka
karena Nabi Sulaiman sendiri pernah ditawari jin bantuan
untuk membawa singgasana Ratu Balqis, seperti dalam firman
Allah :
 BD k m  E  rAC 2 mB  Á  U*D aC
v /C 
“Maka berkata ifrit dari golongan jin : Aku akan datang
kepadamu dengan membawa singgasana itu sebelum kamu
berdiri dari tempat dudukmu. Sesungguhnya aku benar-benar

Bimbingan Islam 116

kuat untuk membawanya dan dapat dipercaya.” (An-Naml :
39).

Masalah menusuk diri dengan batang besi bukan hanya
dilakukan oleh ahli tasawwuf, tetapi juga dilakukan oleh orang
kafir. Orang yang pernah berkelana ke India, seperti Ibnu
Batutah, pernah menyaksikan sendiri bahwa orang Majusi
juga malakukan perbuatan itu padahal mereka orang kafir.
Jadi masalahnya bukan kekeramatan atau kewalian, tetapi hal
perbuatan syaitan yang berkumpul di arena musik dan nyanyi,
sebab pada umumnya orang yang berbuat demikian, adalah
orang yang berbuat maksiat, bahkan terang-terangan
melakukan perbuatan syirik seperti meminta kepada kakek
mereka yang sudah meninggal. Bagaimana orang seperti ini
dapat digolongkan sebagai wali dan orang yang mempunyai
karomah? Allah berfirman :
  ?B 

9   
X© [
BD #

  
“Ingatlah sesunguhnya wali-wali Allah itu tidak ada
kehawatiran bagi mereka dan tidak pula bersedih hati, yaitu
orang-orang yang beriman dan selalu bertaqwa.” (Yuus : 62-
63).

Jelaslah bahwa wali itu ialah orang yang mu’min yang
hanya memohon pertolongan kepada Allah saja dan selalu
bertaqwa, jauh dari perbuatan maksiat dan syirik, yang
kadang-kadang diberikan karomah oleh Allah tanpa diminta
dan diperlihatkan kepada manusia.

NYANYIAN PADA MASA KINI

Kebanyakan nyanyian yang disajikan pada waktu pesta
perkawinan, dan pesta-pesta lainnya mambicarakan perkara
cinta, pacaran, ciuman, mempertunjukkan pipi, liuk badan
yang membangkitkan birahi, mendorong perbuatan zina dan
merusak akhlak.

Bimbingan Islam 117

Apabila demikian maka nyanyian yang keluar dari
mulut penyanyi yang diiringi dengan musik bersatu menggaet
harta manusia dengan mangatas namakan seni atau hiburan.
Para penyanyi pergi ke Eropa membawa harta yang banyak,
bersenang-senang membeli rumah, mobil dan merusak akhlak
umat dengan nyanyian dan film-film sex mereka, sehingga
banyak remaja yang kena fitnah dan mencintai mereka sampai
lupa kepada Allah. Karena itu pula seorang penyiar radio di
Cairo pada waktu perang dengan yahudi tahun 1967, untuk
memberikan semangat kepada prajurit berseru :
“MAJU TERUS KAMU SEKALIAN BERSAMA PENYANYI
POLAN DAN POLANAH AYO MAJU TERUS SAMPAI ORANG
YAHUDI KEPARAT ITU HANCUR LEBUR”.
Semestinya ia berkata : “Maju terus, Allah senantiasa
bersamamu”.
Ada lagi yang lucu, seorang biduan wanita
mengumumkan bahwa bila kita menang katanya ia akan
mengadakan perayaan bulanan yang biasanya diadakan di
Cairo akan diadakan di Tel aviv, sebelum perang dengan
yahudi tahun 1967. sedangkan orang yahudi setelah perang
berdiri di atas “mabka” di Al-Quds mengadakan syukuran
kepada Allah atas kemenangannya. (Mabka = dinding haikal
sulaiman yang Yahudi suka menangis di sisinya).
Demikian inilah nyanyian saat sekarang, bahkan sampai
nyanyian yang agamis pun tidak lepas dari kata-kata yang
mungkar, seperti contoh di bawah ini :
 KQ –UZ [ &ž   A3 &D ¾
r9 rBC
“Dikatakan bahwa setiap nabi ada pada kedudukannya,
Hai Muhammad, inilah singgasana maka terimalah.”

Kata yang terakhir ini tidak benar, membuat dusta
terhadap Allah dan Rasulnya.

FITNAH TERHADAP WANITA
KARENA SUARA YANG BAGUS

Barra’ Ibnu Malik  adalah seorang laki-laki yang
bersuara bagus. Ia pernah melagukan syair dengan irama

Bimbingan Islam 118

rajaz untuk Rasululloh  di salah satu perjalanan beliau. Di
tengah-tengah ia berlagu dan berada dekat dengan kaum
wanita, maka bersabdalah Rasululloh  kepadanya : “Berhati-
hatilah terhadap kaum wanita!” maka berhentilah Barra’ (dari
berlagu). Al-Hakim berkata : bahwa Rasululloh  tidak senang
apabila kaum wanita mendengarkan suaranya. (Hadits shahih
riwayat Al-Hakim, disetujui oleh Az-Zhabi).
Apabila Rasululloh menghawatirkan kaum wanita
terkena fitnah karena mendengarkan lagu dengan suara
bagus, maka bagaimana kira-kira sikap Rasululloh  bila
mendengar suara para wanita jalang yang sudah rusak
moralnya lewat radio yang disiarkan sekarang ini? Dan
bagaimana pula bila mendengar panyanyi lawak dan cabul
serta lagu-lagu cinta? Syair-syair yang menggambarkan pipi,
ukuran dan bentuk badan, dan lain sebagainya yang
menggugah nafsu birahi, dan menanggalkan rasa malu?
Apalagi bila nyanyian tersebut diiringi dengan musik, yang
bisa mengundang bahaya seperti bahaya arak?

HINDARILAH BERSIUL DAN BERTEPUK TANGAN

Firman Allah Ta’ala :
 y&O ?.
 ŒBA &D ¶ˆ_ 9  
“Dan sholat mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak
hanyalah siulan dan tepuk tangan …” (A-Anfal : 35)

Hindarilah siulan dan tepuk tangan, karena hal itu
menyerupai perbuatan kaum wanita, orang-orang fasik dan
kaum musyrikin. Apabila anda merasa kagum terhadap
seseuatu maka katakanlah : “Allahu Akbar Walillahil hamd”
(Allah Maha Besar dan hanya miliknya segala puja dan puji).

NYANYIAN MENIMBULKAN KEMUNAFIKAN

1. Ibnu Mas’ud berkata : “Nyanyian menimbulkan
kemunafikan dalam hati seperti air menumbuhkan sayuran,

Bimbingan Islam 119

sedang zikir menumbuhkan iman dalam hati seperti air
menumbuhkan tanaman.
2. Ibnul qayyim berkata : “ tidak seorang pun yang bisa
mendengarkan nyanyian kecuali hatinya munafik yang ia
sendiri tidak merasa. Andaikata ia mengerti hakekat
kemunafikan pasti ia melihat kemunafikan itu di dalam
hatinya, sebab tidak mungkin berkumpul di dalam hati
seseorang antara dua cinta, yaitu cinta nyanyian dan cinta Al-
Qur’an, kecuali yang satu mengusir yang lain. Sungguh kami
telah membuktikan betapa beratnya Al-Qur’an di hati seorang
penyanyi atau pendengarnya dan betapa jemunya mereka
terhadap Al-Qur’an. Mereka tidak dapat mengambil manfaat
dari apa yang dibaca oleh pembaca Al-Qur’an, hatinya tertutup
dan tidak bergerak sama sekali oleh bacaan tadi. Tetapi
apabila mendengar nyanyian mereka segar dan cinta dalam
hatinya. Mereka tampaknya lebih mengutamakan suara
nyanyian daripada Al-Qur’an. Mereka yang telah terkena ekses
nyanyian ternyata adalah orang-orang yang malas
mengerjakan shalat, termasuk shalat berjamaah di masjid.
3. Ibnu Aqil, tokoh Ulama yang bermazhab Hambali
berkata : “Apabila yang menyanyi adalah perempuan yang
halal dikawini maka semua ulama yang semazhab dengannya
sepakat bahwa mendengarkan suaranya adalah haram”.
4. Ibn Hazm menyatakan bahwa bagi orang Islam haram
mendengarkan nyanyian perempuan yang halal dikawini,
seperti penyanyi shobah, Umi kalsum dan lain-lain.

OBAT UNTUK MENGHINDARI NYANYIAN DAN
MUSIK
1. Menjauhkan diri dari mendengarkan nyanyian dan
musik lewat radio, telivisi dan lain-lainnya terutama yang
cabul-cabul.
2. Obat yang paling manjur adalah membaca Al-Qur’an,
terutama surat Al-Baqarah.
Sabda Rasululloh  :
%UA %3K BQ U Å ŒBA  U* SBw  .  ] 3

Bimbingan Islam 120

“Sesungguhnya syaitan lari dari rumah yang di dalamnya
dibacakan surat Al-Baqarah.: (riwayat Muslim).
Allah  berfirman :
  3 &O š b ?*e .23  yPD .?; &C 4  
vœ yc3 •&[ 
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu
palajaran dari Tuhanmu dan penyembuh dari penyakit dalam
dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang beriman.” (Yunus :
57).
3. Mempelajari riwayat hidup Rasululloh sebagai seorang
yang berakhlak mulia dan sejarah para sahabatnya.

NYANYIAN YANG DIPERBOLEHKAN
1. Nyanyian hari raya. Aisyah meriwayatkan sebagai
berikut :
 aK3 r#Y  µy 3 š vQ&2 2U†  3; [&D BD
; /&D  aK3 aQ U.2 2 ËU
Q BV  3  lQ DY
EB [ 
&BD  &BD EC r. . /3gA ] 3 .
“Rasululloh  masuk menemui Aisyah. Di dekatnya ada dua
orang gadis yang sedang memukul terbang. Dalam riwayat lain
dikatakan : di dekat saya ada dua orang gadis yang sedang
menyanyi. Lalu Abu Bakar membentak mereka, maka
Rasululloh  bersabda : biarkan mereka karena setiap kaum
mempunyai Hari Raya dan Hari Raya kita adalah hari ini.”
(riwayat Bukhari).
2. Nyanyian yang di iringi terbang pada waktu perkawinan
dengan maksud memeriahkan atau mengumumkan akad
nikah dan mendorong orang untuk nikah.
Sabda Nabi  :

Bimbingan Islam 121

…. š O & WU| EU¢ Eˆ¢ v2  rOQ . ] 3
&c
“Yang membedakan antara halal (nikah) dan haram (zina)
adalah memukul terbang dan lagu-lagu waktu akad nikah.”
(riwayat Ahmad)
Nyanyian dan terbang dalam perkawinan adalah untuk
kaum wanita.
3. Nasyid yang Islami pada waktu kerja yang mendorong
untuk giat dan rajin bekerja terutama bila mengandung do’a.
Rasululloh  pernah menirukan ucapan Ibnu Rawahah
dan memberi semangat kepada para sahabat dalam menggali
“khandaq” (parit)
 ÓBD
 ÓBD
 %U;b 3O
G U*}Q %U#±
“Ya Allah, tidak ada hidup ini kecuali hidup di akhirat kelak,
maka ampunilah ya Allah, sahabat Anshar dan Muhajirin.”
Sahabat Anshar dan Muhajirin lalu menjawab :
:&2 B2  YÁ fD &ž Z2  
“Kita adalah orang yang telah membaiat Muhammad untuk
berjihad terus selama hayat di kandung badan.”
Kemudian Rasululloh  bersama para sahabat ketika
menggali khandaq menirukan ucapan Ibnu Rawahah :
B_
_
¡& [  
 
¡Q BC
 E&CG ŒAŽ ¡BD y¡B.K X
n
B2 y Q  Y3 T BD V2 &C 9Uwb
“Demi Allah seandainya tidak karena Engkau ya Allah,
kami tidak akan mendapat petunjuk, tidak puasa dan tidak
shalat.
Maka benar-benar turunkanlah kepada kami ketenangan
dan teguhkanlah tapak kaki kami apabila kami berhadapan
dengan musuh.
Orang musyrik sungguh telah menganiaya kita, apabila
mereka berbuat fitnah kamipun menolaknya.”

Bimbingan Islam 122

4. Syair yang berisi tauhid atau cinta kepada Rasululloh
dan yang menyebut akhlaknya atau berisi ajakan jihad,
memperbaiki budi pekerti, mengajak persatuan, tolong-
menolong sesama umat, menyebut dasar-dasar Islam, berisi
hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat dan lain sebagainya.
5. Terbang dan alat musik kecapi hanya dibolehkan pada
waktu hari raya dan perkawinan untuk kaum wanita dan tidak
bolah dipakai pada waktu berzikir, karena Rasululloh dan para
sahabatnya tidak pernah melakukannya.
Para ahli shufi membolehkan terbang utuk diri mereka
pada waktu berzikir dan menjadikannya sunnah, padahal
sebenarnya adalah bid’ah.
Rasululloh  bersabda :
yˆ| yD&2 r9 yD&2 yŽ&ž r9 lQ 3G Ž&ž 9 .
“Jauhilah perkara-perkara baru, karena setiap perkara baru
adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (riwayat
Turmudzi, katanya : hasan shahih).

HUKUM GAMBAR DAN PATUNG
DALAM ISLAM

Islam bangkit untuk seluruh umat manusia agar
beribadah kepada Allah saja, dan menghindarkannya dari
penyembahan kepada selain Allah seperti para wali dan orang
sholeh yang dilukiskan dalam patung dan arca-arca. Ajakan
seperti ini sudah lama terjadi sejak Allah mengutus Rasul-
rasulnya untuk memberikan petunjuk kepada manusia.
Firmannya :
 }S A ;   &AD 
K3 y r9 š 8Z2 & 
“Sesunguhnya kami telah mengutus Rasul pada setiap umat
(yang berseru) sembahlah Allah dan tinggalkan thaghut itu.” (An
Nahl : 36).
Thaghut : ialah segala sesuatu selain Allah yang disembah
dengan rela hatinya.
Patung-patung itu telah disebut dalam surah Nuh. Dalil
yang paling jelas mengenai patung sebagai gambar orang

Bimbingan Islam 123

shalih adalah hadits riwayat Bukhari dari Ibnu Abbas dalam
menafsirkan firman Allah :
 " -. ! 013" " -"C ‚1Z "ƒ1V " 6D1K " „Y 013"  
6U 
 ) xi ( 789 | &C 
Dan mereka berkata : “Dan jangan sekali-kali kamu
meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan
pula meninggalkan “wadd, suwa, yaghuts, ya’uq dan nasr, dan
sungguh mereka telah menyesatkan kebanyakan manusia.” (Nh
: 23-24).

Kata Ibnu Abbas : “itu semua adalah nama-nama orang
shaleh dari kaum Nabi Nuh , ketika mereka mati setan
membisiki mereka agar membuat patung-patung mereka di
tempat-tempat duduk mereka dan memberi nama patung-
patung itu dengan nama-nama mereka. Kaum itu
melaksanakannya. Pada waktu itu belum disembah, setelah
mereka mati dan ilmu sudah dilupakan, barulah patung-
patung itu disembah orang.”
Kisah ini memberikan pengertian bahwa sebab
penyembahan selain Allah, adalah patung-patung pemimpin
suatu kaum. Banyak orang yang beranggapan bahwa patung,
gambar-gambar itu halal karena pada saat ini tidak ada lagi
yang menyembah patung. Pendapat itu dapat dibantah sebagai
berikut :
1. Penyembahan patung masih ada pada saat ini, yaitu
gambar Isa dan bunda Maryam di gereja-gereja sehiggga orang
Kristen menundukkan kepala kepada salib. Banyak juga
gambar Isa itu dijual dengan harga tinggi untuk diagungkan,
digantungkan di rumah-rumah dan sebagainya.
2. Patung para pemimpin negara maju dalam materi
tetapi mundur di bidang rohani, bila lewat di depan patung
membuka topinya sambil membungkukkan punggungnya
seperti George Washington di Amerika, patung Napoleon di
prancis, patung Lenin dan Stalin di rusia dan lain-lain.
Ide membuat patung ini menjalar ke negara-negara Arab.
Mereka membuat patung di pinggir-pinggir jalan meniru orang
kafir dan patung-patung itu masih dipasang di negeri arab

Bimbingan Islam 124

maupun di negeri Islam lainnya. Alangkah baiknya jika dana
untuk membuat patung itu dipergunakan untuk membangun
masjid, sekolah, rumah sakit santunan sosial yang lebih
bermanfaat.
3. patung-patung semacam itu lama-kalamaan akan
disembah orang seperti yang terjadi di Eropa dan Turki.
Mereka sebenarnya telah ketularan warisan kaum Nabi Nuh
yang mempelopori pembuatan patung pamimpin-pemimpin
mereka yang pada mulanya hanya sekedar kenang-kenangan
penghormatan kepada pemimpinnya yang akhirnya berubah
mejadi sesembahan.
4. Rasululloh  sungguh telah memerintahkan Ali bin Abi
Tholib dengan sabdanya :
 K
 QUw ´C
 ‘

8 ”&
.  ] 3 .
“Jangan kau biarkan patung-patung itu sebelum kau
hancurkan dan jangan pula kau tinggalkan kuburan yang
menggunduk tinggi sebelum kau ratakan.” (riwayat Muslim).

BAHAYA GAMBAR DAN PATUNG

Islam tidak mengharamkan sesuatu kecuali ada bahaya
yang mengancam agama, akhlak dan harta manusia. Orang
Islam yang sejati adalah yang tanpa reserve menerima perintah
Allah dan Rasulnya meskipun belum mengerti sebab atau
alasan perintah Allah tersebut. Agama melarang patung dan
gambar karena banyak mendatangkan bahaya seperti :
1. Dalam agama dan aqidah : patung dan gambar
merusak aqidah orang banyak seperti orang Kristen
menyembah patung Isa dan bunda Maryam serta salib. Orang
Eropa dan Rusia menyembah patung pemimpin mereka,
menghormati dan mengagungkannya. Orang-orang Islam telah
meniru orang eropa membuat patung pemimpin mereka baik
di negeri Islam Arab maupun bukan Arab. Para Ahli tariqat
dan tasawwuf kemudian membuat pula gambar guru-guru
mereka yang diletakkan di muka mereka pada waktu shalat

Bimbingan Islam 125

dengan maksud menerima bantuan kepada patung atau
gambar untuk mengkhusyu’kan shalatnya.
Demikian pula yang diperbuat oleh para pencinta
nyanyian. Mereka menggantungkan gambar para penyanyi
untuk diagungkan. Begitu pula para penyiar radio pada waktu
perang dengan yahudi tahun 1967 berteriak :
“maju terus ke depan, penari polan dan polanah
bersamamu,” seharusnya ia berseru :
“Maju terus, Allah bersamamu.”
Karena itu maka tentara Arab kalah total, sebab Allah
tidak membantu mereka. Demikian juga penari-penyanyi yang
mereka sebut-sebut pun tidak kunjung memberikan bantuan
apapun.
Harapanku semoga bangsa Arab mengambil pelajaran dari
kakalahan ini dan segera bertaubat agar Allah menolong
mereka.
2. Adapun bahaya gambar dalam merusak akhlak
generasi muda sangat nyata. Di jalan-jalan utama terpampang
gambar-gambar penari telanjang yang memang sangat
digandrungi oleh mereka, sehingga dengan sembunyi atau
terang-terangan mereka berbuat keji yang merusak akhlak
mereka. Mereka sudah tidak lagi mau memikirkan agama dan
negara, jiwa kesucian, kehormatan dan jihad sudah luntur
dari jiwa mereka.
Demikianlah gambar-gambar itu menghias poster-poster,
majalah dan surat kabar, buku iklan bahkan di pakaian pun
gambar porno itu sudah dipasang orang, belum lagi apa yang
disebut blue film.
Ada lagi model karikatur yang memperjelek gambar
makhluk Allah dengan hidung panjang, kuping lebar dan
sebagainya, padahal Allah menciptakan manusia dalam
bentuk yang paling bagus.
3. Adapun secara material bahaya gambar sudah jelas
dan tidak perlu dalil lagi. Patung-patung itu dibuat dengan
biaya mahal sampai jutaan rupiah, dan banyak orang
membelinya untuk digantung di dinding rumah, demikian pula
lukisan-lukidan orang tua yang telah meninggal dibuat dengan
biaya yang tidak sedikit, yang apabila disedekahkan dengan

Bimbingan Islam 126

niat agar pahalanya sampai kepada almarhum akan lebih
bermanfaat baginya.
Yang lebih jelek lagi adalah gambar seorang laki-laki
bersama isterinya waktu malam perkawinan dipasang di
rumah agar orang melihatnya. Ini seakan-akan isterinya itu
bukan miliknya sendiri tetapi milik setiap orang yang melihat.

APAKAH HUKUMNYA GAMBAR SEPERTI PATUNG

Sebagian orang menyangka bahwa hukum haram itu
untuk patung saja seperti yang terdapat pada zaman jahiliyah,
tidak mencakup hukum gambar. Pendapat ini asing sekali
karena seolah-olah ia belum pernah membaca nash-nash
yang mengharamkan gambar seperti di bawah ini :

1-
[3 Q U O BQ yCUà U e ¤ D  d|3 yw~D D
 aK3  ª WA fD EC ŒQ yB[U. ; š ŒQUZQ r#& :
 aK3 aQ ŒA
T TAQ K3 ¸  ¸ W  aK3   :
ŒQ yCU ][ a2  :  aK3 aQ [&K BD &Z   U e
 :  B £ a yB E 2Z U O  ][ W^_ 
aC ­  # : y.~ˆb #&
3O BQ / ŒBA  . BD * 
“Diriwayatkan dari Aisyah bahwa ia membeli bantal kecil
buat sandaran yang ada gambarnya-gambarnya. Ketika
Rasululloh  melihatnya beliau berdiri di pintu tidak mau
masuk maka ia mengetahui ada tanda kebencian di muka
Rasululloh dari Aisyah pun berkata : aku bertaubat kepada
Allah dan Rasulnya, apakah gerangan dosa yang telah
kuperbuat? Rasulullah menjawab : bagaimana halnya bantal
itu? Aisyah menjawab, Saya membelinya agar engkau duduk

Bimbingan Islam 127

dan bersandar . kata Rasululloh sesungguhnya orang yang
membuat gambar ini akan disiksa pada hari kiamat seraya
dikatakan kepada mereka : hidupkanah gambar-gambar yang
kamu buat itu. Sungguh rumah yang ada gambar ini di
dalamnya tidak dimasuki Malaikat.” (riwayat Bukhari Muslim)

2.Sabda Rasululloh pula :

 Ô u[†  yB E 2D 4 &e ) 3Ob EKU
 # ™w .( *  BD.
“Manusia yang paling pedih siksaannya di hari kiamat ialah
yang meniru Allah menciptakan makhluk (pelukis, penggambar
adalah peniru Alah dalam menciptakan makhluknya).”
(Riwayat Bukhari Muslim)
3.

¾   ŒBž ® r#& ª ŒBA š 3O • 3 b . ] 3
/3gA
“Nabi  ketika melihat gambar di rumah tidak mau masuk
sebelum gambar itu dihapus” (riwayat Bukhari).

4.

f¤ aKU  mT RO  r;U f¤ ŒBA š 3O D . ] 3
/U 
“Rasululloh melarang gambar-gambar di rumah dan
melarang orang berbuat demikian.” (riwayat Turmudzi).

Bimbingan Islam 128

GAMBAR DAN PATUNG YANG DIPERBOLEHKAN

1. Gambar dan lukisan pohon, binatang matahari, bulan,
gunung, batu, laut, sungai, tempat-tempat suci seperti masjid,
Ka’bah yang tidak memuat gambar orang dan binatang,
pemandangan yang indah. Dalilnya adalah kata Ibnu Abbas 
:

 (*

 Uzw R_Q ˆDQ &2
Œ9  . /3gA ] 3
“Apabila anda harus membuat gambar, gambarlah pohon
atau sesuatu yang tidak ada nyawanya.” (riwayat Bukari).
2. Foto yang dipasang di kartu pengenal seperti paspor,
SIM, dan lain-lain yang mengharuskan adanya foto. Semuanya
itu dibolehkan karena darurat (keperluan yang tidak bisa
ditinggalkan).
3. Foto pembunuh, pencuri, penjahat agar mereka dapat
ditangkap untuk dihukum.
4. Barang mainan anak perempuan yang dibuat dari kain
sebangsa boneka berupa anak kecil yang dipakaikan baju dan
sebagainya dengan maksud untuk mendidik anak perempuan
rasa kasih sayang terhadap anak kecil. Aisyah radhiallahu
‘anha berkata :
¾ &D A2 jZ Œ9  . /3gA ] 3
“Saya bermain-main dengan boneka berbentuk anak
perempuan di depan Nabi .” (riwayat Bukhari).
Tidak boleh membeli mainan negara asing untuk anak-
anak, terutama mainan yang membuka aurat sebab anak-
anak akan menirunya yang berakibat merusak akhlak serta
pemborosan dengan membelanjakan kekayaan untuk negara
asing dan negara yahudi.
5. Diperbolehkan gambar yang dipotong kepalanya
sehingga tidak menggambarkan makhluk bernyawa lagi seperti
benda mati.
Malaikat Jibril berkata kepada Rasululloh mengenai
gambar : “Perintahkanlah orang untuk memotong kepala
gambar itu, dan perintahkanlah untuk memotong kain

Bimbingan Islam 129

penutup (yang ada gambarnya) supaya dijadikan dua bantal
yang dapat diduduki.” (shahih, riwayat Abu Daud).

APAKAH MENGISAP ROKOK ITU HARAM?

Rokok memang tidak ada pada zaman Nabi  tetapi
Islam datang membawa kaidah-kaidah umum yang melarang
segala sesuatu yang mendatangkan bahaya bagi badan atau
menyakiti tetangga atau menyia-nyiakan harta. Firman Allah
 :
1.
 =~A² BD EU© ABS £ r© 
“Dan Rasul menghalalkan yang baik bagi mereka serta
mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.” (Al-A’raf :
157).
Rokok termasuk yang buruk dan membahayakan, tak
sedap baunya.
2.
 y.  ¸ .&n2 

“Dan janganlah menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam
kebinasaan.” (Al-Baqarah : 195).
Rokok mengakibatkan penyakit yang membinasakan
seperti kanker, paru-paru dan lain sebagainya.
3.
 .*
 

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu.” (An-Nisa: 29)
Rokok membunuh secara perlahan-lahan.
4.
 Z*
 ´9 Æ 
“Dosa keduanya (arak dan judi) lebih besar dari
manfaatnya.” (Al-Baqarah : 219).

Rokok bahayanya lebih besar daripada manfaatnya.
5.

Bimbingan Islam 130

 6U! A 3qA1 “
 ) x‰ ( <3qA1) 0< d!‘B+w " #< )1
"9   !) xL (
?UKŠ %3K
“Janganlah menghambur-hamburkan (hartamu) dengan
boros sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah
saudaranya setan.” (Al-Isra’ : 26).
6. Rasululloh  bersabda :
3U|
3U|

“Tidak boleh membahayakan diri sendiri atau orang
lain.”
Rokok membahayakan si perokok, mengganggu
tetangga dan membuang-buang harta.
7. Sabda Rasululloh  :
]U9 ) ( ab yD| . . BD * 
“Allah membenci untukmu perbuatan menyia-nyiakan
harta.” (riwayat Bukhari Muslim).
Merokok adalah menyia-nyiakan harta, dibenci oleh
Allah.
8. Sabda Rasululloh  :
7. ÕQ
mb r^9 ? (BÁ `O (BÁ r8 Ã .
BD * 
“Perumpamaan kawan duduk yang baik dengan kawan
duduk yang jelek ialah seperti pembawa minyak wangi dengan
peniup api tukang besi.” (riwayat Bukhari Muslim).
Perokok adalah kawan duduk yang jelek yang meniup
api.
9.
&# ; 3
š ]^  ]& š Q *
r Q ¹ f 
&2 BQ &Ö .  ] 3
“Barangsiapa menghirup racun hingga mati maka racun itu
akan berada di tangannya dihirupnya di neraka jahannam
selama-lamanya.” (riwayat Muslim).

Bimbingan Islam 131

Rokok mengandung racun (nikotin) yang membunuh
peminumnya perlahan-lahan dan menyiksanya.
10. sabda Rasululloh  :
 B2 &ZB 
&z aX ZB X ZBQ ˆO2 Ž r9  .  *
BD
“Barangsiapa makan bawang putih atau bawang merah
hendaknya menyingkir dari kita dan menyingkir dari masjid
dan duduklah di rumahnya.” (riwayat Bukhari Muslim)
Rokok lebih busuk baunya daripada bawang putih atau
bawang merah.
11. Sebagian besar ahli fiqih mengharamkan rokok. Sedang
yang tidak mengaharamkan belum melihat bahayanya yang
nyata ialah penyakit kanker.
12. Apabila orang membakar uang satu lira, kita pasti
mengatakannya orang gila. Bagaimana orang membakar rokok
yang harganya ratusan lira yang berakibat membahayakan
dirinya serta para tetangganya?
Dari semua hadits maupun ayat Al-Qur’an tersebut di atas
jelas bahwa rokok termasuk di antara semua yang negativ dan
membahayakan pengisapnya juga tetangganya.
Apakah anda masih termasuk orang yang beragama dan
berperasaan?
Apabila rokokmu membuat orang terganggu dan mengotori
udara maka mengotori udara hukumnya haram seperti halnya
mengotori air yang dapat membahayakan orang.
Andaikata kita bertanya kepada orang yang mengisap
rokok, apakah rokokmu itu akan dimasukkan dalam amal
baik ataukah amal buruk? Ia pasti menjawab bahwa itu
termasuk dalam amal buruk.
13. Memohonlah kamu kepada Alah agar bisa
meninggalkan rokok, karena barangsiapa meninggalkan
sesuatu karena Allah, Dia akan memberikan pertolongan dan
bersabarlah kamu karena Allah beserta orang yang sabar.

Bimbingan Islam 132

PARA MUJTAHID BERPEGANG PADA HADITS

Setiap imam empat melakukan ijtihad sesuai dengan
hadits yang telah sampai kepadanya, maka terjadinya
perbedaan pendapat antara mereka bisa jadi dikarenakan ada
imam yang sudah mendengar hadits tertentu sementara imam
yang lain belum mendengar hadits tersebut. Hal itu
disebabkan hadits-hadits waktu itu belum ditulis dan para
penghafal hadits telah berpencar-pencar, ada yang di Hijaz,
Syam, Irak, Mesir dan di negeri-negeri Islam lainnya mereka
hidup di suatu zaman di mana transportasi sangat sulit.
Untuk itu kita lihat imam Syafi’i telah meninggalkan
pendapatnya yang lama ketika pindah ke Mesir dari Irak dan
memperhatikan hadits-hadits yang baru didengar.
Ketika kita melihat imam syafi’i berpendapat bahwa
wudhu bisa batal karena menyentuh wanita sedangkan Imam
Abu Hanifah berpendapat bahwa hal itu tidak membatalkan
wudhu’ maka kita harus kembali kepada hadits Rasululah
sesuai dengan firman Allah  :
 !@<2 "1! œ1 1 -9 < <a1K+U !@ f" <l"Q
r< )n 1 "  hU B# m!"T <U!#± <E B)  :) €Ÿ ( ? %3K
“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu,
maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul
(sunahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan
hari kemudian yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan
lebih baik akibatnya.” (An-Nisa’ : 59).
Karena kebenaran tidak mungkin lebih dari satu,
sehingga tidak mungkin hukum menyentuh wanita itu
membatalkan wudhu’ dan tidak membatalkannya. Padahal
Rasululloh  -dan beliau adalah sebaik-baik penafsir Al-
Qur’an- pernah menepiskan Aisyah dengan tangannya dan
memegang kaki Aisyah padahal beliau sedang sakit. (riwayat
Bukhari). Jika imam Syafi’i mendengar hadits ini atau jika
hadits tersebut dianggap sahih, maka ia tidak akan
mengatakan bahwa wudhu’ batal karena menyentuh lain jenis,
sebagaimana ia telah mengatakan : “Jika suatu hadits itu
shahih maka itulah mazhab saya.”

Bimbingan Islam 133

Dan kita juga tidak diperintah kecuali mengikuti Al-
Qur’an yang diturunkan oleh Allah dan keterangan-keterangan
Rasululah dengan hadits-hadits sahihnya, sebagaimana
firman Allah :
 + :ˆB!"C ?B! " !<
1Y ! )1Z<A+  "
 -.,2+3 , -. B"< "a<X
-  )1ZŠ  vAZ.  r*K  . /3gA ] 3
“Kain yang lebih rendah (melebihi) mata kaki, maka masuk
neraka.” (riwayat Bukhari).
10.
Ë& ™ ?2 &Q UQ9  B#G r;U aC T . /3gA ] 3
“Apabila seorang berkata kepada saudaranya : “ya kafir”
maka kata-kata itu teralisasi pada salah satu di antara
keduanya .” (riwayat Bukhari).
11.
9&BK m  
lQ 
&BK Q a
XD .23  SgK &Q
r; . &c ] 3
“Janganlah kamu berkata kepada orang munafik
“sayiduna” (Tuan kami” karena apabila ia ternyata menjadi
tuan bagimu, maka kamu berarti telah membuat murka Robb
kalian Yang Maha Perkasa dan Agung.” (riwayat Ahmad).
12.

® £#  [U†
¢ fD U[p Å  y*~‘ aX
 U ×n .  ] 3 .

Bimbingan Islam 141

“Masih ada sekelompok dari umatku yang selalu tegak
dalam kebenaran. Tidak membahayakan mereka orang-orang
yang tidak memperhatikan mereka sehingga datang perintah
Allah (hari kiamat).” (riwayat Muslim).

Bimbingan Islam 142

ISLAM MENGANGKAT DERAJAT WANITA

Islam memuliakan derajat wanita dengan jalan
menjadikan mereka sebagai pendidik generasi mendatang dan
menggantungkan baik atau buruknya umat kepadanya. Islam
mewajibkan wanita menutup aurat untuk menyelamatkan
mereka dari tangan-tangan jahil dan menghindarkan
masyarakat dari ekses-ekses negatif. Perlu ditambahkan
bahwa yang demikian itu menciptakan rasa kasih sayang
antara suami isteri. Sebab laki-laki yang melihat perempuan
yang lebih cantik daripada isterinya dapat menimbulkan
gangguan yang bisa berakibat perceraian.
Allah  berfirman :
  BD v
& vœb ?
m2 m; >G rC ¾  
Tœ ˆQ QUZ  ÈY mT AB2ˆ; 
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak
perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin agar mengulurkan
jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya
mrreka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak
diganggu.” (Al-Azab :59).

1. Anne Bizan, tokoh wanita internsional berkata :
“Seringkali datang menghinggappi fikiran saya bahwa wanita
dalam naungan Islam lebih merdeka (bebas) daripada di
agama-agama lain. Sebab Islam banyak menjaga hak-hak
wanita jika dibandingkan dengan agama lain yang melarang
poligami. Demikian pula ajaran Islam lebih adil bagi wanita
dan lebih menjamin kebebasannya. Sedang wanita di Inggris
tidak memperoleh hak milik kecuali sejak 20 tahun yang lalu
saja padahal Islam telah menentukan hak milik bagi wanita
sejak datangnya agama Islam yang pertama sekali. Adalah
omong kosong kalau dikatakan bahwa Islam mengangap
wanita sebagai orang yang tidak bernyawa.”
2. Ia juga berkata : “Bila kita timbang secara adil maka
poligami secara Islam, yang menjaga, melindungi, memberi
makan, pakaian dan perhatian kepada wanita adalah lebih
baik daripada prostitusi ala barat yang membolehkan laki-laki

Bimbingan Islam 143

melampiaskan syahwatnya pada wanita kemudian wanita itu
dibuang di jalanan.
3. Franzoa Sagan, seorang orientalis berkata : hai wanita
timur, ketahuilah bahwa orang yang memanggil namamu dan
mengajakmu beremansipasi dengan laki-laki sebenarnya
adalah orang-orang yang mentertawakan kami sebelum kamu.
4. Fon harmer brekata : Menutup aurat bagi wanita
adalah alat untuk menjaga kehormatannya serta martabat
yang didambakannya.

SEBAGIAN PENDAPAT PARA ORIENTALIS
TENTANG ISLAM

Filosof Bernard Show berkata : sesungguhnya aku
menyimpan segala penghargaan terhadap agama Muhammad
karena kevitalannya yang menakjubkan. Ia adalah satu-
satunya agama yang mempunyai kekuatan hebat kerena
seseuai dengan jalan hidup yang senantiasa berubah-ubah,
dan dapat diterapkan di semua masa. Aku sungguh telah
mempelajari kehidupan lelaki yang sangat mengagumkan itu.
Seharusnya ia diberi gelar “PENYELAMAT MANUSIA” , yang
sama sekali tidak bertentangan dengan Isa Almasih. Saya
yakin kalau orang seperti ia diberi taufik dalam memecahkan
semua kesulitan, yang dapat membawa dunia ini kepada
kebahagiaan, tentram dan damai yang sangat didambakan
umat manusia dewasa ini. Sungguh saya mempunyai ramalan
bahwa di masa datang orang Eropa akan menerima ajaran
Muhammad ini dan sekarang hal itu sudah mulai terjadi.

KISAH MASUK ISLAMNYA SEORANG AMERIKA

Di Amerika Serikat banyak orang yang sedang
membahas tentang jalan hidup baru. Ada yang cenderung
kepada jalan hidup yang di ajarkan Islam, ada yang memilih
cara hidup yang digariskan oleh agama Kristen, Budha atau
Hindu. Kesimpulan mereka adalah perlu adanya jalan yang
dibimbing oleh Tuhan. Tetapi di sana sedikit sekali orang yang

Bimbingan Islam 144

dapat menjelaskan bahwa Islam merupakan jalan yang
dipilihkan Allah untuk kita.
1. Semula perhatianku kucurahkan untuk mempelajari
agama budha saya ingin menjadi pendeta budha. Setelah saya
memperbandingkan agama itu di suatu perguruan tinggi,
perhatian saya tertuju kepada Islam. Setelah selesai di
perguruan tinggi saya belajar di negeri Belanda bersama dua
orang teman. Satu dari teman itu adalah mahasiswa dari
Yordan dan yang satu lagi Jerman. Yang kedua ini sudah
agak tua dan mempunyai kedudukan terhormat. Ia sudah 30
tahun mencurahkan hidupnya di negeri Belanda untuk Allah.
Akibat pengaruh dua teman inilah saya masuk Islam tanpa
memperhatikan kebaikannya atau efeknya, bahkan saya
merasa puas dan mengakui bahwa Muhammad  sebenarnya
adalah utusan Allah dan apabila saya berpaling dari perintah
Allah dan utusannya maka Allah juga akan berpaling dari
saya.
2. Lima tahun dari umurku yang terahir ini saya
habiskan di Amerika dan sebagiannya di dunia Arab, sehingga
sampailah saya pada suatu kesimpulan bahwa saya cinta dan
menghargai agama Islam. Saya mengambil pelajaran
daripadanya mengenai bagaimana agama Islam ini
menggambarkan kehidupan manusia dan menjadikannya
suatu kehidupan yang suci yang penuh berkah.
Sungguh suatu tragedi yang sangat menyedihkan jika saya
melihat banyak di antara umat Islam yang sudah hilang
kepercayaannya terhadap Islam, di mana rakyat dan
pemerintahnya membebek Amerika dan negara-negara barat.
Sementara orang-orang Amerika dan orang-ornag barat sendiri
telah putus asa dan kecewa terhadap tradisi, peraturan dan
kepercayaan mereka. Berjuta-juta orang di dunia Arab ingin
meniru dan mengambil pelajaran dari sana, padahal berjuta-
juta orang Amerika mengakui bahwa negara dan rakyat
mereka makin hari makin buruk dan semakin hancur, bahkan
mereka mengharap agar negaranya cepat hancur.
3. Sebagian orang Islam Amerika memang ada yang kuat
imannya, terutama mereka yang pindah dari agama lain.
Namun demikian kita masih sangat memerlukan tambahan
pengetahuan tentang Islam. Kita sering mengerjakan amal

Bimbingan Islam 145

yang kurang terpat, bahkan kadang-kadang perbuatan yang
berbahaya yang semuanya memakai merek Islam atau atas
nama Islam.
Disamping itu memang sedikit sekali rakyat Amerika yang
mengenal dan mengerti bagaimana memberikan petunjuk
kepada saudara-saudara mereka. Begitu pula karena
sedikitnya orang Islam yang mempraktekkan ajaran Islam
dalam kehidupan masyarakat, kemudian pergi ke Amerika
untuk berdakwah menyebarkan Islam dan mau meluruskan
dan membangunnya atas dasar yang benar. Karena terus
terang bahwa masyarakat Islam yang ada di dunia sekarang
ini sebenarnya belum mengerjakan agama Islam sebagaimana
mestinya. Masih bahyak da’i-da’i muslim yang datang ke
Amerika bukan untuk berdakwah dan memperkokoh agama.
4. Akhirnya saya mengharap mudah-mudahan kira-kira
sepuluh tahun mendatang mahasiswa-mahasiswa sudah
mempunyai pandangan yang luas tentang pusat-pusat
kebudayaan Islam yang asli. Begitu juga saya mengharapkan
semoga mereka di sana mendapat dukungan yang kuat
sehingga dapat melakukan perbuatan yang menuruti perintah
Allah.
Segala puji bagi Tuhan semesta Alam.

GADIS AMERIKA MEMELUK AGAMA ISLAM
Hajar adalah nama baru bagi YAMILA, seorang gadis
Amerika umur 28 tahun, mahasiswi MISSOURI UNIVERSITY,
Columbia, jurusan ilmu sosial. Dua tahun yang lalu ia mulai
mempelajari Islam dengan sungguh-sungguh dan mendalami
mengenai “apa hakikat Islam itu.” Masalah ini adalah masalah
yang sulit yang belum pernah dijumpai di Amerika yang
matrealistis itu. Setelah dua tahun mendalami Islam ia
memproklamirkan dirinya memeluk agama Islam dan
mengubah namanya YAMILA menjadi HAJAR. Ia mencintai
nama itu karena ada hubungannya dengan Islam.
Hajar menceritakan pengalamannya demikian :
“Sudah lama timbul pertanyaan dalam hati saya
tentang alam ini, existensi dan kehidupan dalam alam ini.
Untuk mendapatkan jawaban ini secara filosofis telah

Bimbingan Islam 146

membuat saya menjadi kurus,” katanya. “karena saya sewaktu
mempelajari kebudayaan Amerika tidak mendapatkan jawaban
yang memuaskan mengenai hal itu.”
Saya sebenarnya sudah pernah mendengar tentang
agama Islam tetapi gambarannya belum jelas dalam hatiku,
bahkan gambaran yang saya dapati malah jelek. Saya
menduga bahwa Islam adalah agama pemisah antara laki-laki
dan perempuan dan berdiri di atas kebengisan dan kekerasan.
Demikianlah saya belum juga mengerti tentang hakikat Islam.
Setelah saya menekuninya barulah saya tahu tentang
kesucian Islam dan mengerti bahwa ia adalah agama yang
menentang kekuatan materialis. Dari sejak itulah saya lebih
giat lagi memperlajarinya walaupun terasa sangat berat karena
di sana tidak ada buku-buku berbahasa inggris yang
menjelaskan Islam secara benar. Hal ini bukan penghalang
bagi saya sebab saya memang sudah cinta kepada Islam dan
saya yakin benar bahwa Islam adalah agama yang adil dan
obyektif, yang memberikan kebebasan kepada setiap orang
untuk mempertanggung jawabkan perbuatan sendiri.
Demikian terus-menerus saya fahami dan bertambah sadar
yang akhirnya atas petunjuk Allah  saya memeluk agama
Islam.”

HAJAR berda’wah kepada Islam :
Setelah hajar memeluk Islam ia bekerja sungguh-sungguh
untuk menyebarkan Islam karena ia sadar bahwa tugasnya
sekarang adalah berjuang membela dan menegakkan Islam
serta menyampaikan da’wah Islamiyah kepada orang-orang
Amerika. Mereka menjadi bodoh tentang Islam karena ulah
musuh-musuh Islam yang dengki yang memberikan gambaran
jelek tentang Islam.
Islam sungguh telah mengubah keadaan Hajar secara total.
Kalau dulu sebelum Islam ia hidup seperti gadis-gadis Amerika
lain, bermain-main dan menghibur diri, kini ia menjadi orang
yang patuh kepada ajaran dan norma-norma Islam. Hal ini
terbukti dalam ucapannya yaitu :
“Sesungguhnya tujuanku yang pokok ialah saya berjuang
membela Islam dan memerangi kapitalis, kalaliman, kejahatan
serta segala keburukan. Saya yakin bahwa Islam adalah satu-

Bimbingan Islam 147

satunya jalan untuk menyelamatkan manusia dari bahaya
perang, kelaparan dan nyanyian.”
Ketika ia ditanya mengapa hanya Islam yang menjadi
penyelamat manusia ia menjawab : “karena hanya Islam yang
mampu menjajikan pemecahan problem dunia sekarang ini,
baik dari sudut sosial maupun politik. Karena ia adalah
peraturan hidup yang komplex yang mempunyai
keseimbangan antara tuntutan rohani dan jasmani tanpa ada
kekurangan.
Sungguh aku telah mendapatkan jawaban secara falsafi di
dalam Islam yang dulu pertanyaan-pertanyaan itu membuatku
gelisah sampai tidak bisa tidur nyenyak.
Dan Hajar pada waktu berbicara tentang Islam yakin benar
atas kebenaran apa yang diucapkannya. Bahkan kadang-
kadang ia menguraikan ibarat yang Islami dengan bahasa
Arab. Pada pokoknya ia benar-benar mengerti bahwa Islam
adalah peraturan hidup yang multi komplex bukan hanya
untuk ibadah saja.
Ajaran jihad dalam Islam menurut Hajar merupakan yang
paling penting dan yang paling diperlukan oleh umat Islam
pada saat sekarang ini. Sejak memeluk Islam ia mengubah
cara hidupnya. Ia memakai busana muslimah dan
melaksanakan shalat lima waktu. Ia mencurahkan tenaga
untuk menghafal ayat-ayat Al-Qur’an agar mampu
melaksanakan shalat secara lebih sempurna.
Suatu hal yang wajar kalau ia menghadapi hambatan dari
keluarga dan rekan-rekannya. Namun hal itu dianggapnya
sebagai hal yang ringan saja. Ia mengatakan : “dalam rangka
menjalankan kepercayaanku, segala rintangan kuanggap
ringan dan itu adalah wajar bagi seorang muslim. Sebelumnya
juga memang sudah banyak terjadi orang muslim disiksa,
akan tetapi mereka tetap dalam Islam. Demikian pula saya,
tidak ada yang saya perdulikan kecuali bahwa saya adalah
muslim.”
Kegiatan Hajar tidak terbatas dalam segi sosial dan agama
saja. Ia juga aktif dalam bidang politik dan beranggapan
bahwa ada hak yang adil bagi bangsa Palestina Muslim.
Karena itu ia selalu memberikan ceramah tentang penindasan
dan penganiayaan terhadap bangsa Palestina.

Bimbingan Islam 148

Hajar memang gadis tunggal yang tiada duanya. Ia seorang
gadis berkulit putih yang merubah profesinya manjadi da’iyah
Islamiyah yang membela urusan bangsa Palestina, padahal ia
hidup di tengah-tengah masyarakat yang tidak mau
mendengarkan omongannya, namun ia tidak goyah dan tidak
bosan. Tugas dakwahnya secara umum ditujukan kepada
segenap umat Islam dan secara khusus ditujukan kepada
bangsa Arab.
Hai bangsa Arab, kalau kamu menyinari jalan semua umat
manusia janganlah kamu lemah menghadapi israil dan antek-
anteknya yang telah merampas bumimu yang suci itu.

PERNYATAAN SEORANG MANTAN PENYANYI
INTERNASIONAL SETETELAH MASUK ISLAM

Surat kabar AL-MADINAH AL-MUNAWWARAH yang
terbit tanggal 5 Ramadhan 1400 H melaporkan tentang CAT
STEVENS seorang penyanyi kaliber internasional yang setelah
masuk Islam ia memberi nama dirinya dengan “YUSUF
ISLAM”. Dalam laporan itu terdapat pernyataan-pernyataan
penting, di antaranya sebagai berikut :
1. Terpuruknya orang barat setelah saya berhenti
menyanyi sejak saya masuk Islam. Mereka bertanya-tanya
bagaimana saya bisa berubah. Semua alat komunikasi dan
mass media membisu dan pura-pura tidak mengerti keadaan
saya dan tidak merengek di belakang saya untuk meminta
saya agar kembali seperti semula, karena para karyawan
penerangan di barat semuanya adalah yahudi dan merekalah
yang memegang semua kuncinya.
2. Sebabnya aku masuk Islam ialah setelah temanku
ziarah ke Masjid Aqsha ia lalu memberikan hadiah kepadaku
dua exemplar Al-Qur’an. Yang satu berbahasa Arab dan yang
satu lagi diterjemahkan dalam bahasa inggris. Ia memberikan
hadiah kepadaku karena aku menaruh prehatian besar
kepada agama samawi. Kemudian saya pelajari sendiri Al-
Qur’an itu sampai selesai. Setelah itu saya mempelajari
riwayat hidup Muhammad  yang akhirnya saya benar-benar
terpengaruh dengan kepribadian Rasululloh. Sesudah satu

Bimbingan Islam 149

setengah tahun saya pelajari Islam secara ilmiyah saya puas
terhadap kebesarannya dan saya berkesimpulan bahwa Islam
adalah agama yang benar dan alhamdulillah saya dapat
memeluk agama Islam.
3. Saya pergi ke Al-Quds sehingga orang Islam di sana
merasa gembira atas kedatangan saya. Saya shalat dan
menangis di Masjid Aqsha ini. Perlu diketahui bahwa Al-Quds
merupakan jantung hati dunia Islam. Apabila ia sakit maka
seluruh dunia Islam ikut sakit dan apabila ia sehat maka
seluruhnya juga akan sehat. Karena itu kita harus
membebaskanya dari penjajahan musuh Israil.
4. Bangsa Paletina harus selalu taat kepada agama dan
menjaga shalat, sehingga kalau demikian saya yakin bahwa
Allah akan menolongnya.
5. Orang-orang Islam di Masjid Aqsha berkata kepada
saya bahwa merokok hukunya haram. Karena itu saya tidak
mau lagi merokok, meminum-minuman keras, bergaul bebas
dengan wanita dan berhenti pula dari menyanyi dan musik.
6. Saya memilih wanita yang muslimah dan menutup
auratnya karena karena kecantikan bukanlah hal yang
prinsip, yang lebih penting adalah iman dan akhlak.
7. Saya sekarang belajar bahasa Arab agar dapat
membaca dan memahami Al-Qur’an sehinnga menikmati ayat-
ayatnya serta maknanya. Saya akan mengarang buku tentang
keagungan/kebesaran Islam dengan menggunakan popularitas
nama saya agar bermanfaat dalam da’wah Islamiyah.
8. Saya berkeyakinan bahwa shalat pada waktunya
adalah rukun Islam yang paling penting dan menjaganya
adalah benteng terkuat bagi manusia dan Islamnya, dan setiap
selesai shalat saya merasa tenang dan tenteram yang luar
biasa.

Terahir saya (penulis) mendengar bahwa “Yusuf Islam”
menetap di Inggris, berda’wah untuk Islam dan mempunyai
masjid sendiri. Kaum muslimin berkumpul di sekitarnya dan
mendukungnya. Sungguh dia telah mengalahkan kaum
muslimin dalam berpegang teguh dan mencintai Islam.
Semoga Allah melimpahkan taufik dan ketetapan baginya,

Bimbingan Islam 150

memberkahinya dan memberkahi kaum muslimin yang
beramal sepertinya.

DO’A MASUK PASAR

Rasululloh  bersabda : “Barangsiapa masuk pasar,
lalu membaca do’a :
[ ŒB§ dB© &¢  mb  µ mUe
]& 
 

§
d U&C ?de r9 fD [ µ7² ]&B2  .
“Tiada sembahan yang hak selain Allah, tiada sekutu bagi-
Nya. Hanya milikNya segala kerajaan dan puji. Yang
Menghidupkan dan Mematikan. Dia Maha Hidup dan tidak
mati. Di tanganNya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa
segala segala sesutau.”
Niscaya ditulis baginya sejuta kebaikan, dihapus darinya
sejuta keburukan, diangkat baginya sejuta derajat, dan
dibangunkan untuknya rumah di surga.” (riwayat Imam Ahmad
dan periwayat lainnya, dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam
kitab shahih al-jami’, no. 6107)

DO’A ISTIKHARAH

Jabir  berkata : Bahwa Rasululah  mengajarkan
kepada kita istikharah dalam segala urusan sebagaimana
beliau mengajarkan surah-surah Al-Qur’an. Sabda beliau :
rB ­ y†U* 7}  v Z93 R97Q UG2 9& [ T : 
m
lQ µBPZ m†Q  mnK m3&2 “3& K mZ2 “7g K k
 Z Œ9   µWBV EˆD Œ
D
Z 3&C
3&
/U yACD deZ ‹Y š ½ 7# UG [ ) r;D š aC /U
; ( BQ ½ “32 ­ ½ ]U ½ ]3&CQ . Ue UG [  Z Œ9 

Bimbingan Islam 151

/U yACD deZ ‹Y š ½ ) ; /U r;D š aC ( QU_Q
2 ‹|3 ­ 9 =B 7² ½ 3&C D ‹QU_ ‹D ) d aC
 ; .( /3gA ] 3
“Apabila salah seorang kamu menghendaki sesuatu maka
hendaklah shalat dua raka’at kemudian berdo’a : “Ya Allah,
dengan ilmuMu sungguh aku mohon kepadaMu pilihan yang
baik, dengan kekuasaanMu aku memohon agar diberikan
kemampuan. Aku memohon kepadamu sebagian anugrahMu
yang agung, karena sesungguhnya Engkaulah Yang Maha
Kuasa, aku tidak. Engkaulah yang mengetahui, aku tidak.
Engkaulah Dzat Yang Maha Tahu segala yang ghoib. Ya Allah
apabila Engkau mengetahui bahwa hal itu baik untukku dalam
segala sesuatu yang berhubungan dengan agamaku,
kehidupanku dan akhir urusanku (baik untuk saya dalam
urusan yang sekarang maupun yang akan datang), maka
takdirkanlah untuku dan mudahkanlah bagiku, kemudian
berkahilah hal itu bagiku.dan apabila Engkau mengetahui
bahwa sesungguhnya hal itu buruk bagiku dalam segala
sesuatu yang berhubungan dengan agamaku, kehidupanku dan
akhir urusanku, maka hindarkanlah hal itu dariku dan
hindarkanlah aku dari hal itu, dan takdirkan bagiku apapun
yang baik, kemudian jadikanlah aku orang yang rela padanya.”
(hendaklah pada waktu menyebut hal itu disebutkan
keperluannya).

Perlu diketahui bahwa shalat dua rakaat tersebut harus
dilakukan oleh orang yang bersangkutan sendiri, seperti obat
diminum sendiri oleh orang yang sakit, dengan keyakinan
bahwa Allah pastikan memberi petunjuk kepada kebaikan.
Sebagai tanda bahwa hal itu baik ialah mudah mendapatkan
sebab-sebab pelaksanaannya.
Hindarilah cara bid’ah dalam istikharah, yaitu yang
bersandar kepada mimpi-mimpi dan perhitungan nama kedua
calon memepelai, atau lalin-lainnya yang tidak dasarnya dari
agama.

Bimbingan Islam 152

DO’A UNTUK MENYEMBUHKAN PENYAKIT

1. Letakkan tanganmu pada anggota badan yang sakit
dan bacalah bismillah tiga kali, kemudian membaca do’a di
bawah ini tujuh kali.
 3&C 2 TD 3T &;  Ue
“Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari
keburukan segala sesuatu yang aku temui dan aku takuti.”
(riwayat Muslim)

2.
“¥*e
 ?*e
šw Œ
‡e 4A j[T 4 W3 
K 3YV
?*e . BD * 
“Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah kesusahan dan
sembuhkanlah. Engkaulah Dzat yang menyembuhkan, tidak
ada kesembuhan kecuali kesembuhan dariMu kesembuhan
yang tidak meninggalkan rasa sakit.” (riwayat Bukhari
Muslim).

3.
y
vD r9  y[ SBe r9  y   .2 TD .
/3gA ] 3
“Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang
sempurna, dari segala setan dan dari binatang yang berbisa
dan dari segala mata yang jahat.” (riwayat Bukhari).

4.
BPZ  anK µU RAK ]&D aQ ; U†© ª †U YD 
 ]QD
 mB*w  BPZ –UZ W3 . 9¢ ^^_ ¾[ Q
Barangsiapa mengunjungi orang sakit belum datang
ajalnya kemudian membaca do’a ini :

Bimbingan Islam 153

“Aku mohon kesembuhan kepada Allah yang Maha Agung
Tuhan Arsy yang Agung, maka Allah menyembuhkannya.”
(hadits shahih menurut Hakim yang disetujui oleh Az-
Zhahabi).

5.
aQ f A • 3  : 789 fD ‹†Q 2 “ˆ 2 ¯ kQD  &¢
?ˆA mT AO ª ˆB†* # ¯ . /U  ] 3  =&
Barangsiapa melihat orang tertimpa kesusahan kemudian
membaca :
“Segala puji bagi Allah yang membebaskan aku dari
kesusahan yang manimpamu dan menjadikanku lebih utama
dari kebanyakan yang Dia ciptkan, maka orang tersebut
terhindar dari kesusahan/penyakit tersebut.” (riwayat
Turmudzi).

6. Datanglah Malaikat Jibril kepada Nabi  dan bertanya :
“Hai Muhammad, apakah anda sakit?” Rasululloh  menjawab
: “Ya”, lalu Jibril membaca do’a :
2 µvD (*
r9 Ue  µmTœ ?de r9  mBC3  2
mB*w  µmBC3  .
“Dengan nama Allah aku mengobatimu dari segala penyakit
yang menimpamu, dari kejahatan segala jiwa dan mata.
Dengan nama Allah aku mengobatimu. Dan Allah lah yang
menyembuhkanmu.” (riwayat Muslim).

7. Bacalah surah Al-Fatihah dan surah Al-Mu’awwizatain
kemudian mohonkan kesembuhan kepada Allah saja.
Laksanakanlah do’a dan berobat dengan keduanya,
bersedekahlah kepada segala orang fakir agar anda sembuh
dengan izin Allah.
8. Seorang muslim hendaklah menggunakan madu,
habbah sauda’ (jintan hitam) dan meminum air zamzam. Itu
semua adalah obat yang mujarab, dapat mengobati dari
segala penyakit.

Bimbingan Islam 154

DO’A BEPERGIAN DAN NAIK KENDARAAN

1. Rasululloh  bersabda : “Barangsiapa yang akan
bepergian hendaklah berkata kepada yang ditinggalkan :
Z~Y RB†
/  .DY K . &c ] 3 
“Kutitipkan engkau kepada Alloh yang tidak sia-sia apa
yang dititipkan.” (Hadits riwayat Ahmad).
2. Orang yang akan bepergian dido’akan :
A
T U*} µ•   “Y > Œ9 8B 7² “U µm .
“Semoga Allah membekalimu dengan taqwa, mengampuni
dosamu, dan memudahkan segala kebaikan bagimu di
manapun berada.” (Hadits hasan riwayat Turmudzi).
3. Apabila anda naik mobil atau pesawat terbang yang
lain bacalah :
&¢  2 ¸ 
 v
U  9  [ UgK / ^AK 
Ab 23 .  &¢ –  &¢ –  &¢ – ´9  – ´9  –
´9  Ù .
 W
 U*V

lQ ½ U*}Q d*
yp k m
^AK
Œ
. /U  ] 3 NB^_ =&
“ aku pergi dengan nama Allah dan segala puji bagiNya.
Maha suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk
kami dan tidak ada daya bagi kami untuk menundukkannya
dan hanya kepada Allah kami kembali, kemudian membaca
Alhamdulillah tiga kali, Allahu akbar tiga kali. Maha Suci
Engkau ya Allah, sungguh aku telah menganiaya diriku sendiri,
berilah aku ampunan. Sungguh tidak ada yang mengamupuni
dosa-dosa kecuali Engkau.” (hadits hasan shahih riwayt
Turmudzi).
4.
f|U  rZ  •  ´ [ 
U*K š mn

  .
]&Z2 D ‘ [ 
U*K BD [  . U* š jO Œ
Ú

Bimbingan Islam 155

r[G š y*B² . ?K UPb y2›9 U* ?8D  m2 TD k 
r[G ab š jb .  ] 3
“Ya Allah, kami mohon kepadamu dalam perjalanan ini
kebajikan katakwaan dan amal yang Engkau ridhoi Ya Allah,
ringankanlah atas kami perjalanan ini, dekatkanlah jaraknya
perjalanan ini, Ya Alloh Engkaulah temanku dalam perjalanan
ini dan Engkaulah sebagai pengganti yang melindungi keluarga.
Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari pada kesusahan
perjalanan ini, dari pemandangan yang menyakitkan dan dari
nasib yang sial dalam harta dan keluarga.” (riwayat Muslim).
5. Ketika pulang hendaknya membaca do’a tersebut di
atas ditambah do’a di bawah ini :
 & 23 ¸ A~ A .
“Semoga kami kembali dalam keadaan selamat dan
bertaubat kepada Robb kami memuji.”

DO’A MUSTAJAB
(YANG DITERIMA ALLAH)

1. Apabila anda ingin sukses dalam ujian atau pekerjaan
bacalah do’a di bawah ini : “Rasululloh  mendengar seorang
laki-laki berdo’a
&O &G Œ

 
 Œ
m
&e kn2 mnK k 
& *9  . ª & ª & ª / .
Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu dengan
bersaksi bahwa Engkau Allah, tiada Ilah yang berhak
disembah kecuali Engkau Yang Maha Esa, yang segala sesuatu
bergantung kepadaMu, yang tidak melahirkan dan tidak pula
dilahirkan dan tidak ada sesuatupun yang sama denganNya.”
Rasululloh kemudian bersabda :
dDY T / PDG ¹2  anK & ]&B2 d*
/ W; 2
fSD ruK T . /U   &c ] 3

Bimbingan Islam 156

“Demi Allah yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh
orang itu telah berdo’a dengan namaNya yang Maha Agung.
Yang apabila Dia diseru dengan nama tersebut pasti Dia
mengabulkannya, dan apabila diminta pasti ia memberi.”
(riwayat Ahmad yang dinilai hasan oleh Turmudzi).
2. Do’a Nabi Yunus (dzunnun) pada waktu beliau di dalam
perut ikan seperti di bawah ini.
vbP  Œ9 k m
^AK Œ

 
.
“Tidak ada ilaah yang hak disembah kecuali Engkau, maha
suci Engkau , sunguh aku telah termasuk golongan yang
dzalim.”
Tidak seorang muslimpun yang memohon dengan do’a
tersebut kecuali Allah mengabulkannya (hadits shahih
diriwayatkan oleh Imam Ahmad)
3. Harus melaksanakan hal-hal yang menyebabkan
sukses yaitu berusaha dengan sungguh-sunguh, dan berdo’a.

DO’A ORANG YANG KEHILANGAN
Ibnu Umar  ditanya tentang do’a untuk menemukan
sesuatu yang hilang, ia menjawab : hendaknya orang itu
mengambil air wudhu lalu shalat dua rakaat, kemudian
membaca kalimah syahadat lalu berdo’a denga do’a ini :
Å| dD ÚY3 aˆ†  /&¶ yˆ† /Y[ y† Y3 
m~SD m†Q  ÃlQ m
SK m3&2 .
“Ya Allah, Dzat yang mengembalikan barang hilang, yang
menunjukkan kesesatan, kembalikanlah kepadaku Ya Allah
dengan kekuasaan dan kekuatanmu barangku yang hilang,
karena sesungguhnya itu adalah anugrah dan pemberianmu,”
(Al-Baihaqi menyebut hadits ini mauquf yang juga disebutkan
hasan).

Bimbingan Islam 157

DO’A DARI AL-QUR’ANUL AL-KARIM

 
<U " ! " )Û,B[ :y 3 m
1&0 ! ! +23 6&e3  ) IM ( %3K
‡.
“Ya Robb kami, berilah rahmat kepada kami dari sisiMu dan
sediakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan
kami.” (Al-Kahfi : 10).
 <3+ W"D !C :y !%U!#± d!Q :y  B
5& d!Q ! +23 
) xMI ( %UA %3K
“Ya Robb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan
kebaikan di akhirat dan jagalah kami dari siksa neraka.” (Al-
Baqarah : 201).
  m
 yc3 m
&   j[  &[ T &Z2 2C ÜX
23
W[ 
“Ya Tuhan kami, jangan kau jadikan hati kami condong
kepada kesesatan sesudah Engaku memberi petunjuk kepada
kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau
karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.” (Ali-Imran :; 8).
 )<2 
-AK !0 <
 #˜Š " U!*)} +23 Ý!} <2--C d!Q )rZ z " !§<l
hB!+3 h 1¥3 m+
< +23 1 !0q  ) IM ( Uw¢ %3K
“Ya Robb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami
yang telah iman lebih dahulu dari kami dan jangan Engkau
jadikan kedengakian dalam hati kami terhadap orang-orang
beriman. Ya Robb kami, sesungguhnya Engkau Maha
Penyantun lagi Maha Penyayang.” (Al-Hasyr : 10).

 7Ob mB A
mB 9 mBD 23 
“Ya Robb kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal
dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan kepada
Engkaulah kami kembali.” (Al-Mumtahinah : 4).

Bimbingan Islam 158

 "9 6U _<  B"D )r! ^ "
 +23 
)n"S #" " B˜+
< 
)!#œ1 "
+23
"
 ),^1 "
 +23 ! A"C ! !0 f"D 1 ) +D 1‡ D !<2 " "y"C"‘
<U!Q".) <E ") f"D 
U1O
"Q 
"
 Œ
" ›  3 " U!*)}  ) x¨‰ ( %3K
%UA
“Ya Robb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami
lupa atau kami tersalah. Ya Robb kami janganlah Engkau
bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau
bebankah kepada orang-orang sebelum kami. Ya Robb kami,
janganlah Engkau pikulkan kepada kami sesuatu yang kami
tidak sanggup memikulnya, maafkanlah kami, ampunilah kami
dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami, maka tolonglah
kami terhadap kaum yang kafir.” (Al-Baqarah : 286).
 v!^!"*) 1U B# Œ
"  ,^)3 ~X#  
“Wahai Dzat yang gudang rezekinya berada pada
firmanNya “KUN”, berilah anugrah karena sesungguhnya
segala kebaikan terhimpun pada sisiMu.”
K mB /UQ •K ½  RQY /UQ mB 3 Q
AQ yB
“Tidak ada bagiku perantara kecuali kefakiranku
kepadaMu. Ya Allah, dengan kefakiranku kepadamu itu aku
dapat memenuhi keperluanku.”
yB m2A dDUC •K ½  ”UC W2 /nQ YY3 uQ
“Tidak ada bagiku alasan kecuali aku mengetuk pintuMu.
Sekiranya aku ditolak, pintu yang mana lagi yang harus
kuketuk.”
R§ “UQ D m†Q 9  ¹2 ‡ [ DY / 
“Dan kepada siapakah aku memohon dan memanggil
dengan namanya apabila karunaiMu terhalang dari
keperluanku kepadaMu.
RK j[b aX; r†* B_D o  “YÁ e
“Mustahil Ya Allah jika karena kemurahanMu Engkau
memutuskan harapan orang yang berbuat maksiat, sebab
anugrahMu lebih besar dan pemberianMu lebih banyak.”

“Mudah-mudahan shalawat kepada Nabi Muhammad 
dan keluarganya, yaitu orang-orang yang membawa Al-Qur’an
sebagai cahaya yang bersinar.”

Articles

Ikuti Sunnah, Jauhi Bid’ah Ditulis oleh admin • Mei 18th, 2011 • Kategori: Kajian Hadits

In Uncategorized on 19 Mei 2011 by AHLI SUNNAH WALJAMA'AH


Ikuti Sunnah, Jauhi Bid’ah
Ditulis oleh admin • Mei 18th, 2011 • Kategori: Kajian Hadits

عَنْ عائشةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قالتْ: قَالَ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: (( مَنْ أَحْدَثَ في أَمْرِنا هَذا ما لَيس مِنهُ فَهو رَدٌّ)) رَواهُ البُخارِيُّ ومُسلِمٌ وفي رِوايةٍ لِمُسلِمٍ: (( مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيسَ عَلَيهِ أَمرُنا فَهو رَدٌّ ))

“Barangsiapa mendatangkan perkara baru dalam agama ini, yang bukan termasuk darinya, maka perkara itu adalah ditolak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Dan dalam riwayat Muslim: “Barangsiapa mengerjakan suatu amalan, yang bukan dari perintah kami, maka amalan itu adalah ditolak.” (HR. Muslim)

Hadits ini diriwayatkan dari Ummul Mukminin ‘Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. Beliau adalah wanita yang paling tinggi ilmu fiqihnya sepanjang sejarah. Mendampingi Rasulullah SAW. selama 8 tahun 5 bulan (Syawwal 2 H. – 12 R.Awwal 11 H.). sebagai istri yang paling beliau cintai sekaligus paling mulia setelah Khadijah ra. Beliau salah seorang sahabat perawi hadits terbanyak dengan + – 2210 riwayat hadits. Dan wafat pada bulan Ramadhan tahun 57 H.

Takhrij Hadits

Ini hadits muttafaq ‘alaih, yakni yang sepakat diriwayatkan oleh Al-Bukhari (di 3 tempat dalam Shahih-nya: al-buyuu’ [k.34], ash-shulh [k.53] dan al-i’tisham bil-kitab was-sunnah [k.97]), dan Muslim (k. al-aqdhiyah), disamping juga diriwayatkan antara lain oleh: Abu Dawud (k. as-sunnah), Ibnu Majah (al-muqaddimah), dan Ahmad (II/146).

Pengertian Bid’ah

Dari segi bahasa, bid’ah berarti suatu hal baru yang dianggap baik dan indah, tanpa ada contoh sebelumnya. Adapun dalam peristilahan, bid’ah berarti: setiap bentuk penyimpangan yang diyakini oleh pelakunya sebagai bagian dari ajaran Islam, dan juga setiap amal yang dianggap syar’i dan diniatkan sebagai bentuk ibadah kepada Allah, tanpa adanya dasar yang dibenarkan dalam syariat Islam. Dan hal itu baik berupa keyakinan, pemikiran, amal perbuatan, perkataan, ataupun tindakan meninggalkan sesuatu (dengan niat ibadah).

Sebab-sebab datangnya bid’ah setidak-tidaknya ada empat:

1. Bodoh terhadap agama karena tidak mau mempelajarinya (QS. Ar-Ruum (30): 7).

2. Mengikuti hawa nafsu (QS. Al-Qashash (28): 50)

3. Fanatik terhadap golongan atau pendapat tertentu (QS. Al-Baqarah (2): 170)

4. Tasyabbuh (menyerupai) orang-orang kafir (QS. Al-A`raaf (7): 138)

Macam-macam Bid’ah

Bid’ah pada dasarnya bias dibedakan menjadi dua macam: Pertama, bid`ah kubra, yaitu bid`ah pada aqidah, ideologi dan pemikiran. Induknya adalah: Khawarij, rafidhah, qadariyah atau mu`tazilah, jahmiyah, dan murji`ah. Dan kedua, bid`ah shughra, yaitu bid`ah yang biasa terjadi dalam lingkup amal ibadah. Bid`ah sughra ini meliputi baik bid’ah ‘amaliyah maupun bid’ah tarkiyah. Bid`ah amaliyah berarti melakukan sesuatu tanpa ada dasarnya dalam al-Quran maupun As-Sunnah. Baik dalam tata cara ibadah maupun dalam niat dan tujuan ibadah. Dalam tata cara ibadah: melakukan praktek ibadah diniatkan untuk Allah tapi caranya salah, dan tidak berdasar pada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah. Seperti: dzikir jamaah, istighatsah. Dan lain-lain. Dalam tujuan ibadah: terkadang ibadahnya benar tapi niatnya tidak untuk taqarrub kepada Allah. Seperti melakukan shalat dhuha atau amalan tertentu untuk mencari kesaktian, tenaga dalam, karamah, ilmu laduni, ilmu kasyaf dan semacamnya. Sedangkan bid`ah tarkiyah berarti meninggalkan sesuatu yang disyariatkan dengan niat ibadah tanpa ada alasan yang bisa dibenarkan. Seperti meninggalkan makan daging dan menikah dengan niat ibadah.

Bid’ah juga bisa dibedakan menjadi: bid’ah haqiqiyah (bid’ah hakiki), yang merupakan bid’ah muttafaq ’alaiha (yang disepakati) dan bid’ah idhafiyah (non hakiki), yang bersifat mukhtalaf fiha (bid’ah khilafiyah). Disamping itu, bid’ah juga bisa dibedakan menjadi bid’ah mukaffirah (yang menjadikan pencetus dan pelakunya kafir), dan bid’ah mufassiqah (yang menjadikan pelakunya fasik).

Yang jelas, bid’ah itu tidak hanya satu macam, juga tidak berada dalam satu tingkatan, melainkan bermacam-macam dan bertingkat-tingkat

Hukum Bid’ah

Bid`ah hukumnya dilarang dalam agama, sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Sekali-kali janganlah mengerjakan perkara-perkara yang baru dalam agama. Karena setiap yang baru adalah bid`ah, dan setiap yang bid`ah adalah sesat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Karakteristik Bid’ah

Agar bisa membedakan suatu perbuatan itu “bid`ah” atau “bukan”, kita harus mengetahui karakteristik bid`ah tersebut. Sehingga sesuatu bisa dikatakan “bid`ah” jika memenuhi karakteristik dan ciri khususnya, yaitu:

1. Merupakan hal baru yang diada-adakan tanpa adanya contoh terdahulu pada masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu ’anhum.

2. Tidak adanya dasar sama sekali dari Al Qur’an atau As-Sunnah atau ijtihad yang mu’tabar (diakui).

3. Tidak logis atau ada bagian yang tidak bisa dilogikakan atau tidak boleh dilogikakan atau tidak termasuk dalam wilayah akal dan logika.

4. Diyakini kebenarannya – oleh pembuat dan atau pelakunya – sebagai bagian dari syariat dan ajaran Islam.

Bahaya Bid’ah

Orang yang melakukan bid’ah seolah-olah hendak menciptakan syariat baru, berbohong atas nama Allah dan rasul-Nya, meyakini bahwa syariat Islam masih kurang atau belum sempurna, mendustakan firman Allah yang menyatakan telah sempurnanya ajaran Islam (QS Al-Maidah: 3), bahkan menuduh Rasulullah saw bodoh dan tidak tahu, dan ia menganggap dirinya lebih pintar dibanding beliau

Amalan bid’ah tertolak dan tidak diterima, sebagaimana hadits yang diuraikan dalam tulisan ini. Disamping itu, ibadah bid’ah pada hakekatnya merupakan ibadah kepada syetan (lihat: QS.36 : 60-61), disadari atau tidak, diketahui atau tidak, dan diniatkan atau tidak oleh pelakunya. Karena begitu berbahayanya bid’ah, para ulama salaf berkata, ”Bid’ah itu lebih disukai oleh Iblis daripada kemaksiatan, karena bertaubat dari kemaksiatan itu secara umum lebih mudah daripada bertaubat dari bid’ah”.

Menyikapi Bid’ah dan Pelakunya

Para ulama menyatakan bahwa seseorang yang melakukan perbuatan bid`ah, tidak bisa langsung diklaim sebagai ahli bid`ah sampai terpenuhi syarat-syarat dan tidak ada faktor penghalangnya, yaitu dia sudah diberitahu yang benar dengan dalil dan hujjah nyata, sudah mengerti, tetapi malah membangkang, setelah berkali-kali dinasehati dengan cara yang baik, dan tetap melakukan kebid`ahan, berarti pada saat itu ia memang seorang ahli bid`ah. Bagi pelaku bid`ah yang tidak mengerti, haram bagi kita untuk mengklaimnya sebagai tukang bid`ah. Karena ia belum mengerti dan harus diajari terlebih dahulu.

Disamping itu ada beberapa kaidah yang mesti diperhatikan, antara lain:

1. Sikap kehati-hatian puncak sebelum menghukumi.

2. Yang berhak melakukannya hanyalah para ulama` yang benar-benar mendalam ilmunya. Bukan sembarang orang.

3. Pemutusan hukum, harus berdasar pada keyakinan penuh yang tidak menyisakan keragu-raguan dan syubhat sedikit pun juga.

4. Dalam pemutusan hukum, kita harus mengedepankan sikap dan posisi sebagai juru da`wah, bukan sebagai hakim. Lebih mengedepankan maslahat umum bukan maslahat dzatiyah (pribadi).

5. Membedakan – dalam penilaian dan penyikapan – antara bid’ah dan pelakunya, antara pelaku bid’ah dan tokoh pencetusnya, antara pelaku bid’ah pasif dan pelaku bid’ah aktif, antara pelaku bid’ah awam dan pelaku bid’ah ”ulama”, dan seterusnya.

Articles

73 Wasiat Untuk Para Pemuda Muslim

In Uncategorized on 8 Mei 2011 by AHLI SUNNAH WALJAMA'AH


http://www.ummusalma.wordpress.com

Maktabah Ummu Salma al-Atsariyah
Ummu Salma 1 dari 4 23/03/2007
73 Wasiat
Untuk Para Pemuda Muslim
Berikut ini adalah wasiyat Islami yang berharga dalam berbagai aspek -
seperti ibadah, muamalah, akhlaq, adab dan yang lainnya dari sendi-sendi
kehidupan. Kami persembahkan wasiyat ini sebagai peringatan kepada pada para
pemuda muslim yang senantiasa bersemangat mencari apa yang bermanfaat
baginya, dan sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang
beriman. Kami memohon kepada Allah SWT agar menjadikan hal ini bermanfaat bagi
orang yang membacanya ataupun mendengarkannya serta memberikan pahala yang
besar bagi penyusunnya, penulisnya, yang menyebarkannya ataupun yang
mengamalkannya. Cukuplah bagi kita Allah sebaik-baik tempat bergantung.
1. Ikhlaskanlah niat kepada Allah dan hati-hatilah dari riya’, baik dalam perkataan
ataupun perbuatan.
2. Ikutilah sunnah Nabi dalam semua perkataan, perbuatan, dan akhlaq.
3. Bertaqwalah kepada Allah dan ber-azam-lah untuk melaksanakan semua perintah
dan menjauhi larangan-Nya.
4. Bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nashuha dan perbanyaklah istighfar.
5. Ingatlah bahwa Allah senantiasa mengawasi gerak-gerikmu. Dan ketahuilah
bahwa Allah melihatmu, mendengarmu, dan mengetahui apa yang terbesit di
hatimu.
6. Berimanlah kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari
akhir serta qadar yang baik ataupun yang buruk.
7. Janganlah engkau taqlid (mengekor) kepada orang lain dengan buta (tanpa
memilih dan memilah mana baik dan mana yang buruk serta mana yang sesuai
dengan sunnah / syari’at dan mana yang tidak). Dan janganlah engkau termasuk
orang-orang yang tidak punya pendirian.
8. Jadilah engkau sebagai orang pertama dalam mengamalkan kebaikan karena
engkau akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengikuti /
mencontohmu dalam mengamalkannya.
9. Peganglah kitab Riyadhush Shalihin, bacalah olehmu dan bacakan pula kepada
keluargamu [/orang lain] (demikian juga kitab Zaadul Ma’ad oleh Ibnul Qoyyim).
10. Jagalah selalu wudhumu dan perbaharuilah. Dan jadilah engkau senantiasa dalam
keadaan suci dari hadats dan najis.
11. Jagalah selalu shalat di awal waktu dan berjamaah di masijid, terlebih lagi shalat
“Isya dan Fajr (Shubuh).
12. Janganlah memakan makanan yang mempunyai bau yang tidak enak/sedap,
seperti bawang putih dan bawang merah [termasuk juga petai dan jengkol]. Dan
janganlah merokok agar tidak membahayakan dirimu dan kaum muslimin lainnya.
13. Jagalah selalu shalat berjamaah agar engkau mendapat kemenangan dengan
pahala yang ada pada shalat berjamaah tersebut.
14. Tunaikanlah zakat yang telah diwajibkan dan janganlah engkau bakhil kepada
orang-orang yang berhak menerimanya.
15. Bersegeralah berangkat untuk shalat Jum’at dan janganlah berlambat-lambat
sampai setelah adzan kedua karena engkau akan berdosa.

http://www.ummusalma.wordpress.com

Maktabah Ummu Salma al-Atsariyah
Ummu Salma 2 dari 4 23/03/2007
16. Puasalah di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala
dari Allah agar Allah mengampuni dosa-dosamu, baik yang telah lalu maupun
yang akan datang. [Lengkapilah pula dengan puasa-puasa sunnah yang telah
dituntunkan oleh Rasulullah saw].
17.Hati-hatilah dari berbuka di siang hari di bulan Ramadhan tanpa udzur syar’i
sebab engkau akan berdosa karenanya.
18. Tegakkanlah shalat malam di bulan Ramadhan (shalat tarawih) dengan penuh
keimanan dan mengharap pahala dari Allah agar engkau mendapatkan ampunan
atas dosa-dosamu yanng telah lalu. [Pertahankan pada bulan-bulan berikutnya].
19. Bersegeralah untuk haji dan umrah ke Baitullah Al-Haram jika engkau termasuk
orang yang mampu dan janganlah menunda-nunda.
20. Bacalah Al-Qur’an dengan mentadabburi maknanya. Laksanakanlah perintahnya
dan jauhi larangannya agar Al-Qur’an itu menjadi hujjah bagimu di sisi Rabbmu
dan menjadi penolongmu di Hari Qiyamat.
21. Senantiasalah memperbanyak dzikir kepada Allah, baik dalam keadaan berdiri,
duduk, ataupun berdiri. Dan hati-hatilah engkau dari kelalaian.
22.Hadirilah majelis-majelis dzikir, karena majelis dzikir termasuk taman syurga.
23. Tundukkan pandanganmu dari aurat dan hal-hal yang diharamkan. Hati-hatilah
engkau dari mengumbar pandangan, karena pandangan itu merupakan anak
panah beracun dari anak panah Iblis.
24. Janganlah engkau panjangkan pakaianmu melebihi mata kaki (untuk kaum lakilaki)
dan janganlah engkau berjalan dengan kesombongan/keangkuhan.
25. Janganlah engkau memakai pakaian sutra dan emas, karena keduanya
diharamkan untuk laki-laki.
26. Janganlah engkau menyerupai wanita dan janganlah engkau biarkan wanitawanita
menyerupai laki-laki.
27. Biarkanlah jenggotmu, karena Rasulullah bersabda, “Cukurlah kumis dan
panjangkan jenggot” (HR. Bukhari dan Muslim).
28. Janganlah engkau makan, minum [dan berpakaian] kecuali yang halal agar
do’amu di-ijabah.
29. Ucapkanlah basmallah ketika engkau hendak makan/minum dan ucapkanlah
hamdallah apabila engkau telah selesai.
30.Makanlah, minumlah, ambillah dan berilah dengan tangan kanan.
31.Hati-hatilah dari berbuat kezhaliman karena kezhaliman itu merupakan kegelapan
di Hari Qiyamat.
32. Janganlah engkau bergaul kecuali dengan orang mukmin dan janganlah dia
memakan makananmu kecuali engkau dalam keadaan bertaqwa (dengan ridha
dan menyuguhkan makanan yang halal untuknya).
33.Hati-hatilah dari suap-menyuap (kolusi), baik itu memberi suap, menerima suap
ataupun menjadi perantaranya, karena pelakunya terlaknat.
34. Janganlah engkau menukar keridhaan manusia dengan kemurkaan Allah, karena
Allah akan murka kepadamu.
35. Taatilah ulil amri (pemerintah) dalam semua perintah yang sesuai dengan syari’at
dan do’akan kebaikan untuk mereka.
36.Hati-hatilah dari bersaksi palsu dan menyembunyikan persaksian. “Barangsiapa
menyembunyikan persaksiannya, maka hatinya berdosa. Dan Allah
Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 283).
37. Ajaklah manusia kepada yang ma’ruf (apa-apa yang diperintahkan oleh Allah dan
Rasul-Nya) dan jauhi kemungkaran (apa-apa yang dilarang oleh Allah dan Rosulhttp://
http://www.ummusalma.wordpress.com
Maktabah Ummu Salma al-Atsariyah
Ummu Salma 3 dari 4 23/03/2007
Nya). “Dan beramar ma’ruf nahi munkarlah seerta sabarlah terhadap
apa yang menimpamu” (QS. Luqman : 17).
38. Tinggalkanlah semua hal yang diharamkan, baik yang kecil maupun yang besar.
Janganlah engkau bermaksiyat kepada Allah dan janganlah engkau membantu
seorang pun dalam bermaksiyat kepada-Nya.
39. Janganlah engkau dekati zina. Allah berf irman, “Janganlah kalian mendekati
zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan seburukburuknya
jalan” (QS. Al-Israa: 32).
40.Wajib bagimu berbakti kepada orang tua dan hati-hatilah dari mendurhakainya.
41.Wajib bagimu untuk silaturahmi dan hati-hatilah dari memutuskan hubungan
silaturahmi.
42. Berbuat baiklah kepada tetanggamu dan janganlah menyakitinya. Dan apabila dia
menyakitimu, maka bersabarlah.
43. Perbanyaklah mengunjungi orang-orang shalih dan saudaramu di jalan Allah.
44. Cintalah karena Allah dan bencilah juga karena Allah, karena hal itu merupakan
tali keimanan yang paling kuat.
45.Wajib bagimu untuk duduk bermajelis dengan orang shalih dan hati-hatilah dari
bermajelis dengan orang-orang yang jelek.
46. Bersegeralah untuk memenuhi hajat (kebutuhan) kaum muslimin dan buatlah
mereka bahagia.
47. Berhiaslah dengan kelemah-lembutan, sabar dan teliti. Hati-hatilah dari sifat
keras, kasar dan tergesa-gesa.
48. Janganlah memotong pembicaraan orang lain dan jadilah engkau pendengar
yang baik.
49. Sebarkanlah salam kepada orang yang engkau kenal ataupun tidak engkau kenal.
50. Ucapkanlah salam yang disunnahkan, yaitu “assalamu’alaikum” dan tidak cukup
hanya dengan isyarat telapak tangan atau kepala saja.
51. Janganlah mencela seorang pun dan mensifatinya dengan kejelekan.
52. Janganlah melaknat seorang pun, termasuk hewan atau benda mati.
53.Hati-hatilah dari menuduh dan mencoreng kehormatan orang lain, karena hal itu
termasuk dosa yang besar.
54.Hati-hatilah dari namimah (mengadu domba), yakni menyampaikan perkataan di
antara manusia dengan maksud agar terjadi kerusakan di antara mereka.
55.Hati-hatilah dengan ghibah, yakni engkau menceritakan tentang saudaramu apaapa
yang dia benci jika mengetahuinya.
56. Janganlah engkau mengagetkan, menakuti dan menyakiti sesama muslim.
57.Wajib bagimu melakukan ishlah (perdamaian) di antara manusia, karena hal itu
merupakan amalan yang utama.
58. Katakanlah hal-hal yang baik, jika tidak maka diamlah.
59. Jadilah engkau orang yang jujur dan janganlah berdusta, karena dusta akan
mengantarkan kepada dosa dan dosa mengantarkan kepada neraka.
60. Janganlah engkau bermuka dua. Datang kepada sekelompok orang dengan satu
wajah dan data kepada kelompok lain dengan wajah yang berbeda.
61. Janganlah bersumpah dengan selain Allah dan janganlah banyak bersumpah
meskipun engkau benar.
62. Janganlah menghina orang lain, karena tidak ada keutamaan atas seorang pun
kecuali dengan taqwa.
63. Janganlah mendatangi dukun, ahli nujum serta tukang sihir dan janganlah
membenarkan [perkataan/ramalan] mereka.

http://www.ummusalma.wordpress.com

Maktabah Ummu Salma al-Atsariyah
Ummu Salma 4 dari 4 23/03/2007
64. Janganlah menggambar gambar manusia dan binatang [makhluk bernyawa].
Sesungguhnya manusia yang paling keras adzabnya pada Hari Qiyamat adalah
tukang gambar.
65. Janganlah menyimpan [memajang] gambar makhluk bernyawa di rumahmu
karena akan menghalangi malaikat untuk masuk ke rumahmu.
66. Tasymit-kanlah orang yang bersin dengan mengucap, “yarhamukallah” apabila
dia mengucapkan , “alhamdulillah”.
67. Jauhilah bersiul dan tepuk tangan.
68. Bersegeralah untuk bertaubat dari segala dosa dan ikutilah kejelekan dengan
kebaikan karena akan menghapuskannya. Hati-hatilah dari menunda-nunda.
69. Berharaplah selalu akan ampunan Allah serta rahmat-Nya dan berbaik sangkalah
kepada Allah.
70. Takutlah kepada adzab Allah dan janganlah merasa aman darinya.
71. Bersabarlah dari segala musibah yang menimpa dan bersyukurlah dengan segala
kenikmatan yang ada.
72. Perbanyaklah melakukan amal shalih yang pahalanya terus mengalir meskipun
engkau telah mati, seperti membangun masjid dan menyebarkan ilmu.
73.Mohonlah syurga kepada Allah dan berlindunglah dari neraka.
74. Perbanyaklah mengucapkan shalawat dan salam kepada Rasulullah. Shalawat dan
salam senantiasa Allah curahkan kepadanya, keluarganya dan para shahabatnya
hingga Hari Qiyamat.
(Disarikan dan diterjemahkan dari buletin berjudul 74 Washiyyah li Asy-Syabab
terbitan Daarul Qashim, Riyadh – Kerajaan Arab Saudi)

Articles

Syari’at Membimbing Anda dalam Menggunakan Jawwal/Handphone

In Uncategorized on 8 Mei 2011 by AHLI SUNNAH WALJAMA'AH


Syari’at Membimbing Anda dalam
Menggunakan Jawwal/Handphone
Oleh :
Abu Ibrahim ‘Abdullah bin Ahmad bin Muqbil hafizhahullah
(diterjemahkan oleh Ust. Abu ‘Abdillah Kediri, dari

http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=368419)

Sumber Artikel :

http://www.assalafy.org

dikompilasi oleh : Abu ‘Umar Rengga
Syari’at Membimbing Anda dalam Menggunakan
Jawwal/Handphone
بسم ال والحمد ل والصلة والسلم على رسول ال
السلم عليكم ورحمة ال وبركاتة
Pengantar : Pada zaman modern ini telah banyak teknologi yang memudahkan aktivitas manusia.
Termasuk dengan tersebarnya Jawwal/Handphone (HP), komunikasi bisa dijalankan dengan sangat
mudah dan cepat. Seorang yang berada di ujung dunia bisa menghubungi orang lain yang ada di
belahan dunia lain dengan sangat mudah dan kapan saja ia mau. Kejadian yang terjadi di suatu
daerah, bisa diinformasikan dengan cepat ke benua lainnya saat itu juga.
Tidak diragukan, keberadaan Jawwal/HP merupakan salah satu di antara sekian banyak nikmat
Allah. Maka agar nikmat tersebut bisa tetap terjaga dan benar-benar menjadi karunia bagi kita perlu
kita mensyukuri nikmat tersebut. Di antara bentuk syukur adalah menggunakan nikmat tersebut
pada tempatnya dan menjadikannya sebagai sarana yang bisa membantu untuk kita menjalankan
ketaatan kepada Allah.
Banyak terjadi, terkait dengan penggunaan Jawwal/HP ini yang sebenarnya itu bertentangan dengan
nilai-nilai syukur. Yaitu tatkala teknologi seluler yang memberikan banyak kemudahan ini ternyata
digunakan tidak pada tempatnya dan bahkan dijadikan sebagai sarana baru untuk berbuat maksiat.
Maka perlu kiranya kita menengok bagaimana bimbingan Syari’at Islamiyyah dalam memberikan
rambu-rambu untuk bersikap dan berakhlaq, serta mana hal-hal yang boleh dan mana yang dilarang
oleh syari’at, untuk kemudian seorang muslim menerapkannya dalam penggunaan teknologi seluler
tersebut.
* * *
Ini adalah risalah yang ditulis oleh Al-Akh Abu Ibrahim ‘Abdullah bin Ahmad bin Muqbil
hafizhahullah, dengan mendapat taqrizh (pujian) dari Asy-Syaikh Al-’Allamah Muhammad bin
‘Abdil Wahhab Al-Wushabi Al-‘Abdali hafizhahullah.
Risalah ini berisi tentang pembahasan 24 pedoman dan bimbingan syar’i dalam menggunakan
Jawwal/ (HP). Saya mencukupkan untuk langsung menyebutkan pedoman-pedoman tersebut saja
tanpa menyebutkan pujian Asy-Syaikh Al-Wushabi dan muqaddimah penulis.
Kami memulai dengan memuji Allah
Bimbingan Pertama
Jagalah Selalu Ucapkan Salam yang Islami
Sebagian manusia telah terbiasa ketika membuka percakapan dalam telepon (salam pembuka)
dengan kata ‘Hallo‘. Asal kata ini adalah dari bahasa Inggris yang maknanya adalah ‘selamat
datang‘, sehingga dari sini mereka telah terjatuh kepada sikap taqlid kepada dunia Barat.
Dan sebagian yang lain menjadikan salam pembuka di antara mereka dalam bentuk celaan, caci
makian, dan saling melaknat, mereka tidaklah menempuh kecuali dengan kebiasaan seperti ini.
Kemudian jika telah selesai dari percakapannya ditutup dengan kalimat ‘selamat jalan‘ atau ‘bye
bye‘.
Ini semua merupakan bentuk penyelisihian terhadap tuntunan yang diajarkan oleh Islam, yaitu
mengucapkan salam dan senantiasa menjaganya, baik ketika memulai (berjumpa) maupun
mengakhirinya (berpisah).
¬ كم  ر ل  ي خ م لك  ا ذ  ه هل  ى أ ل وا ع  لم ست وا و  س ن أت تس تى  ح م ك وت  بي  ر ي ا غ # وت  ي وا ب  ل خ د لا ت  وا  ن آم  ذين ل ا ا  يه+ يا أ
ون  كر  تذ م لك عل
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah yang bukan rumah kalian
sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. yang demikian itu lebih baik bagi
kalian, agar kalian (selalu) ingat. (An-Nur: 27)
Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman
# ة يب ط # ة ك ار ب م له ال د ن ع ن م # ية تح م ك س ف ن ى أ ل وا ع  لم س تا ف # و ي ب م ت ل خ ا د  ذ إ ف
Maka apabila kalian memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kalian memberi
salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada diri kalian sendiri, salam yang
ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi barakah lagi baik. (An-Nur: 61)
وعن أبي هريرة رضي ال تعالى عنه ،قال :قال رسول ال صلى ال عليه وسلم : حق المسلم
على المسلم ست“قيل ما هن يارسول ال؟قال: “إذا لقيه فسلم عليه،وإذا دعاك فأجبه،وإذا
”استنصحك فانصح له ،وإذا عطس فحمد ال،فشمته إذا مرض ؛فعده وغذا مات؛فاتبعه
Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda : Hak seorang muslim terhadap muslim yang lainny ada enam. Ditanyakan kepada
beliau: apa saja itu wahai Rasulullah? Beliau bersabda: Jika berjumpa ucapkan salam
kepadanya, jika dia mengundangmu penuhilah undangannya, jika dia meminta nasehat kepdamu
nasehatilah dia, jika dia bersin dan mengucapkan alhamdulillah maka ucapkan yarhamukallah,
jika dia sakit jenguklah dia, jika dia meninggal maka iringilah jenazahnya.(HR. Al-Bukhari 1183,
Muslim 2162, dan ini adalah lafazh Al-Imam Muslim)
وعن عمران بن حصين رضي ال عنه،قال :جاء رجل على النبي صلى ال عليه وسلم فقال :السلم
“ .ثم جاء آخر فقال :ال  شر  عليكم.فرد عليه السلم ،ثم جلي ،فقال النبي صلى ال عليه وسلم“ع
سلم عليكم ورحمة ال فرد النبي عليه فجلس فقال“عشرون“ثم جاء آخر فقال السلم عليكم ورح
”مة ال وبركاته فرد النبي عليه فجلس فقال ”ثلثون
Dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: seseorang datang kepada Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian mengucapkan : “Assalamu ‘alaikum”, maka Nabi pun
menjawab salamnya, kemudian orang tadi duduk dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun
mengatakan: sepuluh. Kemudian datang orang yang berikutnya dan mengucapkan: “Assalamu
‘alaikum warahmatullah”, maka Nabi pun menjawab salamnya, kemudian orang tadi duduk dan
Nabi pun mengatakan: dua puluh. Kemudian datang orang yang berikutnya dan mengucapkan:
“Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh”, maka Nabi pun menjawab salamnya,
kemudian orang tadi duduk dan Nabi pun mengatakan: tiga puluh.(HR. Ahmad 19109, Abu
Dawud 5195, At-Tirmidzi 2689, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Abi
Dawud 5195 dan Shahih At-Tirmidzi 2689)
وعن أبي هريره رضي ال عنه ،قال :قال رسول ال صلى ال عليه وسلم“إذا انتهي أحدكم إلى
مجلس فليسلم فإن بدا له أن يجلس ،فليجلس ،ثم إذا قام ،فليسلم ،فلست الولى أحق من
”الخرة
Dan dari Abu Hurairah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda: Jika salah seorang dari kalian sampai di suatu majelis, maka ucakanlah
salam, jika dipersilahkan baginya untuk duduk, maka duduklah. Kemudian jika hendak berdiri
(pergi) dari majelis tersebut, ucapkanlah salam, yang pertama tadi tidaklah lebih berhak daripada
yang terakhir. (HR. Ahmad, Abu Dawud 5208, Ibnu Hibban, Al Hakim, Asy-Syaikh Al-Albani
berkata dalam Ash-Shahihul Jami’ hadits no. 400 : “shahih.” Dan dalam As-Silsilah Ash-Shahihah
pada hadits no. 183)
Bimbingan Kedua
Yang Memulai Salam
Siapakah yang memulai salam? Si penelpon ataukah yang ditelpon?
Yang memulai salam hendaknya si penelepon, karena dia itu seperti orang yang mengetuk pintu
rumah orang lain dan meminta izin untuk masuk. Sehingga dia harus memulai pembicaraannya
dengan ucapan: ‘Assalamu ‘alaikum‘ atau ‘Assalamu ‘alaikum warahmatullah‘ atau Assalamu
‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh‘.
Maka yang ditelepon pun hendaknya menjawab dengan mengucapkan: ‘Wa’alaikummussalam
warahmatullahi wabarakatuh‘ atau dengan jawaban yang sama persis diucapkan oleh yang
memberi salam.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman
ا دوه +  ر أو ا  ه ن م  ن س ح بأ يوا + ح ف [ ية حت ب م ييت  ا ح  ذ إ و
Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan
itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).
(An-Nisa’: 86)
Kemudian si penelpon hendaknya mengenalkan identitas dirinya dengan menyebut nama atau
julukan/panggilannya kepada orang yang ditelepon tersebut, agar dia (yang ditelepon) tidak merasa
kebingungan dengan siapa dia berbicara dan apa tujuannya.
Bimbingan Ketiga
Memperhatikan Waktu
Waktu merupakan nikmat besar yang kebanyakan manusia melalaikannya. Dari Ibnu ‘Abbas
radhiyallahu ‘anhuma (bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda):
نعمتان مغبون فيها كثير من الناس :الصحة والفراغ
Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia melalaikannya: (1) kesehatan, dan (2) waktu luang.
(HR. Al-Bukhari XI/196)
Waktu merupakan nikmat besar yang akan ditanyakan di hadapan Allah ‘azza wa jalla. Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :
ل تزول قدم عبد يوم القيامة حتى يسأل عن أربع :عن عمره فيما أفناه،وعن شبابه فيماأبله،
وعن ماله من أين كسبه وفيما أنفقه
Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat nanti sampai dia ditanya tentang empat
perkara: (1) tentang umurnya untuk apa dia habiskan, (2) tentang masa mudanya untuk apa dia
gunakan, (3) tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan (4) untuk apa dia infakkan.. (HR. At-
Tirmidzi 2417, dan beliau berkata: “hadits hasan shahih”, dan diriwayatkan dari shahabat Abu
Barzah Nadhlah bin ‘Ubaid Al-Aslami, dan dikeluarkan Al-Khathib dalam kitab Iqtidha’ Al-Ilmi
wal Amal. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi 2417, beliau juga berkata
dalam Ash-Shahih Al-Jami’ hadits no. 7300: “shahih”, dan dalam As-Silsilah Ash-Shahihah hadits
no. 946) 1
Maka seyogyanya bagi seorang muslim ketika berbicara agar bicara dengan ringkas dan seperlunya,
tidak berpanjang lebar sebagaimana yang sering dijumpai dan disaksikan. kecuali jika memang
benar-benar sangat butuh untuk itu. Ini semua dalam rangka bersemangat untuk menjaga waktu
yang merupakan modal engkau di dunia ini. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
ا# ور  ك ش  اد ر أ و أ  كر ذ ي ن أ  اد ر أ ن لم # ة ف ل خ  ار  نه ال  و  ل لي ال  ل ع ذي ج ل ا  و ه و
Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil
pelajaran atau orang yang ingin bersyukur. (Al Furqan: 62)
Di antara penyebab tersia-siakannya waktu yang ditimbulkan dari fasilitas ini (HP) adalah apa yang
dinamakan dengan ‘permainan’ / ‘game‘. Sebagian orang banyak tersibukkan waktunya untuk
permainan ini, lalai dari berdzikir kepada Allah dan tenggelam dalam permainan setan tersebut.
Maka sudah selayaknya bagi seorang muslim untuk memperhatikan waktunya dan menyibukkan
hidupnya di dunia yang hanya beberapa menit ini dengan ketaatan kepada Allah subhanahu wa
ta’ala. Sungguh betapa bagusnya perkataan seorang penyair
دقات قلب المرئلة له إن الحياة دقائق وثوان
……………….
Sesungguhnya hidup ini hanyalah beberapa menit dan detik saja
Bimbingan Keempat
Menjaga Lisan
Bahaya lisan itu sangatlah besar, kejelekannya tidaklah kecil jika engkau tidak bertaqwa kepada
Allah dalam menggunakan lisan ini. Bersemangatlah engkau ketika berbicara untuk tidak
mengucapkan kecuali kebaikan, tidaklah bertutur kata kecuali pada perkara-perkara yang positif.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berrfirman
د ي ت ب ع  ي ق ر ه ي لد لا  إ [ ل و ق ن م  ظ ف ل ا ي  م
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang
selalu hadir. (Qaaf: 18)
Perkataan-perkataan yang engkau ucapkan itu akan dihitung dan terekam, maka berhati-hatilah
engkau dari ketergelinciran ke dalam perbuatan ghibah terhadap seorang muslim, berdusta atas
nama dia, ataupun berbuat namimah (adu domba). Berhati-hatilah dari mencela, mencaci, serta
ucapan yang mengandung kefasikan dan dosa. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
1 Di dalam kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah hadits no. 946, lafazhnya sebagai berikut
ل تزول قدما ابن آدم يوم القيامة من عند ربه حتى يسأل عن خمس : عن عمره فيما أفناه و عن شبابه فيما أبله و ماله
من أين اكتسبه و فيما أنفقه و ماذا عمل
.فيما علم
Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat nanti dari sisi Rabbnya sampai ditanya tentang lima
perkara: (1) tentang umurnya untuk apa dia habiskan, (2) tentang masa mudanya untuk apa dia gunakan, (3) tentang
hartanya dari mana dia dapatkan dan (4) untuk apa dia infakkan, (5) tentang apa yang dia amalkan setelah
mengetahui ilmunya.
من كان يؤمن بال واليوم الخر فليقل خيرا أو ليصمت ،ومن كان يؤمن بال واليوم الخر فليكرم جاره
.ومن كان يؤمن بال واليوم الخر فليكرم ضيفه
Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka katakanlah yang baik atau diam,
dan barangsiapa yang beriman kepada hAllah dan hari akhir, maka hendaknya dia memuliakan
tetangganya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya dia
memuliakan tamunya. (HR. Al-Bukhari XI/265, Muslim 47)
Bimbingan Kelima
Hemat (tidak menghamburkan) Harta (Pulsa)
Sebagian orang menyangka bahwa harta yang dimiliki adalah mutlak miliknya sehingga dia berhak
untuk membelanjakan hartanya tersebut untuk keperluan apapun dan bagaimanapun sekehendak
dia. Ini adalah persangkaan yang salah, karena harta itu pada hakikatnya merupakan milik Allah,
dan engkau adalah yang bertanggung jawab dan diberi amanah atas harta tersebut dan kelak akan
diperhitungkan di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala. Membelanjakan harta di luar perkara yang
syar’i (menyelisihi syari’at) itu tidak diperbolehkan, maka ketika seorang muslim bermudahmudahan
membeli pulsa dan untuk ngobrol ini itu yang tidak bermanfaat, maka ini adalah termasuk
sikap berlebihan (pemborosan), adapun jika menggunakannya untuk perkara yang bermudharat,
maka ini termasuk bentuk perbuatan tabdzir yang Allah larang dalam Al-Qur’an. Allah berfirman:
ا# ور  كف به ر ل  ان  ط شي ال  كان   و ين اط  شي ال  ان  و خ وا إ  كان   ين ذر ب م ال  ن ا * إ # ذير ب ت ذر ب لا ت  و
Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros, sesungguhnya orangorang
yang boros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada
Rabbnya. (Al Isra’: 26-27)
Disebutkan dalam Shahih Al -Bukhari dari shahabiyah Khaulah Al-Anshariyyah radhiyallahu
‘anha, dia berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
لا يتخوضون في مال ال بغير حق،فلهم النار يوم القيامة # .إن رجا
Sesungguhnya orang-orang yang menghambur-hamburkan harta Allah dengan cara yang tidak
haq, maka bagi mereka An-Nar (neraka) pada hari Kiamat. (HR. Al-Bukhari 2950)
Bimbingan Keenam
Berhati-hati dari Nyanyian
Kebanyakan orang terjatuh kepada sikap bermudah-mudahan (menganggap enteng) untuk
mendengarkan nyanyian, walaupun telah jelas dan gamblang dalil-dalil yang menunjukkan
keharamannya. Sungguh ini adalah gejala yang tidak baik, wal ‘iyadzubillah.
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata ketika menafsirkan firman Allah subhanahu wa ta’ala :
ا# و ز ا ه  ه ذ ختي و [ م ل ع ر ي غ ب ه الل يل ب س ن ل ع  ض ي ل يث د ح ال  و ه ي ل ر شت  ي ن م ناس ال  ن م و
ين ه ب م  ا ذ ع م ه ل  ك ئ ول أ
Di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk
menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu
sebagai ejekan. mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. (Luqman: 6)
(Beliau rahimahullah berkata): “Ketika Allah subhanahu wa ta’ala telah menyebutkan keadaan
orang-orang yang berbahagia, … kemudian Allah mengiringkannya dengan menyebutkan keadaan
orang-orang yang celaka, mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengambil manfaat
dengan mendengarkan Kalamullah (Al-Qur`an), dan mereka malah mendengarkan serulingseruling,
nyanyian (lagu-lagu) dengan iringan irama dan alat-alat musik, sebagaimana yang
dikatakan Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu tentang firman Allah subhanahu wa
ta’ala :
ديث  لح ا  و ه ي ل رت ش ي ن م ناس ال  ن م و
Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna.
Beliau berkata : “(perkataan yang tidak berguna) itu adalah -demi Allah- nyanyian (lagu-lagu).
Demikian pula yang dikatakan shahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Jabir, ‘Ikrimah, Sa’id
bin Jubair, Mujahid, Mak-hul, ‘Umar bin Syu’aib, dan ‘Ali bin Badzimah.
Al-Hasan berkata : Ayat ini -yakni ayat-:
[ م ل ع ر ي بغ له ال يل ب س ن ل ع  ض ي ل ديث  لح ا  و ه ي ل رت ش ي ن م ناس ال  ن م و
Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan Perkataan yang tidak berguna untuk
menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan.
diturunkan berkenaan dengan nyanyian dan seruling-seruling.” (Tafsir Ibnu Katsir III/443-
443)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
في هذه المة خسف ومسخ وقذف“ قال رجل من المسلمين :يا رسول ال، متى ذلك؟ قال : ”إذا
ظهرت القيان والمعازف وشربت الخمور
Di umat ini akan ada (adzab dalam bentuk) penenggelaman, pengubahan bentuk/rupa (manusia
pada bentuk yang lebih jelek), pelemparan (dengan batu). Salah seorang dari kaum muslimin
bertanya: Wahai Rasulullah kapan hal itu akan terjadi? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Ketika bermunculannya perbudakan, alat-alat musik, dan diminumnya khamr.
(HR. At-Tirmidzi 2212 dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh
Al-Albani rahimahullah dalam Shahih At-Tirmidzi 2212, beliau juga berkata dalam Shahih At-
Targhib wat Tarhib hadits no. 2379 : hasan li ghairihi)
Semakin bertambah keharamannya sesuai dengan keadaan zaman, tempat, orang yang berbicara
baik laki-laki maupun perempuan, dan obyek pembicaraan berupa perkataan yang mengandung
kefasikan, kekufuran, dan kesyirikan.
Bimbingan Ketujuh
Memilih Nada Dering (ringing tone) yang dibolehkan secara Syar’i
Seorang muslim hendaknya bersemangat untuk menghindari segala bentuk penyelisihan terhadap
syari’at yang bijaksana ini dalam segala hal, sampai pun pada permasalahan nada dering (ringing
tone) pada telepon (HP/Jawwal). Barangsiapa yang memperhatikan masalah ini menunjukkan
kuatnya iman dia dan kuatnya upaya dia dalam berpegang teguh terhadap agama ini.
Kita perhatikan sebagian orang terkadang menjadikan nada dering teleponnya berupa suara musik
atau potongan lagu dari para penyanyi laki-laki maupun perempuan. Ini semua merupakan
perbuatan yang tidak diperbolehkan oleh syari’at yang bijaksana ini.
Adapun menjadikan nada dering berupa potongan lagu, maka sudah lewat penjelasannya pada
bimbingan keenam di atas.
Adapun nada dering berupa potongan suara musik, telah disebutkan oleh Al-Imam Al-Bukhari di
dalam Shahihnya:
ر والحرير،والخمر ،والمعازف لح ليكون من أمتي أقوام ،يستحلون ا
Akan ada pada umatku sekelompok kaum yang menghalalkan perzinaan, sutera, khamr, dan
ma’azif.
Yang dimaksud dengan ma’azif sebagaimana yang dikatakan oleh para ‘ulama pakar bahasa (’arab)
maknanya adalah alat-alat permainan dan musik.
Di antara perkara yang juga perlu diperhatikan adalah :
Tidak boleh menjadikan suara (nada dering) telepon/HP dari ayat-ayat Al Qur’an, do’a-do’a,
dzikir-dzikir syar’i, maupun adzan, karena hal ini bisa menggiring seseorang kepada
perbuatan menghinakan ayat, do’a, dzikir, dan adzan tersebut. Kalamullah (Al-Qur`an) dan
Kalam Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam (Al-Hadits) itu lebih agung daripada sekedar
dijadikan nada dering, atau bel alarm. Wallahul musta’an. Akan tetapi hendaknya nada dering itu
berupa bunyi yang biasa saja.
Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhutsil ‘Ilmiyyah wal Ifta` (Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa)
- Kerajaan Saudi ‘Arabia yang dianggotai oleh para ‘ulama besar, ed – ditanya dengan pertanyaan
sebagai berikut :
Telah didapati di kebanyakan HP suara-suara lagu dan musik, bolehkah menggunakan suara lagu
tadi sebagai pengganti dari bel biasa?
Pertanyaan tersebut telah dijawab oleh Al-Lajnah Ad-Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiyyah Wal Ifta’
(sebagaimana dalam majalah Ad Da’wah edisi 1795 hal. 42). Berikut teks jawabannya:
“Tidak diperbolehkan menggunakan lagu-lagu atau musik pada HP dan lainnya dari fasilitasfasilitas
yang ada, karena mendengarkan alat-alat musik hukumnya haram sebagaimana yang
ditunjukkan oleh dalil-dalil syar’i, dan cukuplah menggunkaan bel biasa. Wabillahit taufiq.”
Yang menandatangani fatwa ini :
‘Abdul ‘Aziz Alu Asy-Syaikh, (Mufti Agung Kerajaan Saudi ‘Arabia sekarang selaku ketua
Komite).
‘Abdullah bin ‘Abdurrahman al-Ghudayyan sebagai anggota.
Bakr bin ‘Abdillah Abu Zaid sebagai anggota.
Shalih bin Fauzan Al-Fauzan sebagai anggota.
(Semakin besar lagi kemungkaran ini, tatkala suara musik pada HP tersebut berbunyi di
dalam masjid. Lebih besar lagi ketika itu terjadi ketika di tengah-tengah shalat. Allahul
musta’an. Ed)
Bimbingan Kedelapan
Menghindari gambar makhluk bernyawa
Sesungguhnya di antara perkara haram yang kebanyakan manusia dengan gampangnya terjatuh ke
dalamnya adalah sikap mengikuti hawa nafsu dengan menggambar makhluk bernyawa, baik berupa
manusia, hewan, burung, ataupun yang lainnya.
Dalil-dalil dalam permasalahan ini menunjukkan larangan untuk menggambar makhluk bernyawa
secara keseluruhan. Adapun yang mengatakan di sana ada beberapa pengecualian, maka wajib
baginya untuk menunjukkan dalilnya. Di antara dalil yang menerangkan permasalahan ini adalah
sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
كل مصور في النار يجعل له بكل صورة صورها نفسا فتعذبه في جهنم
Semua tukang gambar tenpatnya di an-nar (neraka), setiap apa yang dia gambar akan dijadikan
ruh untuknya yang kemudian (gambar yang sudah berruh tersebut) akan mengadzabnya di
jahannam. (dari shahabat Ibnu Abbas. Al-Bukhari 345, Muslim 213)
Di antara dalilnya juga adalah hadits dengan lafazh :
إن الذين يصنوعون هذه الصور يعذبون يوم القيامة ،يقال يقال لهم:أحيوا ما خلقتم
Sesungguhnya orang-orang yang menggambar gambar-gambar (bernyawa) ini akan diadzab pada
hari kiamat. Dikatakan kepada mereka: hidupkan apa yang telah kalian ciptakan ini. (dari shahabat
Ibnu ‘Umar. Al-Bukhari 5607, Muslim 2108)
Dalil-dalil yang menunjukkan haramnya menggambar makhluk bernyawa sangatlah banyak, silakan
merujuk kepada kitab-kitab yang membahas tentang permasalahan tersebut.2
Al-Lajnah Ad-Da’imah telah ditanya dengan pertanyaan sebagai berikut (fatwa no. 16205)
Pertanyaan : Apakah menggambar dengan menggunakan kamera video itu termasuk dalam hukum
menggambar dengan alat fotographi (kamera)??
Jawab : Ya, hukum menggambar dengan video sama dengan menggambar dengan fotografi
dalam hal pelarangan dan pengharamannya berdasarkan keumuman dalil-dalil yang ada.
Al-Lajnah Ad-Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiyyah Wal Ifta’.
Ketua: ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah
Wakil ketua: ‘Abdurrazzaq ‘Afifi.
Anggota: ‘Abdul ‘Aziz Alu Asy-Syaikh, ‘Abdullah bin Ghudayyan, Shalih bin Al-Fauzan, Bakr
Abu Zaid.
Yang lebih parah dari itu semua adalah sebagian orang yang mengambil gambar mahramnya atau
istrinya untuk disimpan di dalam HP. Ini adalah kesalahan dan merupakan bahaya yang besar.
HP yang di dalamnya terdapat gambar (foto) istrinya misalnya, atau gambar (foto) anak
perempuannya terkadang bisa hilang atau anda lalai darinya sehingga tertinggal di rumah orangorang
yang anda anggap teman, padahal mereka tidak amanah dan tidak punya sikap taqwa. Maka
dengan segera mereka akan membuka gambar-gambar pada HP tersebut yang kemudian mereka
melihat gambar yang disukainya, dan pada akhirnya mereka memindah gambar tersebut ke HP nya,
2 Di antaranya:
a. Risalah Tahrimu Tashwiri Dzawatil Arwah karya As Syaikh Al Allamah Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rahimahullah.
b. Risalah Al Qaulul Mufid fi Hukmi At Tashwir karya Samahatusy Syaikh Ibnu Baz.
kemudian ke HP orang-orang yang semisal dengannya (tidak amanah dan tidak punya ketaqwaan).
Sehingga pada suatu hari mata engkau akan melihat sesuatu yang pahit dan terjadilah musibah yang
berakibat pada rusaknya rumah tangga. Wal ‘iyadzubillah.
Ada pertanyaan yang diajukan kepada Fadhilatu Asy-Syaikh Shalih bin ‘Abdillah Ad-Duwaisy -
Qadhi di Mahkamah Al-Qathif – seputar HP yang di dalamnya disediakan fasilitas alat gambar
(pemotret/kamera)??
Jawaban:
1. Sesungguhnya fasilitas-fasilitas yang ada pada HP di antaranya adalah fasilitas alat
penggambar (alat pemotret) teknologi tinggi, itu merupakan alat gambar tersembunyi. Menggambar
itu ada hukum-hukumnya sendiri dalam syari’at. Pada asalnya hukum menggambar (makhluk
bernyawa) adalah haram. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
با يوم القيامة الذين يضاهون بخلق ال # أشد الناس عذا
Orang yang paling keras siksaannya pada hari kiamat adalah orang-orang yang membuat sesuatu
yang serupa dengan makhluk Allah. (Muttafaqun ‘alaihi dari shahabat Aisyah)
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma , dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda :
بها في جهنم  عذب  كل مصور في النار يجعل ال له بكل صورة صورها نفسا ي
Semua tukang gambar tenpatnya di an-nar (neraka), setiap apa yang dia gambar akan dijadikan
ruh untuknya yang kemudian (gambar yang sudah berruh tersebut) akan mengadzabnya di
jahannam. (Muttafaqun ‘alaihi)
Dalil-dalil ini bersifat umum, para ulama mengecualikannya pada kondisi tertentu selama ada
kebutuhan.
2. Dalam fasilitas tersebut terdapat kemudahan untuk memerangi kaum muslimin dan muslimat
serta kemudahan untuk menghinakan kehormatan mereka ketika gambar (foto-foto) mereka diambil
dalam keadaan mereka lalai, hal itu akan berakibat pada munculnya kerusakan yang besar. Allah
menjadikan hal itu termasuk dosa besar. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman
ا# ين ب ا م # م إث  نا و # ات به ل   مت اح د ق ئا ف # ي بر به م ير م   ا ث # م إث و أ # ة يئ ط خ ب س ك ي ن م و
Dan Barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang
yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata.
(An Nisa’: 112)
Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman :
ا# ين ب ما م # ث إ ا و # ان ت ه وا ب  مل ت اح د ق وا ف  ب س كت ما ا  ر ي بغ ات ن م ؤ م ال  و  ين ن م ؤ م ال  ون  ذ يؤ  ذين ل ا و
Orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang
mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. (Al
Ahzab: 58)
3. Orang-orang yang memiliki jiwa berpenyakit dan penuh syahwat itu akan menempuh segala
cara untuk merusak rumah tangga seseorang, di antaranya adalah dengan gambar ini. Dan ini sangat
banyak terjadi. Aku mengatakan ini berdasarkan fakta yang aku ketahui secara langsung berupa
problem-problem rumah tangga dan penyimpangan-penyimpangan akhlak, bahkan pernah terjadi
peristiwa pembunuhan disebabkan ‘gambar’. Cukuplah bagi engkau (sebagai peringatan) kejadian
thalaq (perceraian), pemukulan, boikot, tuduhan (fitnah), laknat, dan kezhaliman yang terlalu
panjang untuk diceritakan.
Dari penjelasan yang lalu, akan tampak jelas oleh engkau hukum syar’i tentang fasilitas ini yakni
hukumnya haram, tidak boleh menjual dan membelinya. Wajib untuk melarang orang-orang yang
berada di bawah tanggung jawabnya dan senantiasa mengontrol mereka, karena keberadaannya
merupakan kerusakan yang tidak tersamarkan lagi. Wallahu a’lam.3
Bimbingan Kesembilan
Jagalah Akhlakmu
Fasilitas ini bisa memberikan pengaruh yang besar terhadap rusaknya kehidupan pribadi dan
masyarakat, menganggap perkara yang hina merupakan perkara yang mulia, disebabkan jeleknya
dalam menggunakan HP ini, dan kemampuannay mengarahkan kepada kerusakan.
Sungguh sangat disesalkan!! Berapa banyak rumah tangga berantakan, aib di dalam rumah
terbongkar, dan kemudian mereka terjerumus ke dalam jerat setan, antara membunuh atau
mencederai orang lain. Maka seorang muslim itu adalah orang yang Allah selamatkan dari finah ini.
Mereka terjatuh ke dalam keadaan demikan karena melakukan tiga perkara:
1. Mengirim sms yang mengandung cinta asmara dan kasih sayang
Sesungguhnya di antara perkara yang memprihatinkan sekali adalah apa yang engkau lihat dan
engkau dengar dari perbuatan orang-orang fasik dari kalangan laki maupun perempuan, yang
mereka saling mengirim sms tidak senonoh yang pada ujungnya akan membawa pelakunya kepada
perbuatan zina, liwath (homoseks), dan akhlak yang buruk.
Bagaimana engkau melihat wahai saudaraku, apakah HP bagi orang yang demikian keadaannya
menjadi sesuatu yang membangun ataukah justru menjadi sesuatu yang merusak?!
2. Percakapan yang dipenuhi canda dan tawa
Terkadang perkara ini bahayanya lebih besar dari yang disebutkan tadi. Karena sifat HP yang
tersembunyi, maka setiap orang akan berbicara dengan orang lain dengan pembicaraan yang tidak
ada seorang pun yang mengawasi kecuali Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
3. Tukar-menukar gambar yang haram
Sudah terlalu banyak, sesuatu yang menimpa pada hati berupa kerusakan dan pengrusakan. Betapa
celakanya mereka yang mempromosikan dan menyebarkan perbuatan ini kalau tidak mendapatkan
rahmat dari Allah dan kalau meninggal dalam keadaan belum bertaubat.
Berapa banyak hati-hati yang mereka rusak, fitrah yang mereka simpangkan, rumah tangga yang
mereka berantakkan, yang pada akhirnya meeka akan menanggung dosa sesuai dengan tingkat
kerusakan yang mereka perbuat.
3 Aku katakan: terkait dengan alat gambar (pemotret), maka diharamkan untuk menggambar makhluk yang bernyawa
kecuali jika keadaan darurat seperti foto untuk kartu (KTP) ataupun foto paspor. Dan terkait dengan fasilitas tersebut
maka dibolehkan menggunakannya asalkan sesuai dengan dhawabith syar’i yang di antaranya disebutkan dalam
risalah ini. Wallahu a’lam.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
 ون  ر يز ما   ساء  ا  أل [ م ل ع ر ي غ ب م ه لون + يض  ذين ل ا ار ز و أ ن م و ة ام ي ق ال  م و ي # ةل كام  م ه ار ز و وا أ  ل م حي ل
(Ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada
hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui
sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu. (An-
Nahl: 25)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
م ت أن و  مل يع  له ال  ة و  ر آخ وال  ا  ني د+ ي ال ف  يم أل ب  ذا  ع م ه وا ل  ن آم  ذين ل ي ا ف  ة ش اح  لف ا  يع ش ت ن أ  بون + يح  ين لذ ا  ن إ
مون  ل تع لا 
Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di
kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. dan
Allah mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui. (An-Nur: 19)
Pedoman Kesepuluh
Jagalah Aqidahmu
Disebabkan mudahnya berhubungan dengan orang lain baik luar maupun dalam negeri terkhusus
jika dilakukan dengan sarana internet, maka menjadi mudahlah untuk mengetahui informasi dan
keadaan mereka, termasuk aqidah kufur maupun bid’ah, yang kemudian hal itu bisa berpengaruh
terutama kepada orang yang hatinya berpenyakit dan yang tidak memiliki benteng berupa dalil-dalil
yang bersumber dari Al-Qur`an dan As-Sunnah untuk membentengi dirinya.
Oleh karena itu, wajib untuk berhati-hati dari bahaya fasilitas ini, terkhusus dalam masalah ini
(aqidah), karena ini adalah masalah besar. Bukanlah perkara yang ringan jika hati seseorang
terasuki syubhat Yahudi, Nashrani, Majusi, Komunisme, Kapitalisme, Sekulerisme, Sufiyah,
Rafidhiyah, dan Hizbiyyah. Kita memohon kepada Allah keselamatan.
Bimbingan Kesebelas
Jangan Sampai Mengganggu Sesama Muslim
Sesungguhnya di antara perkara yang wajib untuk berhati-hati darinya dalam menggunakan sarana
ini adalah perbuatan mengganggu seorang muslim baik dengan lisan maupun sms. Sungguh
sebagian orang telah menggunakan sarana ini untuk tujuan yang buruk seperti itu. Di antara mereka
ada yang menelepon pada saat-saat akhir malam, seperti pada pukul 01.00 atau 02.00 dini hari
untuk membikin cemas (mengganggu) penghuni rumah. Di antara mereka ada yang menggunakan
cara lain, dengan mengirim sms yang berisi rayuan, wal ‘iyadzubillah, yaitu dengan mengirim sms
kepada sebagian wanita yang berisi kalimat-kalimat jorok, tidak senonoh, dan disertai gambargambar
yang menjijikkan, ataupun juga gambar hati yang tertancap padanya anak panah, dan
berbagai cara lainnya. Wallahul musta’an.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman
ا# ين ب ما م # ث إ ا و # ان ت ه وا ب  مل ت اح د ق وا ف  ب س كت ما ا  ر ي بغ ات ن م ؤ م ال  و  ين ن م ؤ م ال  ون  ذ يؤ  ذين ل ا و
Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang
mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. (Al-
Ahzab: 58)
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma , dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :
يا معشر من أسلم بلسانه، ولم يدخل اليمان في قلبه ل تؤذوا المسلمين،ول تعيروهم ،ول تتبعوا
عوراتهم؛فإنه من تتبع عورة أخيه المسلم،يتتبع ال عوراته،يفضحه ولو في جوف رحله
Wahai sekalian orang yang telah berislam dengan lisannya namun belum masuk keimanan ke
dalam hatinya, janganlah kalian mengganggu kaum muslimin, jangan mencelanya, dan jangan
mencari-cari aib mereka, karena sesungguhnya barangsiapa yang berupaya mencari aib
saudaranya sesama muslim, niscaya Allah akan mencari aibnya, dan barangsiapa yang Allah cari
aibnya maka pasti Allah akan membongkarnya walaupun dia berada di dalam rumahnya. (HR. At-
Tirmidzi 2023. Asy-Syaikh Al-Albani berkata dalam Shahih At-Tirmidzi pada hadits no. 2023 :
“hasan shahih”, dan beliau juga menshahihkan hadits ini dalam Shahihul Jami hadits no. 7985).
Di antara perkara yang juga hendaknya diperhatikan dalam permasalahan ini adalah meyakinkan
benar atau tidaknya nomor telepon sebelum menghubungi nomor tersebut, sehingga tidak
sampai mengganggu orang yang dihubungi tadi (karena salah sambung). Kemudian (jika sampai
terjadi salah sambung) hendaknya engkau terangkan padanya bahwa engkau tidak bermaksud
berbicara dengannya.
Di antara perkara yang hendaknya diperhatikan juga (dalam rangka menghindari gangguan terhadap
sesama muslim) adalah jangan memakai HP orang lain tanpa seizinnya. Bisa jadi di dalam HP
milik orang lain tersebut ada sesuatu yang sifatnya rahasia dan hanya khusus diketahui pemiliknya,
yang dia tidak senang kalau sesuatu tersebut diketahui oleh orang lain. (Kalau hal itu dilakukan),
maka penglihatanmu akan tertuju pada sesuatu yang terdapat pada HP orang lain tadi yang itu akan
bisa mengganggu, membuat marah, dan membuat cemas dia. Maka berhati-hatilah dari perbuatan
semacam ini.
Bimbingan Kedua Belas
Menghormati Hak-Hak Masjid
Sesungguhnya di antara kesalahan yang harus diperhatikan dan diperbaiki adalah membiarkan
(mengaktifkan) volume HP, yang bisa menyebabkan terganggunya orang-orang yang shalat dan
orang-orang yang berada di masjid karena suara HP tersebut. (Bahkan yang lebih parah) terkadang
suara tersebut berupa suara musik atau potongan lagu dari penyanyi laki-laki maupun perempuan.
Maka (barangsiapa yang berbuat seperti itu), di mana upaya dia dalam mengormati dan memuliakan
masjid?! Dan di mana pula upaya dia dalam mengagungkan nilai ibadah shalat?!
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
وب  ل ق ى ال  و ق ت ن ا م  نه إ ف له ال  ر ائ  شع ظم  يع ن م و  ك ل ذ
Demikianlah (perintah Allah), dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka
sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati. (Al-Hajj: 32)
Dan Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman
به د ر  ن ع  له ر  ي خ  و ه ف له ال مات   ر ح ظم  يع ن م و  ك ل ذ
Demikianlah (perintah Allah), dan barangsiapa mengagungkan segala sesuatu yang terhormat di
sisi Allah, maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Rabbnya. (Al Hajj: 30)
Bimbingan Ketiga Belas
Jangan Engkau Menjadi Penyebab Terjadinya Kecelakaan di Jalan
Banyak pengemudi mobil yang menggunakan HP dalam keadaan dia sedang mengemudi, dan
bahkan terkadang dia dengan asyiknya mengobrol dengan lawan bicaranya di telepon tanpa
mewaspadai apa yang akan terjadi padanya di tengah jalan sehingga terjadilah kecelakaan. Maka
seyogyanya untuk menonaktifkan HP ketika mengemudi atau dia minta tolong orang lain untuk
menerima/menjawab telepon yang masuk padanya.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
ة ك ل ته ى ال ل إ كم ي يد  بأ وا  ق ل لا ت  و
Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan. (Al Baqarah: 195)
Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman :
ما# ي ح ر م ك ب  كان   له ن ال  إ م ك س ف ن وا أ  ل ت ق لا ت  و
Dan janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang
kepadamu. (An Nisa’: 29)
Bimbingan Keempatbelas
Awas! Bahaya HP bagi Para Wanita
Para wanita itu adalah orang-orang yang kurang akal dan kurang agamanya. Oleh karena itulah
disebutkan dalam sebuah hadits bahwa Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu berkata :
خرج رسول ال صلى ال عليه وسلم في أضحى أو فطر إلى المصلى، فمر على نساء فقال : يا
معشر النساء تصدقن فإني أريتكن أكثر أهل النار . فقلن :وبم يارسول ال؟ ! قال : تكثرين اللعن
وتكفرن العشير، ما رأيت من ناقصات عقل ودين أذهب للب الرجل الحازم من إحداكن! قلن ومانقصان
ديننا وعقلنا يارسول ال؟ قال : أليس شهادة المرأة مثل نصف شهادة الرجل؟ قلن :بلى. قال : فذ
لك من نقصان عقلها .أليس إذا حاضت لم تصل ولم تصم ؟ قلن : بلى. قال : فذلك من نقصان دينها
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar pada hari ‘Idul Adha atau ‘Idul Fithri manuju
mushalla, kemudian beliau melewati sekumpulan wanita, maka beliau pun bersabda : “Wahai
sekalian wanita, bershadaqahlah kalian, karena sungguhnya aku melihat kalian adalah penghuni
an- nar (nereka) yang paling banyak.”
Mereka (para wanita tadi) bertanya: “Mengapa bisa demikian wahai Rasulullah?”
Beliau bersabda : Kalian banyak melakukan caci maki dan membangkang pada suami. Dan aku
tidak pernah melihat (manusia) yang kurang akal dan agamanya namun mempermainkan akal
kaum pria yang bijak dari pada kalian.
Mereka (para wanita) berkata : ‘Apa yang dimaksud dengan kurangnya agama dan akal pada kami
wahai Rasulullah?’
Beliau bersabda: Bukankah persaksian seorang wanita itu sama dengan setengah persaksian
seorang laki-laki?
Kami mengatakan : ‘Ya, benar.’
Beliau bersabda: Itulah di antara bentuk kurang akalnya. Dan bukankah seorang wanita jika haid,
dia tidak shalat dan tidak berpuasa?
Mereka menjawab: ‘Ya, benar.’
Beliau bersabda: Itulah di antara bentuk kurang agamanya.
(HR. Al-Bukhari 298, Muslim 80)
Bahaya alat (HP) ini bagi para wanita sangatlah besar, terutama pada sesuatu yang bisa
menimbulkan fitnah dan tipu daya. Dan juga pada perkara yang terkadang mengejutkan berupa
kalimat-kalimat manis, yang tampak dari luar itu seolah-olah merupakan rahmah (kasih sayang)
namun pada hakekatnya itu adalah adzab. Sebagian wanita terkadang tidak mampu bersikap dengan
tepat ketika menghadapi hal-hal yang demikian, bahkan terkadang terpengaruh olehnya. Ini
terutama menimpa sebagian pemudi yang sudah mencapai masa pubertas, yang mereka itu tidak
bisa melihat perkara yang bermanfaat/positif bagi diri mereka sendiri tanpa adanya perhatian dan
pengawasan dari orang-orang yang mengurusi (wali-wali) mereka, yaitu anak-anak yang tidak
membentengi dirinya dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah.
Memberikan kesempatan kepada seorang wanita untuk memegang HP, sehingga HP tersebut terus
bersama dia, baik di kamarnya, di jalan, pasar dalam keadaan tanpa adanya pengawasan dan
perhatian dari walinya dari kalangan orang-orang yang bertaqwa, sehingga mereka bebas
menelepon dan berbicara dengan siapa saja sekehendaknya, berkawan dengan siapa saja baik lakilaki
maupun perempuan, janjian dengan mereka, — kecuali wanita yang memang Allah beri rahmat
kepada mereka — , maka ini wahai ummat Islam adalah peringatan penting.
Sungguh wanita itu sangat lemah, dia sangat mudah larut dan rusak di tengah-tengah fitnah ini, dan
syaithan mempermainkan mereka semaunya.
Seruan Penting Kepada Setiap Wanita ‘Afifah (yang menjaga kehormatannya)
Kegembiraan apa yang lebih besar daripada ketika Allah memberikan hidayah kepada engkau?
Sungguh engkau mendapat kemuliaan setelah merasakan kehinaan, ketinggian setelah kerendahan,
bagaimana keadaan wanita dahulu sebelum masa Islam dan bagaimana keadaannya setelah Islam!
Allah memuliakan wanita, baik ibu, saudara perempuan, anak perempuan, istri, dan kerabat yang
barangsiapa menyambung tali kekerabatan (silaturrahim), maka Allah akan menyambungnya, dan
barangsiapa yang memutusnya, maka Allah akan memutusnya.
Maka apakah yang diinginkan oleh para penyeru kebebasan (emansipasi) wanita?! Apakah (dengan
syariat Islam) ini wanita menjadi terkekang di bawah agama Islam?! Alangkah buruknya kata-kata
yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.
Kita perhatikan, fenomena yang tampak pada umat ini berupa kerusakan dan telanjangnya sebagian
wanita, serta tampilnya sebagian mereka di layar HP dengan berbagai perhiasannya dalam keadaan
menari, dan sebagian mereka tampil dalam kondisi telanjang yang sangat memalukan, tidak pernah
dijumpai yang seperti ini di negeri-negeri kaum muslimin. Bahkan hal yang seperti ini berasal dari
negeri-negeri kafir. Kita memohon kepada Allah keselamatan.
Dan termasuk yang serupa dengan perkara tersebut adalah munculnya sebagaian wanita sebagai
bintang iklan, maka di manakah rasa takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala?!
Tidakkah kamu ingat -wahai hamba Allah- hari kematian engkau, di saat pergi meninggalkan dunia
ini untuik menuju akhirat?! Tidakkah kamu ingat ketika menghadap Allah Ta’ala besok dan Dia
menanyai engkau tentang apa yang kamu lakukan tersebut?! Bagaimana jawabanmu pada hari itu?!
Bimbingan Kelimabelas
Tidak Memberi Kesempatan Kepada Anak Kecil dan Anak yang Memasuki Usia Puber untuk
memegang HP
Demikain juga termasuk perkara yang penting adalah tidak memberi kesempatan kepada anak kecil
untuk memegang HP, karena sesuatu yang dipegang anak kecil itu sering hilang, kecurian, ataupun
yang lainnya, dan mereka tidak mengerti bahaya yang ada pada HP. Demikian pula keadaan anak
yang sedang memasuki masa puber. Kecuali disertai adanya perhatian dan peringatan yang keras
dari perkara yang bisa menyeret dia untuk terjatuh ke dalam bahaya yang besar karena alat (HP) ini.
Anak-anak itu berada dalam tanggung jawab ayah dan ibu mereka sebagaimana firman Allah
subhanahu wa ta’ala
ا د ل  شدا ظ  لا ة غ   ك ائ ل ا م  ه يل ع  ة جار  ح ال  و  ناس ها ال   ود  ق ا و # ار  ن م يك هل أ و م ك س ف أن وا  وا ق  ن آم  ذين ل ا ا  يه+ يا أ 
ون  ر م يؤ ا  م  ون  ل ع في و م ه ر م ا أ  م  له ال  ون  ص عي
Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan
bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak
mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan mereka selalu
mengerjakan apa yang diperintahkan. (At-Tahrim: 6)
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya beliau mendengar Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
كلكم راع ومسئول عن رعيته فالمام راع وهو مسئول عن رعيته والرجل في أهله راع وهو مسئول
عن رعيته ،والمرأة في بيت زاوجها راعية ،وهي مسئولة عن رعيتها،والخادم في المال سيده راع
وهو مسئول عن رعيته
Masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang
imam adalah pemimpin dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang suami itu
pemimpin bagi keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya itu, seorang istri itu
pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang pembantu itu
pemimpin bagi harta tuannya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. (HR. Al-Bukhari 2278,
Muslim 1829)
Bimbingan Keenambelas
Jangan Berbuat At-Tajassus (Mencari-cari Kesalahan/Kelemahan/Kekurangan Orang Lain)
Di antara penggunaan alat ini (HP) dalam perkara yang menyelisihi syari’at adalah apa yang
dilakukan oleh sebagian orang ketika memanfaatkan alat ini untuk berbuat at tajassus (upaya
mencari kesalahan, kelemahan, dan kekurangan orang lain) demi kepentingan pihak tertentu.
Terkadang sebagian orang tadi merekam suatu pembicaraan yang dia dengar dari HP (menyadap)
bukan untuk mencari faidah tetapi untuk tujuan mencuri berita dan mencari kesalahan, kelemahan,
dan kekurangan pihak lain. Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:
حب ي ا أ # ض بع م ك ض ع ب بت يغ لا  وا و  سس  تج لا  و  م إث  ظن ال  عض  ب  ن إ  ظن ال  ن ا م # ير ث وا ك  ب نت وا اج  ن آم  ذين ل ا ا  يه+ يا أ 
يم ح ب ر  وا  ت  له ال  ن إ  له وا ال  تق ا و  وه  م ت ه ر ك ا ف #ت ي م يه خ أ  م لح  ل ك يأ ن أ كم  د ح .أ
Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena
sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah berbuat tajassus (mencari-cari
keburukan/kejelekan/kesalahan) orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah
seorang di antara kalian yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah
kalian merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha
Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Al-Hujurat: 12)
Bimbingan Ketujuhbelas
Berhati-hati dari Beberapa Penyakit Hati: Merasa Dirinya Lebih, ‘Ujub, Bangga Diri,
Tertipu, Sombong, Riya’, dan Sum’ah
Penyakit-penyakit tersebut adalah termasuk di antara penyakit berbahaya yang menimpa para
pemegang (pengguna) HP, di mana terkadang seorang yang memegang (memiliki) HP itu pada
dasarnya tidak ada kepentingan (kebutuhan) dengan HP nya, sehingga tidaklah yang mendorong
dia untuk membeli dan menggunakan HP itu kecuali karena didasari sikap bangga diri, ujub,
dan merasa dirinya lebih daripada yang lain, dan seterusnya.
Terutama apa yang dilakukan oleh orang-orang “yang selalu mengikuti perkembangan zaman”,
tidaklah terlihat olehnya HP model baru di pasar (toko) kecuali dia akan bersegera untuk
membelinya dengan harga yang tinggi, padahal HP-nya yang lama masih dimilikinya. Bahkan
terkadang HP yang baru tadi tidak ada perbedaannya dengan HP yang lama kecuali hanya bentuk
(model)nya saja atau beberapa fasilitas saja.
Dan yang wajib atas seorang muslim untuk bersikap tawadhu’ dan rendah hati terhadap saudarasaudaranya
sesama mu’minin. Allah Ta’ala berfirman
 ين ن م مؤ ال  ن م  ك ع تب ا ن م ل  ك ناح  ج ض ف اخ  و
Dan rendahkanlah dirimu (wahai Muhammad) terhadap orang-orang yang mengikutimu, Yaitu
orang-orang yang beriman. (Asy-Syu’ara’: 215)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman
 ين ن م ؤ م ل ل  ك اح ن ج ض ف اخ  و
Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. (Al Hijr: 88)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
وة  لق لي ا و أ ةب ص لع با  وء  نت ل  ه ح ات  ف م  إن ا  م وز  ن ك ال  ن ه م  ان ي آت  و م ه يل ى ع  غب ى ف  وس  م م و ق ن م  كان   ون  ار  ق  ن إ
ين ح ر ف ال + ب يح لا   له ال  ن إ ح ر تف لا   ه م و ق  له  ال  ق ذ إ
Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Nabi Musa, Maka ia berlaku aniaya terhadap mereka,
dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh
berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya
(Qarun): “Janganlah kamu terlalu bangga; Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang terlalu membanggakan diri”. (Al-Qashash: 76)
Dan dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda
، وما زاد ال عبد بعفو إل عزا، وما تواضع أحدهم ل إل رفعه ال [ ما نقصت صدقة من مال
Tidaklah shadqah itu akan mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba
karena sifat pemaaf yang ada padanya kecuali tambahan kemuliaan, dan tidaklah seseorang
bersikap tawadhu’ karena Allah kecuali pasti Allah akan angkat derajat dia. (HR. Muslim 2588)
Termasuk bentuk sikap tawadhu’ adalah berbicara yang baik dengan orang yang dia telepon
dengan pembicaraan yang lembut, penggunaan kata-kata yang mudah, memilih kalimat yang
baik, menjauhi perkataan yang kaku dan kasar, terutama ketika bericara dengan orang yang
berilmu dan memiliki keutamaan, maka tentunya mereka berhak untuk mendapatkan
penghormatan dan pemuliaan yang lebih.
Bimbingan Kedelapanbelas
Jangan Merusak Rumah Tangga Orang atau Membuat Fitnah yang Akibatnya Tidak Terpuji
Sebagian pengguna HP yang ada padanya fasilitas kamera telah sampai pada perbuatan yang
melampaui batas, yaitu mengambil gambar (memotret) pemudi muslimah ketika mereka tengah
lalai (tidak tahu atau tidak menyadari). Para muslimah yang berpakaian dengan seenaknya dan tidak
sesuai dengan pakaian yang syar’i, serta dalam keadaan tersingkap wajah-wajah mereka, diambil
gambar (foto)nya ketika mereka pergi dan pulang dari sekolah.
Demikian juga mengambil gambar (foto) wanita yang sedang pergi ke pasar untuk tujuan tertentu
atau ketika keluarnya mereka (para wanita) -dan ini jarang- ke atas balkon (loteng) untuk menjemur
pakaian.
Dan yang lebih parah dari itu adalah sebagian wanita fasiq terkadang diambil gambarnya (difoto)
dalam keadaan mereka sedang memakai perhiasan yang sangat belebihan ataupun ketika sedang
berdansa di pesta-pesta perkawinan yang diselenggarakan di tempat tertentu. Kemudian setelah itu
mereka menyebarluaskan gambar-gambar tadi melalui HP. Akibatnya seorang suami bisa melihat
apa yang terjadi pada istrinya, seorang bapak bisa melihat apa yang terjadi pada anak
perempuannya, seorang laki-laki bisa melihat apa yang terjadi pada saudara perempuannya, dan
seseorang bisa melihat apa yang terjadi pada kerabatnya atas kejelekan yang terjadi di HP-HP
tersebut, dan pada akhirnya terjadilah fitnah dan musibah yang akibatnya tidak terpuji, seperti
perceraian, penganiayaan, pengusiran, dan terkadang juga pembunuhan.
Bimbingan KesembilanBelas
Hendaknya bagi Wanita Bersikap Malu dan Berupaya untuk Menutup Auratnya
Jika memang diperlukan untuk membawa HP keluar rumah, kemudian ada yang menelepon anda
dalam keadaan anda masih berada di luar rumah, atau di jalan misalnya, maka wajib bagi anda
untuk bersikap malu dan berupaya menutup aurat, juga rendahkan suara anda, dan ucapkanlah
perkataan yang baik.
Waspadalah dari apa yang diperbuat oleh kebanyakan wanita berupa sikap bermegah-megahan dan
kurangnya rasa malu di hadapan orang lain (yang bukan mahramnya), di jalan, di pasar, berbicara
dengan mengeraskan dan memperindah suaranya, bahkan terkadang menyingkap lengannya ketika
sedang menelepon tanpa memperhatikan akan terlihatnya perhiasan yang ada pada dirinya dan
sebagian anggota tubuhnya. Yang wajib bagi si wanita tadi ketika menggunakan telepon (HP)
adalah meletakkannya di dalam kerudungnya, atau menggunakannya (berbicara, mengirim sms, dan
yang lainnya) dengan orang yang dia kenal saja dari kalangan mahramnya atau wanita-wanita yang
shalihah.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman
ن ل ق ض و   ر م ه ب ل ي ق ذي ف ل ا  ع م طي ف ل و ق بال  ن ع خض  ا ت ل ن ف   ت ي تق ا ن إ ساء   الن  ن د م [  ح كأ ن   ت س ي ل  نب ال  ساء  يا ن 
ى أول  ال ية ل جاه  ال  رج+ ب ت  ن رج ب ا ت  ول ن   ك وت  ي ي ب ف  ن ر ق فا * و # و ر ع لا م # و ق
Wahai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kalian bertakwa.
Maka janganlah kalian melembuatkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan (jelek)lah
orang yang ada penyakit dalam hatinya, namun ucapkanlah perkataan yang baik. Dan hendaklah
kalian tetap tinggal di rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti
orang-orang Jahiliyah yang dahulu. (Al-Ahzab: 32-33)
Bimbingan Keduapuluh
Jangan Mengikuti Kuis dengan Segala Bentuknya
Di antara penggunaan HP yang menyelisihi nilai syar’i adalah ikut serta dalam apa yang dinamakan
dengan ‘Kuis berhadiah dalam HP’. Gambaran pelaksanaannya adalah operator memberikan
informasi kepada anda tarif peneleponan tertentu (untuk kemudian anda diminta menghubungi
operator tersebut) atau anda diminta mengirim sms dengan tarif per-sms sekian dan sekian,
kemudian ketika anda tepat dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh operator tadi, berarti
anda telah terjun ke dalam persaingan di antara ribuan penelepon lain dari berbagai tempat. Uang
yang mereka (operator) dapatkan itu adalah hasil dari banyaknya penelepon yang jumlahnya
mencapai berlipat-lipat.
Ini adalah bentuk penipuan dan memakan harta manusia dengan cara yang batil, dan juga termasuk
ke dalam hukum perjudian. Wal ‘iyadzubillah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
م لك ع ل  وه  ب نت اج  ف ان  ط شي ال ل م ع ن م  س ج ر  لام  زأ ال  و  صاب  ن لأ ا و  ر س ي م ال  و  ر م لخ ا ا  نم وا إ  ن آم  ذين ل ا ا  يه+ يا أ 
ر ك ذ ن ع م دك  صي و ر س ي م ال  و ر خم ي ال ف  ضاء  غب ال  و  ة او  عد ال  م كن بي  ع يوق  ن أ  ان  ط ي د الش  ي ير ما  ن * إ  ون  ح ل فت
ون  هت ن م م ت ن أ ل ه ة ف ا صل ال ن ع و له ال
Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk)
berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah
perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu
bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian lantaran (meminum)
khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kalian dari mengingat Allah dan shalat; Maka
berhentilah kalian (dari mengerjakan pekerjaan itu). (Al Maidah: 90-91)
Al- Maisir adalah perjudian.
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman :
ل باط  بال م كن ي ب م لك ا و م وا أ  ل ك تأ لا  و
Dan janganlah sebagian kalian memakan harta sebahagian yang lain di antara kalian dengan
jalan/cara yang bathil. (Al-Baqarah: 188)
Bimbingan Keduapuluh Satu
Kepada Siapa Anda Memberikan Nomor Telepon Anda?
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
اب  ق ع ال  ديد ش  له ن ال  إ  له وا ال  تق ا و ان  و د لع ا و م إث ى ال ل وا ع  ون ا تع لا  وى و  تق ال  ر و  ب ى ال ل وا ع ن عاو  ت و
Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolongmenolong
dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya
Allah sangat berat siksa-Nya. (Al-Maidah: 2)
Wajib atas seorang muslim untuk memilih teman-teman yang baik, yang bisa menjadi
pembantu/penolongnya dalam kebaikan dan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Teman
dan saudara yang seperti itulah yang anda bisa memberikan nomor anda kepadanya. Karena
tidaklah anda akan mendapati pada mereka kecuali kebaikan dan kesediaannya untuk membantu
anda dalam meraih keridhaan Allah ‘azza wa jalla, dan tentunya mereka pun juga memiliki adabadab
syar’i yang senantiasa mereka jaga ketika menelepon dan berbicara dengan anda.
Di samping itu, orang-orang yang bukan orang shalih dan bertaqwa mereka tidak ada upaya untuk
menjaga adab-adab seperti ini. Sehingga terkadang dia menelepon anda ketika waktu shalat
misalnya, atau menelepon anda di penghujung malam dalam rangka sekedar bercanda, atau bahkan
bisa jadi akan mengirim kepada anda gambar-gambar yang tidak senonoh dan yang lainnya dari
berbagai bentuk dan warna kejelekan. Maka bersikap waspada dari mereka itu (orang yang tidak
shalih dan tidak bertaqwa) akan lebih selamat.
Bimbingan Keduapuluh Dua
Jangan Mengangkat Suara Melebihi Kebutuhan
Di antara wasiat Luqman Al-Hakim adalah sebagaimana yang dikisahkan oleh Allah ‘azza wa jalla
dalam surat Luqman, tatkala dia berkata kepada anaknya
 ير  م ح! ال ” ت! و ص ل  ات و! لص ا ر نك ن أ (  إ كت! صو ! ن م ! ض” غض! ا و ك ي! مش ي  ف ! د ص! اق و
Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk
suara ialah suara keledai. (Luqman: 19)
Al-Imam Ibnu Katsir berkata dalam Tafsir-nya III/44:
“Firman Allah ‘azza wa jalla : ‘dan lunakkanlah suaramu’, maknanya adalah jangan berlebihan
dalam berbicara dan jangan mengangkat suaramu dengan perkataan yang tidak ada
faidahnya, oleh karena itulah Allah berfirman: ‘Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara
keledai.’ Al-Imam Mujahid dan yang lainnya mengatakan : ‘Sesungguhnya sejelek-jelek suara
adalah suara keledai, yakni yang paling buruk dari mengangkat suara adalah yang kerasnya
menyerupai suara keledai, di samping itu merupakan sesuatu yang dibenci oleh Allah subhanahu
wa ta’ala . Penyerupaan yang seperti ini mengandung pengharaman dan celaan yang sangat
keras terhadapnya, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ه ئ ي ق ود  يع ،ثم  يء ق :ي لب  كالك  ه تب ي ه ئد ف ا الع سوء  ال  لث نا م  ل  يس ل
Tidak ada bagi kami permisalan yang jelek. Permisalan seorang yang meminta kembali suatu
pemberian yang diberikannya kepada orang lain itu seperti anjing yang muntah kemudian menjilat
kembali muntahannya tadi. (HR. Al-Bukhari, Ahmad, An-Nasa’i, At-Tirmidzi, Ath-Thahawi, Al-
Baihaqi, dari shahabat Ibnu Abbas, dan dari shahabat Abu Bakr, sebagaimana dalam Shahihul Jami’
no. 5426. Dan lafazh yang seperti ini adalah lafazh An-Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra IV/124)
Maka dari sini jelaslah bahwa seorang muslim itu tidaklah mengangkat suaranya melebihi
kebutuhan atau berbicara yang tidak ada faidahnya.
Bimbingan Keduapuluh Tiga
Jangan Sekali-kali menutup HP ketika Lawan Bicara Sedang Berbicara, kecuali jika ada
Maslahat yang lebih besar
Seorang muslim itu hendaknya berhias dengan akhlak yang mulia dan sifat yang agung
sebagaimana yang telah dianjurkan dalam syari’at agama kita yang lurus. Allah Ta’ala berfirman:
يم }  ظ ع 6 ق” ل” على خ ل نك(إ { و
Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar di atas akhlaq yang agung. (Al-Qalam: 4)
Disebutkan pula dalam sebuah hadits:
ا# ق ل ناس خ  حسن ال  كان رسول ال صلى ال عليه وسلم أ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya. (HR. Al-
Bukhari 5850, Muslim 2150 dari shahabat Anas radhiyallahu ‘anhu)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya di antara
mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling bisa bersikap baik terhadap keluarganya. (HR.
At-Tirmidzi 1162, Ibnu Hibban dalam Shahih-nya, At-Tirmidzi berkata: “Ini adalah hadits hasan
shahih.” Asy-Syaikh Al-Albani berkata dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 1162 : “Ini adalah
hadits hasan shahih”. Beliau juga berkata dalam Shahih Al-Jami’ : 1232 : “Ini adalah hadits shahih”.
Hadits ini disebutkan juga di dalam As-Silsilah Ash-Shahihah no. 284)
Menutup HP dengan cara seperti ini (yakni ketika lawan bicara sedang berbicara) akan
menghilangkan cerminan adab islami dan sifat yang mulia.
Bimbingan Keduapuluh Empat
Jaga Kesehatan
Di antara perkara yang wajib untuk diperhatikan adalah menjaga kesehatan, karena ini merupakan
salah satu nikmat di antara nikmat-nikmat Allah yang besar dan wajib untuk dipergunakan dalam
meraih keridhaan-Nya. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
نعمتان مغبون فيها كثير من الناس :الصحة والفراغ
Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia melalaikannya: (1) kesehatan, dan (2) waktu luang.
(HR. Al Bukhari 7049)
Oleh karena itulah kebiasaan menggunakan HP dan lama dalam berbicara – dan yang lebih parah
dari itu adalah gelombang sinyal yang kuat – terkadang bisa memberikan pengaruh yang berbahaya
terhadap manusia -wallahu a’lam-. Maka berhati-hatilah darinya demi menjaga keselamatan
(kesehatan), dan (nilai) keselamatan itu tidak ada sesuatu pun yang sebanding dengannya.
Dan sekarang silakan anda perhatikan nukilan sebagian tulisan dalam pembahasan ini berupa
bahaya (efek negatif) dari penggunaan HP berikut
Bahaya (efek negatif) HP terhadap Kesehatan
Riset ilmiah yang dilakukan dengan sangat teliti oleh seorang peneliti Saudi yaitu Dr. Sari’ bin
Hamd Ad Dausri – seorang ahli di bidang THT (telinga, hidung, dan tenggorokan), dan dia adalah
kepala lembaga Al-Jum’iyyah As-Su’udiyyah urusan THT, kepala, dan leher – telah mengungkap
tentang hilangnya indera pendengaran salah seorang pekerja Saudi sebagai akibat dari penggunaan
HP dengan frekuensi yang sangat tinggi.
Dr. Ad-Dausri menyimpulkan hasil penelitiannya tersebut ketika memeriksa pasien mobile klinik di
RS Universitas King Abdul Aziz, Saudi. Pasien tersebut adalah seorang pekerja berusia empat puluh
tahun. Ia mengeluhkan pendengaran pada telinga kanannya berkurang selama tiga bulan, di samping
rasa hangat dan rasa sakit di telinga. Dia mengatakan bahwa gejala ini terjadi ketika beberapa menit
menggunakan ponsel menit dan baru hilang satu jam setelah menggunakan ponsel.
Dr. Sari’ menambahkan, bahwa pasien tersebut menggunakan ponsel lebih dari 90 menit dalam
sehari dan tepat pada telinga kanannya. Hal itu berlangsung selama lebih dari dua tahun.
Kemudian dia rutin berkunjung ke klinik setiap tiga bulan. Setelah dilakukan pemeriksaan medis
secara seksama, terlihat bahwa pendengaran berkurang sekitar 25 desibel pada telinga kanan.
Berkurangnya pendengaran tersebut semakin besar dengan bertambahnya waktu penggunaan
ponsel. Kemudian si pasien diminta menggunakan ponsel di telinga kirinya. Setelah 6 bulan
pendengaran di telinga kanan mulia membaik. Telinga kanan semakin membaik ketika pengunaan
ponsel dihentikan. Namun ketika diulang kembali menggunakan ponsel pada telinga kanan tersebut,
pendengaran kembali berkurang. Maka pasien disarankan untuk menggunakan telepon biasa dan
mengurangi penggunaan ponsel, dan mengurangi penggunaan speakerphone, di mana pasien
mengurangi penggunaan ponsel sampai 15 menit sehari. Dengan demikian sembulah
penderitaannya, namun si pasien tetap mengalami sedikit penguraan pendengaran selamanya. Dr
Ad-Dausari mengungkapkan hal itu dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Organisasi
Kesehatan Dunia berjudul “efek ponsel terhadap kesehatan dan perlunya penelitian lebih lanjut”
bahwa semakin meningkat penggunaan telepon selular berarti semakin menambah efek biologis dan
efek kesehatan. Akibat pajanan terhadap elektro-magnetik mobile gelombang perangkat, atau
menara transmisi booster. Di mana penelitian yang dipublikasikan menunjukkan adanya efek
kerusakan kesehatan, seperti: kelelahan, sakit kepala, pusing, dan gangguan tidur. ….
* * *
Mengambil Manfaat dari HP
1. Menyambung hubungan dengan keluarga dan kerabat anda (silaturahim).
2. Menelepon para ‘ulama dan bertanya kepada mereka tentang beberapa masalah yang terjadi.
3. Membantu memenuhi kebutuhan anda baik dalam perkara agama maupun dunia.
4. Merekam suara bacaan Al-Qur’an, tulisan, dan muhadharah.
5. Mengambil manfaat dari situs-situs internet yang bermanfaat.
6. Turut serta dalam kegiatan yang ilmiah di internet.
7. Membangunkan orang tidur (misalnya dengan mengaktifkan jam alarm).
8. Sebagai pengingat jadwal kegiatan anda baik umum maupun khusus, dan termasuk juga
adalah sebagai peringatan telah masuknya waktu shalat.
9. Mengetahui keadaan (kabar) seorang alim.
10. Dakwah di jalan Allah.
11. Mengambil gambar (foto) pemandangan alam yang tidak ada gambar makhluk bernyawa yang
dengannya akan membantu anda dalam mengingat Allah sehingga akan bertambahlah keimanan
anda kepada Allah ta’ala sebagai Dzat yang Maha menciptakan, Rabb, pemberi rizqi, dan yang
mengatur alam semesta ini dan Dia adalah Ilah yang satu (satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi)
tidak ada sekutu bagi-Nya.
Sungguh indah apa yang diungkapkan oleh seseorang :
وفي كل شيء له آية …تدل على أنه واحد
Dan segala sesuatu di alam ini merupakan ayat (tanda) bagi-Nya
Yang menunjukkan bahwa Dia adalah Dzat yang Maha Esa.
12. Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan.
Catatan penting
Beberapa bimbingan dalam menggunakan HP yang telah disebutkan di atas, juga bisa dijadikan
bimbingan dalam menggunakan komputer dan internet jika didapati pada keduanya beberapa
kondisi yang sama dengan yang di HP.
. والحمد ل رب العالمين
وصلى ال وسلم على نبينا محمد ،وعلى آله وصحبه أجمعين

Articles

Fatwa-fatwa tentang Hukum Merayakan Tahun Baru Islam

In Uncategorized on 24 April 2011 by AHLI SUNNAH WALJAMA'AH


Fatwa-fatwa tentang Hukum Merayakan Tahun Baru Islam
Oleh Admin
Jumat, 24 Desember 2010 13:33
1. Hukum Memberi Ucapan Selamat Merayakan Tahun Baru Islam
Fatwa Mufti Saudi Arabia sahamatus syaikh Abdul Aziz Alu Asy-Syaikh –Hafizhahullah-
Pertanyaan :
Bolehkah memberi ucapan Selamat atau membuat perayaan tahun Baru?
Jawab:
Mengadakan perayaan tahun baru hijriyah atau merayakan peristiwa hijrah adalah perkara
yang sama sekali tidak pernah dilakukan oleh sabiqunal awwalun (generasi yang pertama
–sahabat,tabi’in,tabi’ut tabi’in-) yang berhijrah dan mengerti betul peristiwa tersebut serta
perkembangannya. Mereka tidak melakukan hal yang demikian sama sekali. Karena dengan
peristiwa ini menguatlah keimanan di dalam hati-hati mereka.Inilah pengaruhnya kepada
mereka.
Adapun mengadakan perayaan,khutbah, muhasabah, ini semua tidak pernah ada. Apabila Abu
Bakar, Umar, Utsman dan Ali serta Imam mereka penghulu Manusia yang pertama dan terakhir
tidak pernah membuat untuk peristiwa tersebut sebuah perayaan dan tidak pula khutbah
tertentu, hal ini menegaskan kepada kita bahwa perkara itu semua adalah muhdats (ajaran
Baru/Bid’ah). Dan yang Utama bagi kita adalah tidak mengadakan hal-hal yang demikian,
melainkan apabila kita mengingat peristiwa tersebut kita bersyukur kepada Allah atas segala
nikmat-Nya dan menguatlah keinginan kita dalam kebaikan dan bersyukur kepada-Nya atas
kemenangan agama-Nya.ini yang diinginkan. Kita memohon kepada Allah subahanahu wa
ta’ala agar kita dapat mengikuti Nabi kita Shalallahu ‘alaihi wasallam dan berpedoman
kepadanya dalam ucapan dan amalannya agar kita bisa mewujudkan kecintaan yang
sebenarnya,
قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني يعببكم الله
“Katakanlah , “jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku,niscaya Allah mengasihi
dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Qs. Ali
Imran:31)
1 / 7
Fatwa-fatwa tentang Hukum Merayakan Tahun Baru Islam
Oleh Admin
Jumat, 24 Desember 2010 13:33
Nuurrun ‘ala Ad-Darb (2/1/1427H)
2. Hukum Merayakan Tahun Baru Islam
Oleh Al ‘Allamah Asy-Syaikh Utsaimin Rahimahullah
Telah menjadi kebiasaan di tengah-tengah kaum muslimin memperingati Tahun Baru Islam.
Sehingga tanggal 1 Muharram termasuk salah satu Hari Besar Islam yang diperingati secara
rutin oleh kaum muslimin.
Bagaimana hukum memperingati Tahun Baru Islam dan menjadikan 1 Muharram sebagai Hari
Besar Islam? Apakah perbuatan tersebut dibenarkan dalam syari’at Islam?
Berikut penjelasan Asy-Syaikh Al-’Allâmah Al-Faqîh Muhammad bin Shâlih Al-’Utsaimîn
rahimahullahu Ta’ala ketika beliau ditanya tentang permasalahan tersebut. Beliau adalah
seorang Ulama Besar ahli fiqih paling terkemuka pada masa ini.
Pertanyaan :
Telah banyak tersebar di berbagai negara Islam perayaan hari pertama bulan Muharram pada
setiap tahun, karena itu merupakan hari pertama tahun hijriyyah. Sebagian mereka
menjadikannya sebagai hari libur dari bekerja, sehingga mereka tidak masuk kerja pada hari itu.
Mereka juga saling tukar menukar hadiah dalam bentuk barang. Ketika mereka ditanya tentang
masalah tersebut, mereka menjawab bahwa masalah perayaan hari-hari besar kembalinya
kepada adat kebiasaan manusia. Tidak mengapa membuat hari-hari besar untuk mereka dalam
rangka bergembira dan saling tukar hadiah. Terutama pada zaman ini, manusia sibuk dengan
berbagai aktivitas pekerjaan mereka dan terpisah-pisah. Maka ini termasuk bid’ah hasanah.
Demikian alasan mereka.
Bagaimana pendapat engkau, semoga Allah memberikan taufiq kepada engkau. Kami
2 / 7
Fatwa-fatwa tentang Hukum Merayakan Tahun Baru Islam
Oleh Admin
Jumat, 24 Desember 2010 13:33
memohon kepada Allah agar menjadikan ini termasuk dalam timbangan amal kebaikan engkau.
Asy-Syaikh Muhammad bin Shâlih Al-’Utsaimîn rahimahullahu Ta’ala menjawab :
تخصيص الأيام، أو الشهور، أو السنوات بعيد مرجعه إلى الشرع وليس إلى العادة، ولهذا لما
قدم النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم المدينة ولهم يومان يلعبون فيهما
قالوا: كنا نلعب فيهما في الجاهلية، فقال رسول الله صلى الله ؟« ما هذان اليومان » : فقال
إن الله قد أبدلكم بهما خيرا منهما: يوم الأضحى، » : عليه وعلى آله وسلم
ولو أن الأعياد في الإسلام كانت تابعة للعادات لأحدث الناس لكل حدث عيداً .« ويوم الفطر
ولم يكن للأعياد الشرعية كبير فائدة.
ثم إنه يخشى أن هؤلاء اتخذوا رأس السنة أو أولها عيدا متابعة للنصارى ومضاهاة لهم حيث
يتخذون عيدا عند رأس السنة الميلادية فيكون في اتخاذ شهر المحرم عيدا كتبه محمد بن صالح العثيمينمحذور آخر.
24/1/1418 ه
Jawab :
Pengkhususan hari-hari tertentu, atau bulan-bulan tertentu, atau tahun-tahun tertentu sebagai
hari besar/hari raya (‘Id) maka kembalinya adalah kepada ketentuan syari’at, bukan kepada
adat.
3 / 7
Fatwa-fatwa tentang Hukum Merayakan Tahun Baru Islam
Oleh Admin
Jumat, 24 Desember 2010 13:33
Oleh karena itu ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam datang datang ke Madinah, dalam
keadaan penduduk Madinah memiliki dua hari besar yang mereka bergembira ria padanya,
maka beliau bertanya : “Apakah dua hari ini?” maka mereka menjawab : “(Hari besar) yang
kami biasa bergembira padanya pada masa jahiliyyah.
Maka Rasulullâh shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah telah
menggantikan dua hari tersebut dengan hari raya yang lebih baik, yaitu ‘Idul Adh-ha dan ‘Idul
Fitri.“
Kalau seandainya hari-hari besar dalam Islam itu mengikuti adat kebiasaan, maka manusia
akan seenaknya menjadikan setiap kejadian penting sebagai hari raya/hari besar, dan hari raya
syar’i tidak akan ada gunanya.
Kemudian apabila mereka menjadikan penghujung tahun atau awal tahun (hijriyyah) sebagai
hari raya maka dikhawatirkan mereka mengikuti kebiasaan Nashara dan menyerupai mereka.
Karena mereka menjadikan penghujung tahun miladi/masehi sebagai hari raya. Maka
menjadikan bulan Muharram sebagai hari besar/hari raya terdapat bahaya lain.
Allah berfirman :
أ تَ سَ تْ بَ دْ لِ وُن ال ذَّ يِ ه وُ أ دَ نْ ىَ ب اِل ذَّ يِ ه وُ خ يَ رْ ”ٌ
Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?” (QS. Al-Baqarah :
61)
Ditulis oleh : Muhammad bin Shâlih Al-’Utsaimîn pada 24 – 1 – 1418 H
[dinukil dari Majmû Fatâwâ wa Rasâ`il Ibni ‘Utsaimîn pertanyaan no. 8131]
4 / 7
Fatwa-fatwa tentang Hukum Merayakan Tahun Baru Islam
Oleh Admin
Jumat, 24 Desember 2010 13:33
Para pembaca sekalian
Dari penjelasan di atas, jelaslah bahwa memperingati Tahun Baru Islam dan menjadikan 1
Muharram sebagai Hari Besar Islam tidak boleh, karena:
- Perbuatan tersebut tidak ada dasarnya dalam Islam. Karena syari’at Islam menetapkan
bahwa Hari Besar Islam hanya ada dua, yaitu ‘Idul Adh-ha dan ‘Idul Fitri.
- Perbuatan tersebut mengikuti dan menyerupai adat kebiasaan orang-orang kafir
Nashara, di mana mereka biasa memperingati Tahun Baru Masehi dan menjadikannya
sebagai Hari Besar agama mereka.
Oleh karena itu, wajib atas kaum muslimin agar meninggalkan kebiasaan memperingati Tahun
Baru Islam.
Sangat disesalkan, ada sebagian kaum muslimin berupaya menghindar dari peringatan Tahun
Baru Masehi, namun mereka terjerumus pada kemungkaran lain yaitu memperingati Tahun
Baru Islam. Lebih disesalkan lagi, ada yang terjatuh kepada dua kemungkaran sekaligus, yaitu
peringatan Tahun Baru Masehi sekaligus peringatan Tahun Baru Islam.
Wallâhu a’lam bish shawâb
3. Hukum Memberi Ucapan “Selamat Tahun Baru Hijriyah”
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah
Berikut fatwa berkaitan akan masuknya bulan Muharram:
سئل الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله ما حكم التهنئة بالسنة الهجرية وماذا يرد
على المهنئ ؟
5 / 7
Fatwa-fatwa tentang Hukum Merayakan Tahun Baru Islam
Oleh Admin
Jumat, 24 Desember 2010 13:33
فأجاب رحمه الله :
إن هن أّك احد ف رَ دُ عليه ولا تبتديء أحدا بذلك هذا هو الصواب في هذه المسألة لو قال
لك إنسان مثلا نهنئك بهذا العام الجديد قل : هنئك الله بخير وجعله عام خير وبركه ،
لكن لا تبتدئ الناس أنت لأنني لا أعلم أنه جاء عن السلف أنهم كانوا يهنئون بالعام
الجديد بل اعلموا أن السلف لم يتخذوا المحرم أول العام الجديد
إلا في خلافة عمر بن الخطاب رضي الله عنه. انتهى المصدر إجابة السؤال رقم 835 من
اسطوانة موسوعة اللقاء الشهري والباب المفتوح
الإصدار الأول اللقاء الشهري لفضيلته من إصدارات مكتب الدعوة و الإرشاد بعنيزة
Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah ditanya: Apa hukum
mengucapkan selamat tahun baru islam. Bagaimana menjawab ucapan selamat tersebut.
Syaikh menjawab:
Jika seseorang mengucapkan selamat,maka jawablah, akan tetapi jangan kita yang memulai.
Inilah pandangan yang benar tentang hal ini. Jadi jika seseorang berkata pada anda misalnya:
”Selamat tahun baru!, anda bisa menjawab “Semoga Allah jadikan kebaikan dan keberkahan
ditahun ini kepada anda”
Tapi jangan anda yang mulai, karena saya tidak tahu adanya atsar salaf yang saling
mengucapkan selamat hari raya. Bahkan Salafus Shalih tidaklah menganggap 1 muharram
sebagai awal tahun baru sampai zaman Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu.
6 / 7
Fatwa-fatwa tentang Hukum Merayakan Tahun Baru Islam
Oleh Admin
Jumat, 24 Desember 2010 13:33
Ini sama juga untuk ucapan-ucapan yang biasa beredar semisal “Kullu ‘aamin wa antum bi
khoirin” .
Juga mengenai Hari Raya Lebaran, boleh mengucapkan “Mohon maaf lahir batin” dan yang
semisal selama tidak mengandung dosa.
Abu Umair As-Sundawy
7 / 7

Articles

RISALAH RAMADHAN sebuah panduan untuk Orang yang beriman

In Uncategorized on 24 April 2011 by AHLI SUNNAH WALJAMA'AH


Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

1
RISALAH RAMADHAN
Untuk Saudaraku
Kumpulan 44 Fatwa Muqbil bin Hadi al-Wadi’i
Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits Al-Fahhamah
Muqbil bin Hadi al-Wadi’i
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

2
سلسلة ( المنتقى ) من فتاوى الشیخ العلامة
مقبل بن هادي الوادعي
بلوغ المرام من فتاوى الصیام
أسئلة اجاب علیها الشیخ
مقبل بن هادي الوادعي
إعداد
أبي مالك المقطري
وأبي طلحة الدبعي
الناشر المكتبة السلفیة الدعویة
Silsilah Al Muntaqa min Fatawa Asy Syaikh Al
Allamah Muqbil bin Hadi Al Wadi’i
Judul Asli : Bulugh Al Maram min Fatawa Ash
Shiyam As-ilah Ajaba ‘alaiha Asy
Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i
Peringkas : Abu Malik Al Maqthory
Abu Tholhah Ad Duba’i
Penerbit : Al Maktabah As Salafiyyah Ad Da’wiyyah
– Masjid Jamal Ad Din – Al Bab Al Kabir
– Al Yaman – Ta’iz
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

3
Edisi Indonesia :
RISALAH RAMADHAN
Untuk Saudaraku
Kumpulan 44 Fatwa Muqbil bin Hadi al-Wadi’i
Penerjemah Ibnu Abi Yusuf
Editor Ustadz Abu Hamzah
Setting & Lay Out Afaf Abu Rafif
Penerbit Pustaka Ats-TsiQaatPress
Jl. Kota Baru III No 12
Telp 022 5205831
Cetakan Ke-I Sya’ban 1423 H/
Oktober 2002 M
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

4
PENGANTAR PENERBIT
egala puji bagi Allah subhanahu wa
Ta’ala, shalawat serta salam kepada
Rasululah, beserta keluarganya,
para shahabatnya, dan para pengikutnya hingga
akhir zaman.
Buku kecil di hadapan pembaca ini,
merupakan terbitan perdana Ats-TsiQat Press,
yang mencoba untuk hadir di tengah-tengah
hausnya umat akan siraman ilmu agama. Pada
penerbitan perdana ini kami sengaja
menyuguhkan tulisan Abu Malik Al Maqthary
dan Abu Tholhah Ad Duba’i, yang mentranskrip
fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Al Wadi’i
rahimahullah seputar masalah puasa.
Sebagaimana kita ketahui, Syaikh
Muqbil rahimahullah merupakan seorang ulama
besar di zaman ini yang diakui sebagai salah
seorang imam Ahlus Sunnah wal Jama’ah, namun
karya-karya beliau belum banyak diterjemahkan
ke dalam bahasa Indonesia. Padahal tulisantulisan
beliau cukup banyak dan berisi
pembahasan-pembahasan kekinian yang banyak
dibutuh-kan umat.
S
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

5
Semoga di masa yang akan datang kami
dapat turut berperan lebih banyak dalam
menyebarkan dakwah melalui terbitan-tebitan
kami, insya Allah.
Bandung, Sya’ban 1423 H/
Oktober 2002 M
Penerbit
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

6
DAFTAR ISI
PENGANTAR PENERBIT
DAFTAR ISI
PENGANTAR PENERJEMAH
Riwayat Hidup Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i
Rahimahullah Ta’ala
· Soal 1: Kapan waktu niat
· Soal 2: Apa yang harus dilakukan bila mengetahui
waktu Ramadhan setelah terbit fajar
· Soal 3: Puasa sehari sebelum Ramadhan karena ragu
· Soal 4: Shoum wishol (puasa lagi setelah berbuka)
· Soal 5 : Yang harus dilakukan saat sahur ketika
terdengar adzan Subuh
· Soal 6: Adakah keutamaan meninggal di bulan
Ramadhan
· Soal 7: Yang harus dilakukan wanita hamil atau
menyusui bila berbuka
· Soal 8: Datang haidh sebelum Maghrib
· Soal 9: Berbuka bagi wanita hamil atau melahirkan
· Soal 10: Berbuka karena keluar darah sebelum
melahirkan
· Soal 11: Berbuka karena sakit bertahun-tahun
· Soal 12: Memakai siwak dan sikat gigi/pasta gigi
· Soal 13: Memakai wangi-wangian dan Cologne
· Soal 14: Memakai tetes mata, tetes telinga, dan tetes
hidung
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

7
· Soal 15: Memakai suntikan
· Soal 16: Mencabut gigi
· Soal 17: Orang pingsan dan muntah
· Soal 18: Berenang di darat dan di laut
· Soal 19: Mencicipi masakan
· Soal 20: Menggunakan peralatan oksigen bagi
seseorang yang menderita penyakit sesak nafas
· Soal 21: Kafarat atas suami yang berjima’
· Soal 22: Kafarat bagi istri yang berjima’
· Soal 23: Berjima’ dalam keadaan lupa
· Soal 24 : Berjima’ karena bodoh tentang hukum
· Soal 25: Mencumbui istri
· Soal 26: Ihtilam/ mimpi basah di siang hari
· Soal 27: Shalat dan shoum setelah ihtilam
· Soal 28: Berbuka di rumah bagi orang yang akan
bepergian
· Soal 29: Waktu, tempat, dan raka’at sholat tarawih
sesuai sunnah
· Soal ke-30 : Sholat di belakang imam tarawih 20
raka’at
· Soal ke-31: Bolehkah sholat tarawih di rumah
· Soal ke-32 : Wanita keluar sholat tarawih dengan
wangi-wangian
· Soal ke-33 : Mematikan lampu pada waktu shalat
supaya menambah kekhusyu’an
· Soal ke-34 : Tentang hadits, “Tidak ada i’tikaf
kecuali di tiga masjid” ?
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

8
· Soal ke-35 : Lansia yang sudah pikun, bagaimana
tentang shoumnya
· Soal ke-36 : Onani di bulan Ramadhan
· Soal ke-37 : Tahlil, takbir, tahmid setelah bacaan
surat Adh-Dhuha imam tarawih
· Soal ke-38 : Shoum sunnah sebelum lunas mengqadha
shoum wajib
· Soal ke-39 : Shoum bagi musafir yang berniat tinggal
dalam waktu lama
· Soal ke-40 : Keluar mani setelah bercumbu
· Soal ke-41 : Zakat fitrah kepada pemerintah atau
dalam bentuk uang
· Soal ke-42 : Wanita tidak shoum karena hamil dan
melahirkan
· Soal ke-43 : Wanita haidh dan nifas menyentuh dan
membaca Al-Qur’an
· Soal ke-44 : Wanita haidh dan nifas menghadiri
majlis-majlis ilmu di masjid
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

9
PENGANTAR PENERJEMAH
umum diketahui kaum muslimin
akan kewajiban puasa Ramadhan yang
sudah dijelaskan oleh Alloh Ta’ala
dan rasululloh . Namun sangat disayangkan
fenomena tersebut tidak disertai dengan
pemahaman akan hukum-hukum dan praktek
pelaksanaannya yang sesuai sunnah rasulullah .
Kami terpanggil untuk menghadirkan ke
hadapan para pembaca buku kecil ini sebagai
jawaban dari fenomena di atas.
T
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

10
Buku ini dipilih karena bobot isinya, yang
diuraikan sedemikian jelas disertai dalil-dalil dari
Al-Qur’an dan As-Sunnah oleh seorang ulama
besar Ahli Hadits masa kini Asy-syaikh Muqbil
bin Hadi Al-Wadi’i rahimuhulloh.
Semoga buku ini tercatat sebagai amal
shaleh bagi semua pihak yang berperan untuk
menghadirkannya di hadapan pembaca.
Penerjemah
Ibnu Abi Yusuf
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

11
Riwayat Hidup
Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i
Rahimahullah Ta’ala
eliau adalah Muqbil bin Hadi bin
Muqbil bin Qanidah Al-Hamadani Al-
Wadi’i Al-Khallaaly dari kabilah Aalu
Rasyid dan di timur Sha’dah dari lembah
Dammaj. Pada permulaan mencari ilmu, beliau
belajar pada sebuah jami’ Al-Hadi dan tak ada
seorangpun pada waktu itu yang membantunya
dalam thalabul ilmi. Selang beberapa waktu
beliau pergi menuju Al-Haramain dan Najd.
Suatu ketika seorang penceramah memberinya
nasihat tentang kitab-kitab yang ber-manfaat dan
menunjukkannya pada Shahih Bukhari,
Bulughul Maram, Riyadlush Shalihin, Fathul
Majid dan memberinya satu nuskhah dari Kitab
Tauhid.
Beliau menekuni dan mempelajari buku-buku
tersebut. Beberapa waktu kemudian beliau pulang
ke negerinya dan mengingkari setiap apa yang
dilihatnya yang menyelisihi tauhid dari
penyembelihan yang diperuntukkan selain kepada
Allah, membangun kubah di atas kuburan dan
berdoa kepada orang-orang yang telah mati.
B
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

12
Ketika berita ini terdengar oleh orang-orang
Syi’ah pada waktu itu, mereka mengatakan,
“Barang-siapa yang mengubah ajaran agamanya,
maka bunuhlah!” Sebagian dari mereka
mengadukan kepada kerabat-kerabat Syaikh,
“Jika kalian tidak melarangnya, maka kami akan
memenjarakannya.”
Setelah itu mereka memutuskan untuk
memasukkannya kembali ke Jami’ Al-Hadi untuk
belajar pada mereka dan menghilangkan syubhatsyubhat
yang ada pada Syaikh (menurut
anggapan mereka pent). Berkata Syaikh, “Ketika
aku melihat kurikulum yang ditetapkan adalah
Syi’ah Mu’tazilah maka aku putuskan untuk
konsentrasi dalam ilmu nahwu.”
Dan tatkala terjadi perubahan politik antara
Republik dan Kerajaan (Yaman), beliau
meninggalkan negerinya dan pergi ke Najran
untuk ber-mulazamah kepada Abul Husain
Majduddin Al-Muayyid dan men-dapatkan faedah
darinya, terlebih khusus dalam bahasa Arab.
Beliau tinggal di sana selama kurang lebih selama
dua tahun, kemudian ber-’azzam untuk ber-rihlah
(menempuh perjalanan pent) ke negeri Haramain
dan Najd dan belajar pada sebuah madrasah
tahfizh Al-Qur’an Al-Karim. Kemudian bertekad
lagi untuk safar ke Makkah dan beliau
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

13
menghadiri durus (halaqoh-halaqoh ilmu pent) di
antaranya adalah Syaikh Yahya bin Utsman Al-
Baqistani dan Syaikh Al-Qadhi Yahya Asywal
dan Syaikh Abdurrazzaq Asy-Syahidi Al-
Mahwithi.
Lalu beliau masuk ke ma’had Al-Haram Al-
Makki dan selesai dari tingkatan mutawasith dan
tsanawi beliau pindah ke Madinah dan masuk ke
Jami’ah Al-Islamiyah pada fakultas da’wah dan
ushuluddin. Saat tiba waktu liburan Syaikh
merasa takut kehilangan waktunya, sehingga
beliau mengikutsertakan dirinya pada fakultas
syari’ah untuk menambah ilmu. Karena materimaterinya
saling berdekatan dan sebagiannya
sama, maka hal itu dianggap sebagai murajaah
(pengulangan) atas yang beliau pelajari di
fakultas da’wah.
Selesai dari dua fakultas ini, Syaikh berkata,
“Aku diberi dua ijazah, namun alhamdulillah aku
tidak menghiraukannya, yang terpenting bagiku
adalah ilmu.” Setelah selesai dari dua fakultas ini
dibukalah di jami’ah untuk tingkatan lan-jutan
yaitu magister, beliaupun mendaftar-kan dirinya
dan beliau berhasil dalam ujian penerimaannya
yaitu dalam bidang ilmu hadits. Berkata Syaikh,
“Setelah ini semua, aku tinggal di
perpustakaanku. Hanya beberapa saat
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

14
berdatanganlah sebagian saudara-saudara dari
Mesir, maka aku buka pelajaran-pelajaran dari
sebagian kitab-kitab hadits dan kitab-kitab
bahasa. Dan masih saja para thalabul ilmi
berdatangan dari Mesir, Kuwait, Haramain, Najd,
‘Adn, Hadramaut, Al-Jazair, Libia, Somalia,
Belgia dan dari kebanyakan negeri-negeri Islam
dan yang lainnya.”
Gunung-gunung dan pasir serta lembahlembah
menjadi saksi bagi Abu Abdirrahman
(nama kunyah Syaikh Muqbil pent) dalam
penyebaran Sunnah dan kesabarannya dalam
menanamkan pada hati manusia serta
permusuhannya terhadap bid’ah dengan fadhilah
dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Guru-guru beliau yang paling masyhur :
1. Abdul Aziz As-Subail
2. Abdullah bin Muhammad bin Humaid
3. Abdul Aziz bin Rasyid An-Najdi
4. Muhammad bin Abdillah Ash-Shoumali
5. Muhammad Al-Amin Al-Mishri
6. Hammad bin Muhammad Al-Anshori
7. Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz (beliau
pernah hadir mengikuti sebagian halaqoh
ilmunya di Haramun Madani yaitu pada kitab
Shahih Muslim)
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

15
8. Muhammad Nashiruddin Al-Albani (beliau
mengambil faidah darinya pada pertemuan
khusus para thalabatul ilmi dan pada
kesempatan-kesempatan yang lainnya).
Sebagian dari karya-karya Syaikh :
1. Ash-Shahih Al-Musnad min Asbabin Nuzul
2. Al-Ilzamaat wat-Tatabbu’
3. Asy-Syafa’at
4. Ash-Shahih Al-Musnad mimma laisa fish-
Shahihaini
5. Ash-Shahih Al-Musnad min Dalaailin
Nubuwwati
6. Al-Jami’u Ash-Shahih fil-Qadari
7. Al-jami’u Ash-Shahih mimma laisa fish-
Shahihaini (tersusun sesuai dengan bab-bab
fiqhiyyah)
8. Tatabbu’u Awhamil Hakim fi al-Mustadrak
al-lati lam yunabbih ‘alaiha Adz-Dzahabi
ma’a Tarajimi lir-ruwati alladzina laisu min
rijali Tahdzibi At-Tahdzib
9. As-Suyufu Al-Bathirat li ilhadi Asy-
Syuyuiyyah Al-Kafirah
10. Ijabatu As-Saili ‘an ahammi Al-Masaili
Dan beliau juga mempunyai sekitar 33 karya
yang lain.
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

16
Beberapa murid-murid Syaikh yang
menonjol, murid-murid beliau sangat banyak
sekali tidak ada yang mengetahui jumlah mereka
kecuali Allah, kami sebutkan beberapa di
antaranya yang menonjol dari kalangan muallifin
(penulis buku), para dai-dai, dan selain mereka :
1. Ahmad bin Ibrahim Abul Ainain Al-Mishri
2. Ahmad bin Sa’id Al-Asyhabi Al-Hajari Abul
Mundzir
3. Usamah bin Abdul Latif Al-Kushi, penulis
kitab Al-Adzan
4. Abdullah bin Utsman Ad-Damari, beliau
terkenal sebagai pemberi ceramah kalangan
Ahlussunnah di Yaman
5. Abdul Aziz bin Yahya Al-Bura’i
6. Abdul Mushawwir bin Muhammad Al-
Ba’dani
7. Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushobi
Al-Abdadi
8. Muhammad bin Abdillah Al-Imam Abu
Nashr Ar-Raimi
9. Musthofa bin Ismail Abul Hasan As-
Sulaimani Al-Maghribi
10. Musthofa ibnul Adawi Al-Mishry
11. Yahya bin Ali Al-Muri
12. Abdur Raqib bin Ali Al-Ibbi
13. Qasim bin Ahmad Abu Abdillah At-Taizi
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

17
14. Jamil bin Ali Asy-Syaja’ Ash-Shobari
15. Ali bin Abdillah Abul Hasan Asy-Syaibani
16. Auf bin Abdillah Al-Bakkari Abu Harun
17. Utsman bin Abdillah Al-Utmi
18. Ummu Abdillah binti Muqbil bin Hadi al-
Wadi’i, penulis kitab Ash-Shahihul Musnad
min Asy-Syamaili Al-Muhammadiyyah dan
yang lainnya.
Diringkas oleh Abu Malik Adnan Al-
Maqthori.
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

18
Fatwa-fatwa
Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits Al-Fahammah
Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i
egala puji bagi Allah, shalawat dan
salam kepada Rasulullah ,
keluarganya, sahabatnya, dan orangorang
yang mengikutinya. Wa ba’du.
Ke hadapan anda wahai saudara-saudaraku
fatwa-fatwa Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits
Al-Fahhamah Muqbil bin Hadi al-Wadi’i seputar
shaum. Yang dirangkum dari kitab Qam’u Al-
Mu’anid dan Ijabatu As-Sail dan Nashaih wa
Fadhaih dan kitab Gharatu Al-Asyrithah. Akan
bermanfaat bagi para pemula1 dan tidak menutup
kemungkinan bagi para thalabul ilmi yang senior.
Kapan waktu niat
Soal 1:
Apakah wajib berniat shaum di bulan
Ramadhan setiap harinya ataukah cukup satu kali
niat saja untuk sebulan penuh? Dan kapan
sempurnanya hal itu ?
1 Pemula dalam tholabul ilmi
S
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

19
Jawab:
Nabi  bersabda,
إِ
“Setiap amalan bergantung pada niat dan bagi
setiap seseorang (akan mendapatkan) apa yang
dia niatkan.”
Maka ini adalah dalil tentang keharusan niat
dalam amalan-amalan. Dan yang jelas adalah
seseorang harus berniat di setiap harinya. Dan
bukan artinya ia harus mengatakan, “Nawaitu
untuk berpuasa pada hari ini dan itu di bulan
Ramadhan.” Akan tetapi niat adalah maksud atau
tujuan, bangunmu untuk melaksanakan sahur
dianggap sudah berniat demikian juga
penjagaanmu dari makanan dan minuman adalah
berarti sudah berniat.
Dan adapun hadits,
“Barangsiapa yang tidak bermalam dengan niat
shaum maka tidak ada shaum baginya,”
Ini adalah hadits mudhtarib2. Walaupun sebagian
ulama menghasankannya tapi yang benar adalah
mudhtarib.
2 Hadits mudhtorrib adalah hadits yang datang dari banyak jalan dan
berbeda-beda lafazhnya sehingga tidak bisa untuk dirajihkan, dan hadits
mudhtarib ini termasuk dalam kerangka hadits-hadits dhaif.
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

20
Apa yang harus dilakukan bila mengetahui
waktu Ramadhan setelah terbit fajar
Soal 2:
Apabila seseorang bangun dari tidurnya
setelah terbit fajar pada hari pertama di bulan
Ramadhan kemudian dia makan, sedang dia
dalam keadaan tidak mengetahui kalau hari itu
adalah awal bulan Ramadhan dan diberitahukan
setelahnya. Apakah ia terus berpuasa atau
berbuka ?
Jawab:
Ya, ia berpuasa dan tidak ada mudharat
baginya karena ia mengira masih ada sisa malam
kemudian dia berpuasa dan puasanya benar.
Puasa sehari sebelum Ramadhan karena ragu
Soal 3:
Apakah boleh bagi seorang yang ragu akan
awal masuknya bulan Ramadhan untuk berpuasa
sehari sebelumnya?
Jawab:
Dari kalangan Al-Hanabilah (pengikut-nya
madzhab Ahmad pent) ada yang berpendapat
seperti itu akan tetapi yang benar adalah tidak
dibolehkan puasa sebagaimana sabda Nabi ,

PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

21
“Janganlah kalian mendahului Ramadhan
dengan shaum sehari sebelumnya atau dua hari
sebelumnya.”
Dan dari sahabat Ammar bin Yasir ,
“Barangsiapa yang berpuasa pada hari syakk
(ragu-ragu) maka telah bermaksiat kepada Abul
Qasim.” Maka yang shahih sekali lagi adalah
tidak boleh berpuasa dan Nabi  bersabda,

“Berpuasalah kalian dengan melihat ru’yah dan
berbukalah dengan melihat ru’yah. Jika tertutupi
awan maka sempurnakanlah hitungan Sya’ban 30
hari.”
Maka tidak ada lagi hal yang tersisa setelah
keterangan ini.
Shoum wishol (puasa lagi setelah berbuka)
Soal 4:
Apabila seseorang tertidur dan belum
berbuka dan ia tidak bangun dari tidurnya
kecuali pagi-pagi pada hari yang kedua apakah
baginya untuk melanjutkan shaumnya atau
berbuka ?
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

22
Jawab:
Baginya untuk meneruskan shaumnya. Yang
demikian itu pernah terjadi pada Qois bin
Sormah, ia pergi bekerja dan waktu itu tepat
permulaan diwajibkannya shaum. Apabila ia
tertidur sebelum makan maka ia tidak
membolehkan dirinya untuk makan, kemudian ia
pulang ke istrinya dan bertanya, “Apakah ada
makanan?” Istrinya menjawab, “Tidak. Tetapi
aku akan pergi dan memintakan makanan
untukmu.” Setelah kembali ternyata didapatinya
ia sudah tidur lalu istrinya berkata, “Engkau telah
rugi,” atau yang semakna dengan ucapan ini.
Kemudian ia pergi kerja lagi sampai pertengahan
hari dan tertidur lagi, kemudian Allah
menurunkan ayat,
أُحِلَّ لَكُمْ لَیْلَةَ الصِّیَامِ الرَفَثُ إِلىَ نِسَائِكُمْ 
هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتْمُْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ عَلِمَ اللهُ أَنَّكُمْ
 . كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ أَنْفُسَكُمْ
“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa
bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka itu
adalah pakaian bagimu, dan kamu pun pakaian bagi
mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak
dapat menahan nafsumu, … sampai firman-Nya….
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

23
فَكُلُووَاشْرَبُوا حَتَّى یتَبَیَّنَ لَكُمُ اْلْخَیْطُ 
 اْلأَبْیَضُمِنَ اْلخَیْطِ اْلأَسْوَدِمِنَ اْلفَجْرِ
“Dan makan minumlah hingga terang bagimu
benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.”
Yang harus dilakukan saat sahur ketika
terdengar adzan Subuh
Soal 5 :
Apabila seseorang sedang makan sahur
kemudian muadzin mengumandangkan adzan
apakah wajib baginya untuk membuang/
mengeluarkan apa-apa yang ada di mulutnya
ataukah memakannya ?
Jawab :
Adapun yang ada di mulutnya maka tidak
boleh untuk mengeluarkannya akan tetapi tidak
boleh memakan sesuatu apapun setelahnya
kecuali air berdasarkan hadits sunan Abu Dawud
dari Abu Hurairah  bahwa Nabi  bersabda,
إ
“Apabila muadzin telah mengumandangkan
adzan, sedangkan bejana masih dalam tangan
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

24
seseorang, maka hendaklah dia mengambil
keperluan darinya.”
Maka dengan hadits ini tidak mengapa
seseorang untuk meminum apabila telah
dikumandangkan adzan oleh muadzin dengan
syarat air tersebut masih dipegang oleh
tangannya.
Adakah keutamaan meninggal di bulan
Ramadhan
Soal 6:
Apakah terdapat keutamaan bagi seseorang
yang meninggal pada bulan Ramadhan, yang
menunjukkan pada kebaikan si mayyit ?
Jawab:
Memang ada, tetapi tidak ada hadits yang
menunjukkan tentang hal ini.
Yang harus dilakukan wanita hamil atau
menyusui bila berbuka
Soal 7:
Apa hukumnya seorang perempuan yang
hamil jika ia berbuka di bulan Ramadhan karena
takut akan janinnya, dan apapula hukumnya bagi
seorang wanita yang menyusui berbuka di bulan
Ramadhan karena takut akan susuannya ?
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

25
Jawab:
Para ulama berselisih, dari kalangan mereka
ada yang mengatakan wajib baginya untuk
mengqadha, sebagian yang lain mengatakan
menqadha dan membayar kafarah, dan
sebagiannya lagi mengatakan tidak ada kewajiban
baginya untuk menqadha tetapi wajib baginya
membayar kafarah, serta sebagiannya lagi
mengatakan tidak ada kewajiban baginya baik
qadha maupun membayar kafarah. Dan berdalil
dengan hadits Anas bin Malik Al-Ka’bi 
bahwasanya beliau datang kepada Nabi,
kemudian Nabi mengatakan kepadanya,
“Makanlah!” Kemudian Anas bin Malik berkata,
“Aku dalam keadaan shaum.” Kemudian Nabi 
berkata,

“Apakah engkau tahu bahwasanya Allah ta’ala
menggugurkan setengah sholat atas orang yang
musafir (boleh menqashar) dan menggugurkan shaum
bagi yang hamil atau menyusui.”
Maka mereka berdalil dengan ini, bahwa-sanya
tidak ada kewajiban apa-apa baginya. Dan yang
nampak bagiku adalah wajib baginya untuk
menqadha saja dan tidak diharuskan baginya
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

26
untuk membayar kafarah dan tidak sah
pembayaran kafarahnya, maka dia dituntut untuk
menqadha saja. Berdasarkan firman Allah Ta’ala,

“Barangsiapa di antara kalian sakit atau mengadakan
suatu perjalanan maka diganti dengan hari-hari yang
lainnya.”
Datang haidh sebelum Maghrib
Soal 8:
Apa hukumnya bagi seorang wanita yang
haidh, sedang ia dalam keadaan shaum yang
haidhnya itu dengan jarak yang sedikit sebelum
berbuka ?
Jawab:
Wajib baginya untuk menqadha hari itu jika
muadzinnya itu mengumandangkan adzan tepat
pada waktunya. Adapun apabila telah terbenam
matahari kemudian datang haidh tersebut
sedangkan muadzin tidak mengumandangkan
adzannya kecuali seperti adzannya Syi’ah yaitu
ketika langit sudah mulai gelap, maka shaumnya
dianggap sah dan tidak wajib baginya untuk
menqadha.
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

27
Berbuka bagi wanita hamil atau melahirkan
Soal 9:
Apa hukumnya seorang wanita yang hamil
apabila ia berbuka di bulan Ramadhan karena
melahirkan?
Jawab:
Wajib baginya untuk menqadha.
Berbuka karena keluar darah sebelum
melahirkan
Soal 10:
Dan apapula hukumnya bagi wanita jika ia
berbuka sehari atau dua hari sebelum melahirkan
disebabkan karena keluarnya sebagian darah ?
Jawab:
Jika keluar sebagian darah, maka ini dianggap
sebagai darah nifas dan wajib untuknya
menqadha.
Berbuka karena sakit bertahun-tahun
Soal 11:
Apa hukumnya orang yang berbuka
disebabkan karena sakit yang terus menerus
sampai beberapa tahun ?
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

28
Jawab:
Apabila ditetapkan oleh medis bahwasa-nya
dia tidak diharapkan lagi kesembuhan-nya
sedangkan Allah Maha Penyembuh dan berapa
banyak orang yang sakit yang telah ditetapkan
oleh para dokter bahwasanya tidak diharapkan
lagi kesembuhannya kemudian Allah Ta’ala
menyembuhkannya. Apabila mereka menetapkan
tidak diharap-kan kebaikannya, maka tidak
mengapa dia berbuka dan memberikan makanan
setiap harinya kepada orang miskin. Sebagaimana
firman Allah Ta’ala,
{وَعَلَىالَّذِیْنَ یُطِیْقُوْ نَهُ فِدْیَةٌ طَعَامُ مِسْكِیْنَ}
“Dan bagi orang-orang yang tidak mampu hendaknya
membayar fidyah dengan memberikan makanan
kepada orang miskin.”
Demikian pula Anas bin Malik  ketika
beliau tidak mampu untuk melaksanakan shaum
maka beliau memberikan makanan setiap harinya
kepada orang miskin.
Memakai siwak dan sikat gigi/pasta gigi
Soal 12:
Apa hukumnya menggunakan hal-hal di
bawah ini di siang hari di bulan Ramadhan, di
antaranya memakai siwak dan sikat gigi/odol ?
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

29
Jawab:
Adapun memakai siwak dari batangnya maka
ini tidak mengapa, walaupun warna-nya hijau.
Adapun odol atau sikat gigi maka kami
menasehatkan untuk meninggalkannya di bulan
Ramadhan. Dan kami tidak memiliki dalil bahwa
itu akan membatalkan shaum, akan tetapi wajib
untuk berhati-hati sehingga tidak sampai mengalir
atau masuk sesuatau ke dalam perutnya. Nabi 
bersabda,

“Dan sempurnakanlah pada waktu istinsyaq
kecuali dalam keadaan shaum.”
Karena sesungguhnya apabila dia dalam keadaan
shaum maka ditakutkan akan mengalir atau
masuk airnya ke dalam perutnya.
Memakai wangi-wangian dan Cologne
Soal 13:
Dan demikian pula hukum memakai wangiwangian
dengan segala macam bentuknya seperti
al-bukhur, al-’uud, dan wangi-wangian masa kini
yang semerbak ?
Jawab:
Adapun wangi-wangian dan bukhur maka
tidak mengapa, insya Allah. Dan seyogyanya
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

30
seseorang untuk menjauhi wangi-wangian yang
mengandung alkohol di bulan Ramadhan dan
selain bulan Ramadhan lebih khusus lagi adalah
dari jenis kolonia (cologne), maka sesungguhnya
ini telah diketahui mengandung alkohol.
Memakai tetes mata, tetes telinga, dan tetes
hidung
Soal 14:
Demikian juga apa hukumnya memakai obatobatan
yang berupa tetes mata atau tetes telinga
atau untuk hidung ?
Jawab:
Saya katakan sesungguhnya keluar dari
perkara ini adalah dengan cara berbuka dan
sungguh dia sudah diperbolehkan untuk berbuka
sesuai dengan firman Allah Ta’ala,
{فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِیْضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةُ مِنْ
أَیَّامٍ أُخَر}
“Barangsiapa yang di antara kalian dalam
keadaan sakit atau bepergian, maka hendaknya
diganti dengan hari-hari yang lainnya.”
Maka apabila dia terbukti sakit sedang dia
membutuhkan kepada pengobatan maka kami
nasehatkan supaya berbuka dan menqadha. Dan
apabila telah dinyatakan oleh para dokter satu
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

31
obat di siang hari di bulan Ramadhan, maka jika
dia tidak berbuka tidak membatalkannya kecuali
apa-apa yang sampai pada tenggorokannya. Dan
kebanyakannya orang yang diobati matanya
dengan obat tetes kadang-kadang mendapat-kan
rasanya pada tenggorokannya, maka kami
nasehatkan untuk menjauhi akan hal ini.
Memakai suntikan
Soal 15:
Dan begitu pula apa hukumnya memakai
suntikan apakah didapatkan perincian tentang
masalah ini?
Jawab:
Dari kalangan ahlul ilmi ada yang
mengatakan bahwa apabila suntikannya ini
terbukti memberikan tenaga atau mengan-dung
bahan makanan, maka tidak boleh untuk
memakainya. Dan apabila tidak mengandung
unsur makanan maka boleh untuk memakainya.
Dan telah lalu nasehat kita kepada orang yang
sakit supaya berbuka sehingga tidak terdapat
syubhat dalam shaumnya kemudian setelah itu dia
menqadhanya.
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

32
Mencabut gigi
Soal 16:
Hukum mencabut gigi yang kadang-kadang
menyebabkan pada air liurnya terdapat darah ?
Jawab:
Air liur yang mengandung darah dari dirinya
sendiri maka tidak membatalkan. Jika sekiranya
ditunda mencabut giginya hingga waktu berbuka
maka ini lebih baik karena kadang-kadang
ditakutkan akan membahayakan dirinya jika dia
mencabut gigi sedang dia dalam keadaan shaum.
Jika tidak demikian, sekiranya dia akhirkan lagi
sampai malam maka ini adalah lebih baik lagi.
Orang pingsan dan muntah
Soal 17:
Demikian pula apa hukumnya orang yang
pingsan dan yang muntah ?
Jawab:
Adapun orang yang pingsan maka dia tidak
dikategorikan membatalkan shaumnya demikian
halnya dengan orang yang muntah. Adapun hadits
yang menyatakan,

PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

33
“Barangsiapa yang muntah maka tidak ada
qadha baginya dan barangsiapa yang sengaja
muntah maka hendaknya ia menqadha.”
Ini adalah hadits yang lemah.
Berenang di darat dan di laut
Soal 18:
Dan apa hukumnya berenang dengan cara
menyelam ?
Jawab:
Yang penting adalah tidak sampai ada yang
masuk ke tenggorokannya sesuatu apapun. Akan
tetapi adapun berenang di lautan maka ini
berbeda keadaannya, karena apabila airnya itu
mengandung asin maka sangat memungkinkan
sekali akan masuk ke tenggorokan. Karena kami
pernah berenang di lautan, dan seseorang tidak
merasakan kecuali tiba-tiba sudah terasa di dalam
tenggorokannya maka kami menasehatkan untuk
menjauhi hal ini. Dan adapun kalau airnya tidak
mengandung asin maka tidak akan sampai
rasanya ke tenggorokan dan kadang-kadang juga
masuk ke tenggorokan.
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

34
Mencicipi masakan
Soal 19:
Apa hukumnya seorang perempuan
merasakan masakannya ketika ia memasak
makanan dengan ujung lidahnya supaya
mengetahui apa yang kurang dari bumbu-bumbu
masakan tersebut ?
Jawab:
Tidak mengapa tentang hal itu, insya Allah.
Dan jangan sampai ada yang masuk ke
tenggorokannya sesuatu apapun.
Menggunakan peralatan oksigen bagi seseorang
yang menderita penyakit sesak nafas
Soal 20:
Apa pula hukum menggunakan peralatan
oksigen bagi seseorang yang menderita penyakit
sesak nafas ?
Jawab:
Yang jelas ia bukanlah termasuk makanan
atau minuman. Maka aku tidak melihatnya hal ini
membatalkan shaum.
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

35
Kafarat atas suami yang berjima’
Soal 21:
Apa yang diwajibkan dari kafarat atas
seorang laki-laki yang dia menjima’i istrinya di
siang hari bulan Ramadhan ?
Jawab:
Telah datang dua hadits yaitu dari Aisyah dan
Abu Hurairah  dan keduanya dalam Shahih.
Bahwasanya salah seorang laki-laki datang
menemui Rasulullah  dan berkata, “Wahai
Rasulullah aku telah binasa.” Kemudian kata
Rasul, “Apa yang membuatmu binasa?”
Kemudian ia menjawab, “Aku telah menjima’i
istriku siang hari di bulan Ramadhan.” Dan dalam
hadits Abu Hurairah, berkata seorang laki-laki,
“Ya, Rasulullah aku telah binasa.” Beliau berkata,
“Apa yang telah membuat engkau binasa?”
Kemudian dia menjawab, “Aku telah menjima’i
istriku di siang hari bulan Ramadhan.” Beliau
berkata, “Apakah engkau punya budak untuk
kemudian engkau merdekakan?” Dia menjawab,
“Tidak.” Kata Rasul, “Apakah engkau mampu
untuk shaum dua bulan terus menerus?”
Kemudian dia menjawab, “Tidak.” Kemudian
kata Rasul, “Apakah engkau mampu untuk
memberi makan 60 orang miskin?” Dia
menjawab, “Tidak.” Kemudian dia duduk.
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

36
Kemudian Rasul mendatanginya dengan
membawa satu karung tamr (kurma) kemudian
berkata, “Ambillah ini dan engkau bershodaqoh
dengan ini!”. Kemudian laki-laki menjawab, “Ya
Rasulullah, tidak ada yang lebih faqir dari aku –
demi Allah– di antara dua kota Madinah ini.”
Kemudian Rasulullah tersenyum dan berkata,
“Ambillah ini, dan beri makanlah
keluargamu!”
Atau dengan makna yang seperti ini.
Maka apabila didapatkan seorang budak
maka hendaklah dia memerdekakannya, jika tidak
memiliki budak maka berpindah pada shaum dan
tidak boleh berpindah kepada memberikan
makanan jika dia mampu untuk melakukan
shaum. Karena sesungguhnya memberikan
makanan ini sangat mudah bagi orang-orang kaya
sedangkan shaum dua bulan berturut-turut
terdapat di dalamnya masyaqqah (kesulitan/
keberatan).
Kafarat bagi istri yang berjima’
Soal 22:
Dan apa pula hukumnya atas seseorang
perempuan apabila ia jima’ tersebut dengan
keridhaan darinya dan dia tidak mencegah akan
hal itu ?
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

37
Jawab:
Apabila hal ini timbul dari keridhaannya
maka si wanita tersebut berdosa. Adapun
keharusan untuk membayar kafarah maka
sesungguhnya Rasulullah  tidak menyu-ruhnya
akan hal itu. Kecuali Rasul mengatakan kepada
seorang laki-laki,
“Perintahlah istrimu jika dia ridha untuk mengerjakan
hal itu (yaitu membayar kafarah).”
Akan tetapi apabila si perempuan itu yang
menyebabkan suaminya mencumbuinya sehingga
terjadilah apa yang terjadi maka si perempuan itu
berdosa, jika ternyata dia terpaksa maka dosa
dikembalikan kepada suaminya.
Berjima’ dalam keadaan lupa
Soal 23:
Apa hukumnya orang yang terjadi padanya
hal itu (jima’) sedang dia dalam keadaan lupa
bahwa saat itu siang hari dalam bulan
Ramadhan?
Jawab:
Wallahu a’lam. Apakah ada yang melakukan
jima’ dalam keadaan dia lupa bahwasanya dia
berada di bulan Ramadhan atau tidak ada.
Apabila memang didapatkan orang yang lupa
maka hukumnya sama seperti hukum orang yang
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

38
lupa yaitu tidak menqadha. Akan tetapi aku tidak
mengira bahwa di sana ada yang melakukan jima’
karena lupa bahwa ia berada di siang hari di bulan
Ramadhan kecuali terjadi di awal bulan
Ramadhan, dan apabila dia lupa maka apakah
istrinya juga lupa. Adapun mem-bayar kafarah
maka diharuskan padanya.
Berjima’ karena bodoh tentang hukum
Soal 24 :
Dan apa yang harus dilakukan oleh orang
yang terjadi padanya hal ini (jima’) sedangkan
dia bodoh tentang hukum ?
Jawab :
Dia tetap harus membayar kafarah yang telah
aku sebutkan sebelumnya karena sesungguhnya
hadits tentang ini adalah mutlak.
Mencumbui istri
Soal 25:
Apa hukumnya orang yang memeluk istrinya
dan menciumnya tanpa berjima’?
Jawab:
Aisyah  berkata, “Bahwasanya Nabi
memeluknya di bulan Ramadhan.” Kemudian
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

39
Aisyah mengatakan, “Siapa di antara kalian
yang paling dapat menahan kebutuhannya?”
Dan Ummu Salamah mengatakan bahwa-sanya
Nabi  menciumnya, demikian pula Aisyah
mengatakan bahwasanya Nabi  menciumnya.
Dan Aisyah mengatakan bahwasanya Nabi adalah
orang yang paling dapat menahan kebutuhannya.
Apakah Ummul Mu’minin ini termasuk
seseorang yang paling dapat menahan
kebutuhannya ataukah tidak. Maka yang jelas
bahwasanya hal itu tidak mengapa. Akan tetapi
apabila ditakutkan menyebabkan jima’ maka
wajib baginya untuk meninggalkan hal itu.
Ihtilam (mimpi) basah di siang hari
Soal 26:
Apa hukumnya seseorang apabila dia
bermimpi di siang hari di bulan Ramadhan ?
Jawab:
Tidak ada apa-apa baginya. Dan dia
hendaknya melanjutkan shaumnya.
Shalat dan shoum setelah ihtilam
Soal 27:
Aku bermimpi pada bulan Ramadhan dan aku
tidak tahu apakah aku bermimpi pada hari
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

40
pertama ataukah hari kedua dan aku juga tidak
mengetahui hal ini kecuali setelah aku mengganti
celana dalam, maka apa hukum shalat dan
shaumnya ?
Jawab:
Adapun shalat maka dia shahih, insya Allah
dan shaumnya pun shahih. Dan hendaknya
engkau pergi kemudian mandi. Dan Nabi 
bersabda,
إ
“Sesungguhnya Allah Ta’ala memberikan keringanan
atas umatku dari kesalahan dan kelupaan dan apa-apa
yang ia terpaksa atasnya.”
Maka engkau adalah sebagai orang yang lupa
maka dalam hal ini tidak ada sesuatu apapun
bagimu, insya Allah, dan engkau tidak diharuskan
untuk menqadha baik itu shaum maupun shalat
karena sesungguhnya qadha dalam hal shaum itu
sudah diketahui yaitu apabila sakit atau dalam
keadaan perjalanan, demikian pula yang haidh.
Adapun shalat maka Nabi  bersabda,ها
“Barangsiapa yang tertidur dari melaksanakan sholat
atau ia lupa darinya maka waktunya adalah ketika ia
mengingatnya.”
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

41
Berbuka di rumah bagi orang yang akan
bepergian
Soal 28:
Apakah dibolehkan bagi seorang yang
bepergian di bulan Ramadhan untuk berbuka
terlebih dulu di rumahnya ataukah harus
melewati beberapa cara ?
Jawab:
Diperbolehkan bagi orang yang punya azzam
(niat) untuk bepergian untuk makan terlebih
dahulu di rumahnya sebelum ia keluar. Dan dalil
yang menunjukkan akan hal ini adalah dari
shahabat Anas bin Malik, bahwasanya ketika
beliau hendak bepergian maka kemudian
dihadapkan kepadanya makanan, kemudian dia
mengatakan tentang hal itu bahwasanya
Rasulullah  telah mengerjakannya, atau yang
semakna dengan ini. Dan telah lewat bersama kita
yang menunjukkan hal itu di dalam kitab Shahih
Al-Musnad mimma laisa fi Ash-Shahihain.
Dan Syaikh Al-Albani telah menuliskan satu
risalah tentang hal ini.
Dan adapun perbedaan antara shaum dengan
shalat bahwa sesungguhnya orang yang shaum
diperbolehkan baginya untuk berbuka sejak di
rumahnya apabila dia hendak bersiap-siap untuk
bersafar, berbeda dengan orang yang shalat yang
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

42
tidak diperbolehkan baginya untuk menqashar
sehingga dia keluar dari kampungnya.
Berdasarkan apa-apa yang telah datang riwayat
dari Anas bin Malik , bahwasanya Rasulullah 
shalat Dhuhur di masjidnya empat raka’at
kemudian beliau shalat di Dzil Khulaifah dua
raka’at, maka ini menunjuk-kan antara perbedaan
shaum dengan shalat.
Waktu, tempat, dan raka’at sholat tarawih
sesuai sunnah
Soal 29:
Di tempat kami sangat banyak sekali masjid,
sebagiannya melaksanakan shalat dengan 8
rakaat dan sebagiannya 20 rakaat, sebagiannya
lagi memanjangkan shalatnya dan sebagian lagi
memendekkan. Maka masjid manakah yang benar
yang sesuai dengan perbuatan Nabi ?
Jawab :
Jika kalian mampu maka hendaknya kalian
melaksanakan shalat di masjid pada pertengahan
malam atau sepertiga malam terakhir dengan
sebelas raka’at atau tiga belas raka’at
sebagaimana dalam hadits Aisyah bahwasanya
Rasulullah  tidak menambah raka’at pada bulan
Ramadhan atau selainnya dari sebelas raka’at.
Dan telah datang pula riwayat yang mengatakan
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

43
tiga belas raka’at. Dan saya nasehatkan untuk
mengakhirkan shalat tarawih pada pertengahan
malam atau sepertiga malam terakhir. Karena
sesungguhnya Nabi  bersabda,
م
”Barangsiapa yang takut akan tertidur pada
akhir malam maka hendaknya dia witir pada
awalnya, dan barangsiapa yang menginginkan
untuk bangun di akhir malam maka hendaknya
witir pada akhirnya karena sesungguhnya shalat
pada akhir malam adalah disaksikan.”
(HR.Muslim)
Dan ketika Umar  keluar, beliau mendapati
Ubay bin Ka’ab  sedang melaksanakan shalat
bersama mereka (orang-orang). Kemudian ia
berkata,

“Alangkah nikmatnya satu hal yang baru ini dan
orang-orang yang tertidur darinya juga tidak
mengapa.”
Maka apabila mereka mampu untuk pergi ke
masjid kemudian menegakkan sunnah di sana (di
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

44
dalamnya) dan melaksanakan shalat pada
pertengahan malam atau setelahnya dengan
sebelas raka’at dan mereka memanjangkannya
sesuai dengan kemampuannya. Karena
sesungguhnya shalat malam adalah nafilah dan
bukan termasuk ke dalam shalat yang fardhu.
Maka Nabi  bersabda,
إِ
mulai) dalam shalat maka aku menginginkan
untuk memanjangkannya akan tetapi aku tidak
meneruskannya karena/ketika aku mendengar
suara tangisan seorang bayi karena kasihan pada
ibunya.”
Dan Nabi  mengatakan kepada Muadz bin Jabal
, “Apakah engkau telah membuat fitnah, wahai
Muadz?” Yaitu disebabkan karena beliau
memanjangkannya di dalam shalat. Dan
Rasulullah  mengatakan juga,
إ
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

45
“Apabila salah seorang di antara kalian shalat
sendiri, maka hendaknya memanjangkan
sekehendaknya dan apabila ia shalat bersama orangorang
atau bersama manusia maka hendaklah ia
meringankannya karena di antara mereka ada yang
lemah, ada yang sakit dan ada yang memiliki
kebutuhan.”
Maka ini semua adalah di dalam shalat yang
fardhu, adapun di dalam shalat nafilah maka tidak
wajib, bahkan seseorang boleh melaksanakan
shalat sekehendaknya dan boleh bagi dia untuk
beristirahat dari satu raka’at menuju kepada
rakaat yang lainnya atau dia pergi dulu ke
rumahnya. Dan jika dia mampu untuk
melaksanakan shalat di rumahnya, maka ini juga
afdhal. Karena Nabi  bersabda ketika beliau
shalat bersama manusia atau orang-orang dua
malam atau tiga malam di bulan Ramadhan,
beliau mengatakan,

”Shalat yang paling afdhal bagi seseorang
adalah di rumahnya, kecuali shalat yang wajib
atau fardhu.”
Bahwa yang paling afdhal shalat bagi
seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat
yang wajib. Walaupun sebagian orang
mengatakan bahwa engkau telah menepati sunnah
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

46
yang muakkadah dikarenakan menyelisihi syi’ah,
karena sesungguhnya mereka melihat bahwa
shalat tarawih itu adalah bid’ah. Maka kita tidak
menyepakati mereka akan tetapi kita
menginginkan untuk menyepakati atau sesuai
dengan hadits Rasulullah  dan apabila
ditakutkan tertidur ataupun disibukkan di dalam
rumahnya dari anak-anaknya atau yang lainnya
maka kami nasehatkan untuk keluar menuju ke
masjid.
Sholat di belakang imam tarawih 20 raka’at
Soal ke-30 :
Apabila aku shalat di masjid kemudian imam
di dalamnya shalat dengan dua puluh rakaat
maka apakah aku ikut menyempurnakan
bersamanya dalam rangka mengikuti imam
ataukah aku shalat delapan raka’at lalu aku witir
sendirian kemudian keluar ?
Jawab :
Saya nasehatkan hendaknya engkau shalat
delapan raka’at saja dan kemudian engkau shalat
witir sendirian. Maka sesungguhnya mengikuti
sunnah Rasulullah  adalah lebih utama, karena
Nabi  mengatakan,
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

47
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat
aku melaksanakan sholat.”
Bolehkah sholat tarawih di rumah
Soal ke-31:
Apakah dibolehkan bagi seseorang untuk
melaksanakan shalat bersama keluarganya di
rumah, yaitu shalat tarawih ?
Jawab :
Tidak mengapa akan hal itu dan hal itu
adalah afdhal sebagaimana yang telah lewat.
Wanita keluar sholat tarawih dengan wangiwangian
Soal ke-32 :
Apa hukumnya keluarnya seorang wanita
dalam keadaan berdandan dan memakai wangiwangian
untuk melaksanakan shalat tarawih
berdasarkan keyakinan bahwa ini adalah sebagai
realisasi dari firman Allah Ta’ala,”
خُذُوا زِیْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ ”
“Ambillah (pakailah) perhiasan-perhiasanmu pada
setiap masjid”
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

48
Jawab :
Nabi  memberikan rukhshah kepada para
wanita untuk keluar menuju ke masjid pada shalat
Isya’ dengan syarat mereka keluar dengan
memakai (atau menutupi) pakaiannya (dengan
syarat mereka keluar tertutup) yaitu dengan
memakai pakaian yang tidak kelihatan pandangan
dan tidak pula memakai wangi-wangian. Dan
Abu Hurairah  berkata bahwasanya Nabi 
bersabda,
َ
“Perempuan mana saja yang keluar dalam
keadaan memakai wangi-wangian dengan tujuan
supaya orang-orang mendapatkan baunya, maka
ia telah berzina.”
Mematikan lampu pada waktu shalat supaya
menambah kekhusyu’an
Soal ke-33 :
Mematikan lampu pada waktu shalat supaya
menambah kekhusyuan sebagaimana yang terjadi
pada diri kami dalam bulan Ramadhan. Maka
apa pendapatmu tentang hal ini dan apakah hal
ini sampai kepada perkara yang bid’ah ?
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

49
Jawab :
Tidak, hal ini tidak sampai kepada batasan
bid’ah dan bukan pula merupakan suatu yang
sunnah. Maka apabila seseorang merasa
menambah kekhusyu’an apabila ia memejamkan
kedua matanya dan memati-kan lampu, bahkan
akan menjadikannya lebih jauh dari sifat riya’
maka hal ini tidak mengapa. Walaupun memang
bahwasanya manusia berbeda dalam hal ini, maka
tidak sepatutnya untuk mewajibkan atau menarik/
menekan seseorang kepada pendapat-nya dan
mematikan lampu. Sebagian orang tidak
menyukai akan hal itu.
Tentang hadits, “Tidak ada i’tikaf kecuali di
tiga masjid”
Soal ke-34 :
Apa pendapatmu tentang hadits, “Tidak ada
i’tikaf kecuali di tiga masjid” ?
Jawab :
Sebagian di antara mereka (ahli ilmu) ada
yang menganggap bahwa hadits tersebut adalah
mauquf kepada Hudzaifah  dan sebagian yang
lain ada yang mengatakan bahwa sesungguhnya
Hudzaifah berkata kepada Abdullah bin Mas’ud
, “Bahwa sesungguhnya orang-orang itu
mereka melaksanakan shalat antara engkau dan
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

50
antara ini dan itu.” Dan tampaknya mereka
semuanya berada di Kufah. Maka berkata
Abdullah ibn Mas’ud, “Barangkali mereka-lah
yang benar sedang engkau yang salah.” Mereka
(sebagian ahli ilmu) mengatakan, jika sekiranya
hadits ini marfu’ maka tidak mungkin Abdullah
ibn Mas’ud berani untuk mengatakan kepada
Hudzaifah, “Barangkali mereka yang benar dan
engkau yang salah.”
Dan jika sekiranya hadits ini benar (shahih)
maka tafsirannya menjadi bahwa tidak ada i’tikaf
yang lebih afdhal. Oleh karena itu, maka ini
menjadi dalil keutamaan atau keafdhaliyahan
i’tikaf di tiga masjid ini seperti yang telah
terdapat dalil-dalil yang menyebutkan tentang
keutamaan shalat di tiga masjid. Dan kalau tidak
demikian maka ayat juga datang secara mutlak
yaitu,
وَلاَ تُبَاشِرُوْهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُوْنَ فِي الْمَسَاجِدِ
“Dan janganlah kalian menggauli istri-istrimu
sedang kalian beri’tikaf di masjid.”
Dan tidak terdapat keterikatan (pengkhususannya)
dengan tiga masjid, lagi pula hadits ini
adalah idhthirab, terdapat di dalamnya kadangkadang
Hudzaifah meriwayatkannya mauquf dan
pada riwayat lain meriwayatkannya dengan
marfu’, maka jauhlah dari amalan-amalan kaum
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

51
muslimin. Dan aku juga mengetahui bahwa ada
sebagian saudara-saudara yang telah menuliskan
risalah tentang hal ini. Akan tetapi tidak
semestinya untuk menyempit-kan manusia (kaum
muslimin) dengan se-suatu apapun yang Allah
Ta’ala telah berikan keluasan atas mereka.
Lansia yang sudah pikun, bagaimana tentang
shoumnya
Soal ke-35 :
Seorang perempuan yang sudah lanjut
usianya dan sudah berubah akalnya dengan
sebagian perubahan-perubahan, kemudian ia
meninggal dan ia punya hutang shaum dua kali
bulan Ramadhan, sedangkan ia tidak mengetahui
Ramadhan dari selainnya disebabkan karena
terjadi hilang ingatan/akalnya (atau terjadi
perubahan akalnya). Apakah bagi anaknya untuk
memberikan makanan untuk menggantikan
shaumnya ataukah ia mesti shaum ?
Jawab :
Keadaan dia adalah termasuk orang-orang
yang diangkat atau diberikan rukhshah
kepadanya. Nabi  bersabda :

PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

52
“Diangkat pena dari tiga orang, dari orang yang
gila sehingga ia sadar, dari anak kecil sehingga
di baligh dan dari orang yang tertidur sehingga
ia bangun kembali.”
Maka tidak ada keharusan apa-apa untuknya.
Onani di bulan Ramadhan
Soal ke-36 :
Apa hukumnya seseorang yang melakukan
onani di bulan Ramadhan, apakah ia diharuskan
seperti orang yang menjima’i istrinya ?
Jawab :
Ia menjadi berdosa. Adapun memberikan
kafarah maka ia tidak dituntut sedangkan tentang
dosanya dikarenakan Nabi  bersabda yang
meriwayatkannya dari Rabb-nya,

“…meninggalkan makanannya, minumannya dan
syahwatnya karena aku.”
Dan tidak ada pula atasnya kewajiban untuk
mengqadha karena sesungguhnya mengqadha itu
tidak ada kecuali dengan dalil. Sedangkan dalil
terdapat pada orang-orang yang musafir dan yang
sakit apabila berbuka. Sebagaimana firman Allah
Subhanahu wa Ta’ala,
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

53
{فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِیْضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةُ مِنْ
أَیَّامٍ آُخَرَ}
“Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau
dalam perjalanan maka hendaknya menggantinya
pada hari yang lainnya.”
Demikian pula dengan wanita yang haidh, dia
hendaknya mengqadha shaum dikarenakan hadits
Aisyah  dalam Shahihain. Dan juga orang yang
menyusui dan yang hamil apabila ia berbuka
diwajibkan untuk mengqadha dikarena-kan hadits
Anas bin Malik Al-Ka’bi . Dan perkara qadha ini
juga adalah dikarenakan ayat yang telah lewat,
wallahu a’lam.
Tahlil, takbir, tahmid setelah bacaan surat Adh-
Dhuha imam tarawih
Soal ke-37 :
Apakah hukumya orang yang shalat tarawih
pada bulan Ramadhan kemudian ketika ia
membaca surat Adh-Dhuha ia memerintahkan
kepada makmum yang ada di belakangnya untuk
mengangkat suara-suaranya atau untuk
mengucapkan kalimat ‘laa ilaha illallahu
wallahu akbar wa lillahilhamd’. Dan ia
mengira bahwasanya itu adalah perkara sunnah
karena Rasulullah  ketika tidak datang
kepadanya wahyu kemudian turun wahyu
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

54
kepadanya maka ia bertakbir dan memerintahkan
para sahabatnya untuk bertakbir. Dan apakah
akan diterima shalat dengan memberikan
tambahan di dalamnya dari jenisnya ?
Jawab :
Adapun ucapan ‘laa ilaha illallahu wallahu
akbar’ sesudah membaca surat Adh-Dhuha, maka
terdapat satu hadits yang dhaif yang telah
disebutkan oleh Al-Hafiz Adz-Dzahaby di dalam
kitab ‘Thabaqatul Qura Al-Kibar’ dan ia
mengatakan di dalam sanadnya terdapat seorang
rawi yang bernama Ibnu Abi Barzah. Dan ia
bukan yang dimaksud adalah Qasim bin Abi
Barzah, karena Qasim bin Abi Barzah adalah
tsiqah. Akan tetapi yang dimaksudkan adalah
Ahmad bin Muhammad. Maka tidak terdapat
hadits dari Nabi  tentang perintah untuk hal itu
atau untuk mengatakan hal itu akan tetapi justru
ucapan itu adalah dikategorikan sebagai bid’ah.
Adapun membuat tambahan-tambahan di
dalam shalat dengan sesuatu hal yang termasuk
dari jenisnya maka tidak boleh, karena kita
sesungguhya bukanlah orang yang membuat
keributan di dalam agama Allah. Dan telah
terdapat di dalam Shahih dari Nabi , bahwa
beliau berkata kepada Malik bin Huwairits  dan
sahabat-sahabatnya,
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

55
“Shalatlah kalian seperti halnya kalian melihat
aku melaksanakan shalat.”
Kecuali jika tambahan itu dalam hal doa-doa
qunut atau sujud atau tasyahud sebagaimana yang
telah kami terangkan di dalam kitab ‘Riyadhul
Jannah fii Raddi ala A’daai As-Sunnah’.
Shoum sunnah sebelum lunas mengqadha
shoum wajib
Soal ke-38 :
Apakah boleh mendahulukan shaum yang
tathawwu atas shaum yang wajib. Contohnya seorang
laki-laki masih mempunyai hutang shaum di bulan
Ramadhan kemudian ia hendak melaksanakan shaum
satu hari, maka apakah ia mendahulukan yang wajib
dulu ataukah yang tathawwu ?
Jawab :
Apabila ditakutkan tertinggal hari itu atau
hari-hari itu (yaitu hari-hari shaum tathawwu pent)
maka tidak mengapa akan hal ini. Karena
sesungguhnya waktu mengqadha itu adalah
waktu yang panjang/waktu yang luas. Aisyah 
berkata,
“Kami tidak mengqadha kecuali di bulan
Sya’ban,” karena beliau disibukkan dengan
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

56
Rasul . Dan Nabi  bersabda, yang
meriwayatkan dari Rabb-nya :
وما تقَرب إِلَى عبدِي بِشيئٍ َأحب اَِلي مِما إِفْتر
ضته علَيهِ ولاَ يزالُ يتقَرب إَِلي بِالنوافِلِ حتى ُأحِبه
“Dan tidaklah seorang hamba mendekatkan diri
kepada-Ku dengan sesuatu yang Aku cintai dari
perkara-perkara yang Aku wajibkan atasnya dan
masih saja ia mendekatkan diri kepada-Ku
dengan yang nafilah sehingga Aku
mencintainya…” sampai akhir hadits.
Maka yang paling afdhal adalah
mendahulukan apa-apa yang telah Allah Ta’ala
wajibkan atasnya. Akan tetapi jika di sana ada
hari yang utama dan ia takut meninggalkannya
atau tertinggal, sedangkan waktu mengqadha
adalah waktu yang luas maka tidak mengapa,
insya Allah. Seperti enam hari di bulan Syawal
(setelah puasa wajib di bulan Ramadhan pent) atau
seperti tiga hari di setiap bulan dan seperti shaum
Senin-Kamis dan juga shaum hari Arafah dan hari
Asyura.
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

57
Shoum bagi musafir yang berniat tinggal dalam
waktu lama
Soal ke-39 :
Apa hukumnya shaum bagi orang yang musafir
yang dia berniat untuk tinggal dalam waktu yang
ditentukan, seperti sebulan misalnya ?
Jawab :
Apabila ia berniat melebihi 20 hari maka
hendaklah ia shaum dan tidak dianggap sebagai
musafir. Dan barangsiapa yang mengatakan bahwa ia
dianggap sebagai musafir maka telah menyelisihi
keumuman manusia dan makna secara bahasa dari
makna kata ‘safar’. Sedangkan Nabi , beliau tinggal
di Tabuk selama 19 hari dan berkata Ibnu Abbas ,
إِذَا بقِيناَمِن ذلِك فَنحن نتِم الصلاَةُ
“Apabila kami menetap setelah itu maka kami
menyempurnakan shalat.”
Yang berarti bahwa kami tidak lagi sebagai
musafir dan ini adalah pendapat(ijtihadnya) Ibnu
Abbas . Akan tetapi ini yang lebih dekat, insya
Allah Ta’ala.
Keluar mani setelah bercumbu
Soal ke-40 :
Seorang laki-laki mencumbui istrinya di
siang hari di bulan Ramadhan kemudian ia
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

58
keluar maninya sedangkan ia tidak mengetahui
apakah hal itu haram ataukah tidak haram. Maka
apakah diwajibkan atasnya sesuatu ?
Jawab
Apabila ia mencumbui istrinya dengan tujuan
untuk memenuhi syahwatnya dengan
mengeluarkan maninya di luar daripada farji
(kemaluan) istrinya maka ia dianggap ber-dosa.
Karena sesungguhnya Rasulullah  bersabda dari
apa-apa yang meriwayatkan-nya dari Rabb-nya,
يدع َ طعامه وشرابه وشهوته مِن أَجلِي
“…meninggalkan makanannya, minumannya
dan syahwatnya karena Aku.”
Dan apabila ia mencumbui istrinya dalam
keadaan tidak mengetahui atau bodoh akan
hukumnya maka hendaknya ia bertaubat kepada
Allah dan apabila ia mengetahui maka hendaknya
ia bertaubat kepada Allah jika ia mengetahui hal
itu. Dan apabila ia mencumbui istrinya sedangkan
ia dalam keadaan mengetahui bahwa mencumbui
ini adalah hal yang diperbolehkan baginya
kemudian ia memeluknya dan ia beranggapan
bahwa hal ini tidak haram atasnya kecuali jima’
kemudian setelah itu ia mengeluarkan mani dan ia
tidak bermaksud untuk mengeluarkan mani, maka
tidak apa-apa baginya. Dan walau bagaimanapun
maka tidak diwajibkan atasnya untuk
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

59
memberikan kafarah jima’ pada setiap keadaan,
dan ini adalah ucapan (pendapat) Abu
Muhammad bin Hazm rahimahullah ta’ala dan
ini adalah shahih.
Zakat fitrah kepada pemerintah atau dalam
bentuk uang
Soal ke-41 :
Apa pendapatmu tentang zakat yang
diberikan kepada pemerintah di bulan
Ramadhan, apakah ia sah ataukah tidak sah?
Mohon terangkan kepada kami.
Jawab :
Zakat yang diserahkannya yang dimaksudkan
adalah zakat fitrah maka pemerintah biasanya
mengambilnya dalam bentuk uang. Sedangkan
zakat fitrah itu ialah seperti apa yang telah
diberitakan oleh Rasulullah  dari hadits
Abdullah bin Umar dan hadits Abu Said Al-
Khudri  yaitu satu sha’ dari kurma atau satu
sha’ dari gandum atau satu sha’ dari anggur yang
dikeringkan atau satu sha’ dari akid (keju). Maka
jika ia mendapatkan kemudahan dari salah satu
dari empat macam tersebut maka silakan untuk
mengeluarkannya dan jika tidak memudahkannya
dari hal tersebut maka hendaknya dari pokok
hasil bumi.
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

60
Adapun menggantinya atau menghargakannya
dengan uang maka yang shahih dalam hal
ini adalah tidak sah. Akan tetapi apabila
pemerintahan mengharuskannya dengan hal ini
dan tidak menguatkannya dengan dalil-dalil,
maka jika seseorang mampu maka hendaklah ia
mengeluarkan dari biji-bijian atau dari empat
macam tadi. Kemudian ia memberikan harganya
atau uangnya kemudian ia memberikan atas apa
yang diinginkan atau diharuskan oleh
pemerintahan sehingga ia selamat dari
kejahatannya. Dan jika ia tidak mampu untuk
mengeluarkan zakat dua kali maka sah untuknya
mengeluarkan dari macam yang pertama. Maka
sah baginya untuk mengeluarkan salah satunya
dan dosanya kembali kepada pemerintah.
Wanita tidak shoum karena hamil dan
melahirkan
Soal ke-42 :
Ada seseorang yang bertanya tentang
perempuan yang tidak mampu untuk
melaksanakan shaum Ramadhan dikarenakan
melahirkan atau kehamilan.
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

61
Jawab :
Maka hendaknya ia meng-qadha, sebagaimana
firman Allah dalam Al-Qur’anul Karim,
{فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِیْضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةُ
مِنْ أَیَّامٍ أُخَر}
“Maka barangsiapa di antara kalian sakit atau
bepergian maka hendaknya mengganti pada hari
yang lainnya.”
Maka hendaknya ia mengqadha pada waktu yang ia
mampui, baik itu setelah setahun atau dua tahun atau
bahkan tiga tahun. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak
membebani seseorang kecuali sesuai dengan
kemampuannya.
Dan telah terdapat di dalam Sunan (dalam salah
satu kitab sunan pent) dari hadits Anas bin Malik Al-
Ka’bi . Ia berkata, “Aku menemui Rasulullah,
kemudian Rasulullah berkata, ‘Kemarilah kepada
makanan’, kemudian aku menjawab, ‘Wahai
Rasulullah, sesungguhnya aku sedang dalam keadaan
shaum (yakni dia sedang dalam keadaan musafir).’
Kemudian Nabi  berkata,
إِنَّ الله وضع عنِ الْم  سافِرِ شطْر الصلاَةِ ووضع عنِ
الْم  سافِرِ والْحامِلِ وْالمُرضِعِ الصيام
“Sesungguhnya Allah menggugurkan atas orang yang
musafir setengah sholat (atau keringanan) shalat dan
menggugurkan bagi yang musafir dan bagi yang hamil
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

62
dan orang yang menyusui dari shaum (keringanan
shaum),” atau yang semakna dengan ini.
Dan yang dimaksud dengan meletakkan di sini adalah
meletakkan sementara, berdasarkan ayat yang kalian
telah mendengarnya yaitu,
{فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِیْضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةُ
مِنْ أَیَّامٍ أُخَر}
“ Barangsiapa di antara kalian yang sakit atau
bepergian maka hendaknya mengganti pada hari
yang lainnya.”
Sebagian kalangan ahlil ilmi ada yang
mengatakan bahwa jika sudah lewat satu tahun
sedang ia belum mengqadha Ramadhan yang
pertama maka diharuskan baginya untuk
membayar kafarah bersamaan dengan qadha.
Atau mengatakan bahwa wajib atas seseorang,
siapa saja baik itu dalam keadaan sakit atau
keadaan musafir, kemudian lewat satu tahun
maka wajib baginya untuk membayar kafarah
disertai dengan membayar qadha (menggantinya).
Akan tetapi tidak ada dalil di sana baik dari
Kitabullah atau Sunnah Rasulullah , hanya dari
sebagian perkataan salafush shalih saja.
Dan kita mengambil dengan dhahir ayat
bahwasanya Allah Ta’ala tidak mengatakan,
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

63
فَمن كَانَ مِن ُ كم مرِيضا َأو علَى سفَرٍ فَعِدةُ مِن أَيامٍ
ُأخروإِذَا مضى العام ولمَ ْيقْضِى فَعلَيهِ كَفَارةٌ
“Barangsiapa di antara kalian yang sakit atau
bepergian maka hendaklah ia menggantinya pada
hari-hari yang lain. Dan apabila melewati satu
tahun sedang ia belum mengqadha maka
sedekahlah diamembayar kafarah.”
وما كَانَ ربك نسِيا
“Dan tidaklah Rabb-mu ini memiliki sifat
pelupa”.
Maka tidak ada baginya kecuali mengqadha saja
jika ia mampu walaupun ia lewat tiga kali
Ramadhan atau bahkan lebih. Kemudian setelah
itu jika ia mampu untuk mengqadha maka
mengqadhalah, wallahul musta’an. Dan
mengqadha ini tidak mesti berurut-urutan
sehingga tidak memberatkan kepadanya. Jika
sekiranya dia shaum tiga hari kemudian berbuka
pada satu hari sesuai dengan kekuatan dan
kemampuan, maka lakukanlah. Maka Aisyah 
mengatakan bahwasanya tersisa padanya sesuatu
(shaum) Ramadhan, yaitu disebabkan karena
haidh kemudian beliau tidak mengqadhanya
kecuali di bulan Sya’ban. Dan yang dimaksudkan
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

64
oleh Aisyah  bahwa sesungguhnya qadha ini
tidak mesti segera, wallahul musta’an.
Wanita haidh dan nifas menyentuh dan
membaca Al-Qur’an
Soal ke-43 :
Apakah diperbolehkan bagi seorang
perempuan yang sedang haidh atau nifas untuk
menyentuh mushaf Al-Quran dan membacanya,
terlebih khusus di bulan Ramadhan yang penuh
berkah, dimana orang-orang mengkhususkannya
untuk meng-khatam-kan Al-Quran ?
Jawab :
Aku tidak mengetahui di sana ada larangan
tentang hal itu, sedangkan hadits,
لاَيمس ْالُقرآنَ إِلاَّ طَاهِر
“ Tidak boleh seseorang menyentuh Al-Quran
kecuali yang thahir (suci).“
Maka sebagian mereka (ahlil ilmi pent) ada yang
berpendapat bahwa hadits itu adalah mursal. Dan jika
sekiranya hadits tersebut dengan berbagai banyak
jalannya adalah menjadi shalih (shahih) untuk dipakai
sebagai hujjah, maka ia diambil kepada apa yang
dikatakan oleh Imam Asy-Syaukani di dalam kitabnya,
yaitu Nailul Authar. Beliau mengatakan, “Tidak
boleh disentuh Al-Quran kecuali oleh yang thahir,
yakni adalah maksudnya yang muslim. Maka tidak
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

65
boleh orang kafir menyentuhnya karena Nabi 
melarang untuk membawa safar Al-Quran ke negeri
musuh.”
Dan adapun firman Allah Ta’ala,
لاَیمََسُّهُ إِلاَّ اْلمُطَهَّرُوْنَ
“ Tidak ada yang menyentuhnya kecuali almuthaharuun
“,
Maka yang dimaksud dengan mereka adalah almalaaikat,
seperti halnya perkataan Imam Malik
di dalam Muwaththa-nya berkata, “Bahwa ayat
ini ditafsirkan dengan firman Allah Ta’ala,
كَلاَّ إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ, فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ, فِي
صُحُفُ مُكَرَّمَةٍ, مَرْفُوْعَةٍ مُطَهَّرَةٍ, بِأَیْدِي
سَفَرَةٍ, كِرَامٍ بَرَرَةٍ,
“Jangan demikian, sesungguhnya dia (petunjuk di
dalam Al-Qur’an) adalah suatu peringatan, Maka
barangsiapa yang menghendaki niscaya dia
mengingatkannya, Dalam lembaran-lembaran
(kitab-kitab) yang dimuliakan, Yang ditinggikan
lagi disucikan, Di tangan para utusan, Yang
mulia lagi (pula) takwa” (QS.’Abasa : 11–16),
yakni yang dimaksudkan adalah para malaikat.
Seperti halnya firman Allah Subhanahu wa
Ta’ala,
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

66
وَمَا تَنَزَلَتْ بِهِ الشَّیَاطِیْنُ. وَمَا یَنْبَغِيْ لهَمُْ
وَمَایَسْتَطِیْعُوْنَ إِنَّهُمْ عَن السَّمْعِ لَمَعْزُوْلُوْنَ
Dan Al-Qur’an itu bukanlah dibawa turun oleh
syaithan-syaithan. Dan tidaklah patut mereka
membawa Al-Qur’an itu dan merekapun tidak kuasa.
Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan
daripada mendengarkan Al-Qur’an itu. (Qs. Asy-
Syu’aro 26 : 210-212)
Wanita haidh dan nifas menghadiri majlismajlis
ilmu di masjid
Soal ke-44 :
Apakah dibolehkan baginya untuk menghadiri
majlis-majlis ilmu dan durus-durus di
masjid ?
Jawab :
Tidak mengapa, insya Allah. Sedangkan
hadits yang menyatakan,
إِني لاَ ُأحِلُّ ْالمَسجِد لحَائِضٍ ولاَ جنبٍ
” Sesungguhnya aku tidak menghalalkan masjid
bagi yang haidh ataupun yang junub”,
ini adalah hadits yang dhaif. Dan Nabi 
mengatakan kepada Aisyah ,
إِنِّ حيضتكِ َليست فِي يدِكِ ويقُولُ َلهَا َأيضا
“Sesungguhnya haidhmu bukanlah pada tanganmu.”
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

67
Nabi  juga mengatakan kepada Aisyah ,
إِفْعلِى مايفْعلُ ْالحَاج غَير َأنْ لاَ تطُوفِي بِاْلبيتِ
” Lakukanlah apa yang dilakukan oleh orangorang
yang haji kecuali tidak boleh untukmu
berthawaf di Baitul Haram.”
فَلاَ بأْس َأنْ تح  ضر د  روس ْالعلم فِي ْالمَسجِدِ
Maka tidak mengapa baginya untuk menghadiri
durus-durus ilmu di masjid.
Walhamdulillahi rabbil alamin.
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com
Fatwa-fatwa Syaikh Muqbil Seputar Puasa

http://assunnah.cjb.net

68
م نْ ص ام رَم ض انَ إی م انًا
و اح تِس اب ا غَفِر له م اتَقَد م
مِنْ ذَنْبِهِ
( رواه البخاري ومسلم)
Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh
iman dan ihtisab maka akan diampuni dosa-dosanya yang
telah lalu. (HR. Bukhari-Muslim)
Telah berlalu dalam hidup kita belasan bahkan puluhan
bulan Ramadhan. Apakah amaliyah Ramadhan kita telah
menjadikan kita hamba Alloh yang beruntung dan meraih
janji-janjinya?
Akankah kita biarkan Ramadhan yang akan datang kita
jalani dengan kebodohan dan sekedar menggugurkan
kewajiban semata?
Segeralah raih janji-janji Alloh dengan amal yang
berdasarkan ilmu. Buku ini akan menjawab tuntas keraguan
dan kerancuan amaliyah Ramadhan kita selama ini
PDF created with FinePrint pdfFactory trial version http://www.softwarelabs.com

Articles

TANDA-TANDA HAJI MABRUR

In Uncategorized on 10 April 2011 by AHLI SUNNAH WALJAMA'AH


Buletin Serambi Madinah Edisi 5
Written by Anas Burhanuddin, Lc., M.A.
Thursday, 21 October 2010 19:41

TANDA-TANDA HAJI MABRUR

Pembuka

Ajaran Islam dalam semua aspeknya memiliki hikmah dan tujuan tertentu. Hikmah dan tujuan
ini diistilahkan oleh para ulama dengan maqashid syari’ah, yaitu berbagai maslahat yang bisa
diraih seorang hamba, baik di dunia maupun di akhirat.

Tentang maslahat haji di akhirat, Rasulullah e bersabda:

1 / 8Buletin Serambi Madinah Edisi 5
Written by Anas Burhanuddin, Lc., M.A.
Thursday, 21 October 2010 19:41

ُﺓَّﻥَﺝْﻞا َّﺎﻟِﺇ ٌءاَﺯَﺝ ُﻩَﻝ َﺱْﻱَﻝ ُﺮوُﺭْﺏَﻡْﻞا ُّﺝَﺡْﻞاو

“Dan haji yang mabrur tidak lain pahalanya adalah surga.” (HR. al-Bukhari 1683, Muslim 1349 )

Adapun di dunia, ada beberapa contoh yang bisa kita sebut; seperti menambah teman,
bertemu dengan ulama dan keuntungan berdagang.

Di samping itu, Allah juga memberikan tanda-tanda diterimanya amal seseorang, sehingga ia
bisa menyegerakan kebahagiaan di dunia dan agar ia semakin bersemangat untuk beramal.

Tidak semua orang meraih haji mabrur.

Setiap orang yang pergi berhaji mencita-citakan haji yang mabrur. Haji mabrur bukanlah
sekedar haji yang sah. Mabrur berarti diterima oleh Allah, dan sah berarti menggugurkan
kewajiban. Bisa jadi haji seseorang sah sehingga kewajiban berhaji baginya telah gugur, namun
belum tentu hajinya diterima oleh Allah Ta’ala.

2 / 8Buletin Serambi Madinah Edisi 5
Written by Anas Burhanuddin, Lc., M.A.
Thursday, 21 October 2010 19:41
Jadi, tidak semua yang hajinya sah terhitung sebagai haji mabrur. Ibnu Rajab al-Hanbali
mengatakan: “Yang hajinya mabrur sedikit, tapi mungkin Allah memberikan karunia kepada
jamaah haji yang tidak baik lantaran jamaah haji yang baik.” (Lathaiful Ma’arif Fima Li
Mawasimil ‘Am Minal Wazhaif
1/68)

Tanda-tanda haji mabrur

Nah, bagaimana mengetahui mabrurnya haji seseorang? Apa perbedaan antar haji yang
mabrur dengan yang tidak mabrur? Tentunya yang menilai mabrur tidaknya haji seseorang
adalah Allah semata. Kita tidak bisa memastikan bahwa haji seseorang adalah haji yang
mabrur atau tidak. Para ulama menyebutkan ada tanda-tanda mabrurnya haji, berdasarkan
keterangan al-Quran dan al-Hadits, namun itu tidak bisa memberikan kepastian mabrur
tidaknya haji seseorang.

Di antara tanda-tanda haji mabrur yang telah disebutkan para ulama adalah:

Pertama: Harta yang dipakai untuk haji adalah harta yang halal, karena Allah tidak
menerima kecuali yang halal, sebagaimana ditegaskan oleh sabda Nabi
e
:

ﺍًﺏِّﻱَﻁ َّﺎﻟِﺇ ُﻝَﺏْﻕَﻱ َﺎﻟ ٌﺏِّﻱَﻁ َﻩَّﻞﻠا َّﻥِﺇ
3 / 8Buletin Serambi Madinah Edisi 5
Written by Anas Burhanuddin, Lc., M.A.
Thursday, 21 October 2010 19:41

“Sungguh Allah baik, tidak menerima kecuali yang baik. (HR. Muslim 1015)

Orang yang ingin hajinya mabrur harus memastikan bahwa seluruh harta yang ia pakai untuk
haji adalah harta yang halal, terutama mereka yang selama mempersiapkan biaya pelaksanaan
ibadah haji tidak lepas dari transaksi dengan bank. Jika tidak, maka haji mabrur bagi mereka
hanyalah jauh panggang dari api.

Kedua: Amalan-amalannya dilakukan dengan ikhlas dan baik, sesuai dengan tuntunan
Nabi e. Paling tidak, rukun-rukun dan kewajibannya harus dijalankan, dan semua larangan
harus ditinggalkan. Jika terjadi kesalahan, maka hendaknya segera melakukan penebusnya
yang telah ditentukan. Hal ini menuntut kita untuk belajar dan menguasai manasik haji.

Di samping itu, haji yang mabrur juga memperhatikan keikhlasan hati, yang seiring dengan
majunya zaman semakin sulit dijaga. Mari merenungkan perkataan Syuraih al-Qadhi: “Yang
(benar-benar) berhaji sedikit, meski jamaah haji banyak. Alangkah banyak orang yang berbuat
baik, tapi alangkah sedikit yang ikhlas karena Allah.” ( Lathaiful Ma’arif 1/257)

Ketiga: Hajinya dipenuhi dengan banyak amalan baik, seperti dzikir, membaca al-Quran,
shalat di Masjidil Haram, shalat jamaah pada waktunya, dan membantu teman seperjalanan.
4 / 8Buletin Serambi Madinah Edisi 5
Written by Anas Burhanuddin, Lc., M.A.
Thursday, 21 October 2010 19:41

Di antara amalan khusus yang disyariatkan untuk meraih haji mabrur adalah bersedekah dan
berkata-kata baik selama haji. Nabi e pernah ditanya tentang maksud haji mabrur, maka beliau
menjawab:

ِﻡَﺎﻟَﻙْﻞا ُﺐﻳِﻁَﻭ ِﻢاَﻉَّﻂﻠا ُﻢاَﻉْﻁِﺇ

“Memberi makan dan berkata-kata baik.” (HR. al-Baihaqi 2/413 no. 10.693, dihukumi shahih
oleh al-Hakim dan al-Albani dalam  Silsilah al-Ahadits
ash-Shahihah  3/26
2 no. 1264)

Keempat: Tidak berbuat maksiyat selama ihram.

Maksiyat dilarang dalam agama kita dalam semua kondisi. Dalam kondisi ihram, larangan
tersebut menjadi lebih tegas, dan jika dilanggar, maka haji mabrur yang diimpikan akan lepas.

Di antara yang dilarang selama haji adalah rafats, fusuq dan jidal. Allah berfirman:

َﺙَﻑَﺭ َﺎﻟَﻑ َّﺝَﺡْﻞا َّﻥِﻪﻳِﻑ َﺽَﺭَﻑ ْﻥَﻡَﻑ ٌﺖاَﻢوُﻝْﻉَﻡ ٌﺭُﻩْﺵَﺃ ُّﺝَﺡْﻞا
ِّﺝَﺡْﻞا ﻱِﻑ َﻞاَﺩِﺝ َﺎﻟَﻭ َﻖوُﺱُﻑ َﺎﻟَﻭ

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang diketahui, barang siapa yang menetapkan niatnya
5 / 8Buletin Serambi Madinah Edisi 5
Written by Anas Burhanuddin, Lc., M.A.
Thursday, 21 October 2010 19:41
dalam bulan-bulan itu untuk mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, fusuq dan
berbantah-bantahan selama mengerjakan haji.” (QS. Al-Baqarah 197)

Rafats adalah semua bentuk kekejian dan perkara yang tidak berguna. Termasuk di dalamnya
bersenggama, bercumbu atau membicarakannya, meskipun dengan pasangan sendiri selama
ihram.

Fusuq adalah keluar dari ketaatan kepada Allah, apapun bentuknya. Dengan kata lain, segala
bentuk maksiyat adalah fusuq yang dimaksudkan dalam hadits di atas.

Jidal adalah berbantah-bantahan secara berlebihan.

Ketiga hal ini dilarang selama ihram. Adapun di luar waktu ihram, bersenggama dengan
pasangan kembali diperbolehkan, sedangkan larangan yang lain tetap tidak boleh.

Demikian juga, orang yang ingin hajinya mabrur juga harus meninggalkan semua bentuk dosa
selama perjalanan ibadah haji, baik berupa syirik, bid’ah maupun maksiyat. Di antara bentuk
maksiyat yang dianggap remeh dan banyak dilakukan jamaah haji -bahkan saat wukuf di
Arafah- adalah merokok, padahal ia mengandung unsur
rafats
dan
fusuq
.

Kelima: Pulang dari haji dengan keadaan lebih baik.
6 / 8Buletin Serambi Madinah Edisi 5
Written by Anas Burhanuddin, Lc., M.A.
Thursday, 21 October 2010 19:41

Salah satu tanda diterimanya amal seseorang di sisi Allah adalah taufik untuk melakukan
kebaikan lagi setelah amalan tersebut. Sebaliknya, jika setelah beramal saleh melakukan
perbuatan buruk, maka itu adalah tanda bahwa Allah tidak menerima amalannya.

Ibadah haji adalah madrasah. Selama kurang lebih satu bulan – atau satu pekan bagi jamaah
dalam negeri -, para jamaah haji disibukkan oleh berbagai ibadah dan pendekatan diri kepada
Allah. Untuk sementara, mereka terjauhkan dari hiruk pikuk urusan duniawi yang melalaikan.

Bertaubat setelah haji, berubah menjadi lebih baik, memiliki hati yang lebih lembut dan bersih,
ilmu dan amal yang lebih mantap dan benar, kemudian istiqamah di atas kebaikan itu adalah
salah satu tanda haji mabrur.

Orang yang hajinya mabrur menjadikan ibadah haji sebagai titik tolak untuk membuka lembaran
baru dalam menggapai ridho Allah Ta’ala. Ia akan semakin mendekat ke akhirat dan menjauhi
dunia. Al-Hasan al-Bashri mengatakan: “Haji mabrur adalah pulang dalam keadaan zuhud
terhadap dunia dan mencintai akhirat.” (
At-Tarikh al-Kabir
3/238) Ia juga mengatakan: “Tandanya adalah meninggalkan perbuatan-perbuatan buruk yang
dilakukan sebelum haji.” (
Lathaiful Ma’arif
1/67)

Ibnu Hajar al-Haitami mengatakan: “Dikatakan bahwa tanda diterimanya haji adalah
meninggalkan maksiyat yang dahulu dilakukan, mengganti teman-teman yang buruk menjadi
teman-teman yang baik, dan mengganti majlis kelalaian menjadi majlis dzikir dan kesadaran.” (
Qutul Qulub
2/44)

Penutup
7 / 8Buletin Serambi Madinah Edisi 5
Written by Anas Burhanuddin, Lc., M.A.
Thursday, 21 October 2010 19:41

Jika tanda-tanda ini ada dalam ibadah haji anda, maka hendaknya anda bersyukur atas taufik
dari Allah. Anda boleh berharap ibadah anda diterima oleh Allah, dan teruslah berdoa agar
ibadah anda benar-benar diterima. Adapun jika tanda-tanda itu tidak ada, maka anda harus
mawas diri, istighfar dan memperbaiki amalan anda. Wallahu a’lam.

8 / 8

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.